Bapepam-LK Luncurkan Peraturan Laporan Keuangan Emiten

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) telah menerbitkan peraturan tentang penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik sebagai penyempurnaan atas peraturan sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, peraturan tersebut adalah Peraturan Nomor VIII.G.7 lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.

Peraturan tersebut menggantikan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-554/BL/2010 tanggal 30 Desember 2010 tentang Perubahan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan.

Bapepam-LK melakukan perubahan peraturan itu dalam rangka penyesuaian isi peraturan terhadap Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berbasis "International Accounting Standards (IAS) dan International Financing Reporting Standard (IFRS)".

Beberapa pokok perubahan adalah adanya penambahan beberapa definisi antara lain aset, aset tetap, aset tak berwujud, emiten atau perusahaan publik, materialitas, dan nilai wajar.

Selain itu mengubah nama komponen laporan keuangan menjadi meliputi laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan laba rugi komprehensif selama periode, laporan perubahan ekuitas selama periode, laporan arus kas selama periode, catatan atas laporan keuangan, dan laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan jika emiten menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika emiten mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.

Perubahan lainnya adalah menambahkan ketentuan baru antara lain mengenai penjabaran laporan keuangan jika mata uang penyajian berbeda dari mata uang fungsional, penyajian laporan keuangan tersendiri, pihak berelasi termasuk pihak berelasi dengan pemerintah, instrumen keuangan, investasi pada asosiasi dan bagian partisipasi dalam ventura bersama, penurunan nilai aset dan revaluasi aset, pendapatan komprehensif lain.

Bapepam-LK juga menambah ketentuan yang membatasi alternatif yang diperkenankan dalam PSAK antara lain penetapan mata uang penyajian, penyajian laporan laba rugi komprehensif dalam satu laporan, dan penyajian beban berdasarkan fungsinya. (bani)

BERITA TERKAIT

Luncurkan G-Pro, Asuransi Generali Gaet BTN

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…

Mantan Dirut Telkom Luncurkan Buku - Kupas Proses Go Public Telkom

NERACA Jakarta –Menjadi perusahaan terbuka dengan nilai kapitalisasi di pasar modal terbesar atau mencapai Rp 400 triliun, merupakan suatu pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…