Financial Inclusional Dalam Finalisasi

NERACA

Jakarta—Pemerintah serius menyelesaikan strategi baru program "financial inclusion" setelah melakukan evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan selama ini. Alasanya dunia sedang memperhatikan Indonesia. “Indonesia mendapat sorotan internasional mengenai pelaksanaan program 'financial inclusion" yang telah dijalankan,” kata Wakil Presiden Boediono Wapres saat membuka Pekan Kegiatan Financial Inclusion di Jakarta, Rabu.

Wapres menambahkan program Financial Inclusion sangat dibutuhkan untuk menanggulangi kemiskinan dan mendorong pembangunan nasional. “Jadi kita telah mereview secara menyeluruh strategi Financial Inclusion dan sekarang sudah finalisasi,” tambahnya.

Lebih jauh Guru Besar FE UGM ini mengakui pemerintah saat ini sedang menantikan rekomendasi dari pelaku sektor keuangan khususnya perbankan untuk meningkatkan kegiatan keuangan yang inklusif di Indonesia. Karena hal tersebut merupakan salah satu komitmen negara-negara G-20 saat ini.

Boediono mengungkapkan, rekomendasi tersebut dibutuhkan pemerintah untuk melengkapi strategi yang dimiliki pemerintah untuk mewujudkan apa yang telah menjadi komitmen tersebut.

Dikatakan Boediono, dengan merangkul pelaku sektor keuangan akan terus dilakukan oleh pemerintah ke depannya. Hal tersebut karena sejalan dengan apa yang menjadi prioritas pemerintah. "Khususnya dalam rangka penanggulangan kemiskinan," tegasnya

Maka dari itu, kata Boediono, dirinya mendorong adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan pemahaman usaha para pelaku di sektor keuangan di ASEAN khususnya di Indonesia. Dengan demikian, agar ke depannya tidak hanya ada perbaikan saja yang terjadi di sektor keuangan, tapi kesejahteraan rakyat Indonesia dapat terwujud.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam kesempatan itu mengatakan strategi nasional Financial Inclusion diarahkan untuk mewujudkan akses masyarakat seluas-luasnya kepada layanan jasa keuangan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat kemiskinan dan ketidakmerataan pendapatan di Indonesia.

Untuk itu, BI bersama Sekretariat Wapres sudah menetapkan lima pilar strategi financial inclusion yang meliputi perluasan kegiatan edukasi keuangan dan perlindungan konsumen, peningkatan kelayakan keuangan melalui capacity building, penyediaan fasilitasi intermediasi untuk menjembatani kelompok masyarakat unbanked dan perbankan.

Kemudian perluasan saluran distribusi produk keuangan melalui inovasi dan teknologi serta penerbitan kebijakan dan ketentuan untuk mendukung dan memperceat financial inclusion.

BI dalam kesempatan itu juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kemendiknas dan Badan Pertanahan Nasional untuk menyebarluaskan kegiatan edukasi keuangan dan sertifikasi tanah masyarakat. "Ini suatu pencapaian yang baik namun mengingat survey Bank Dunia bahwa 32% penduduk Indonesia belum memiliki tabungan, pencapaian dua tahun itu harus terus ditingkatkan, dengan berbagai penyempurnaan agar produk TabunganKu tetap murah, mudah dan efisien," paparnya. **maya/ria

BERITA TERKAIT

Menteri Dalam Negeri - Dana Kelurahan untuk Pemerataan Pembangunan

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Dana Kelurahan untuk Pemerataan Pembangunan  Badung, Bali - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan rencana…

Penyakit Kesehatan Jiwa dalam Perlindungan BPJS

Kesehatan jiwa masih dipandang sebelah mata. Masyarakat masih menganggap remeh dan mengabaikan penyakit ini. Akibatnya, mereka enggan memeriksakannya secara medis.…

Mewujudkan Kendaraan Impian Di GIIAS 2018 - Dukungan Penuh Astra Financial

NERACA Memiliki kendaraan pribadi menjadi impian bagi Zakaria (35) sejak membina rumah tangga 6 tahun silam. Apalagi jumlah keluarganya saat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sempat Tertunda, BP Tapera Diharapkan Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) diharapkan akan segera beroperasi setelah mengalami penundaan…

Belanda dan Denmark jadi Negara Paling Siap - Keamanan Finansial bagi Pensiunan

        NERACA   Jakarta - Populasi penduduk lanjut usia terus menjadi tantangan bagi pemerintah negara di seluruh…

BTN Dorong Generasi Milenial Jadi Pengusaha Properti

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha properti…