Evergreen Invesco Targetkan Laba Bersih Rp 4 Miliar di 2012

NERACA

Jakarta - Emiten Distributor kapas sintetis dan produsen benang polyester, PT Evergreen Invesco Tbk (GREN) menargetkan laba bersih Rp 4 miliar tahun ini atau tumbuh 87,8% dibandingkan pencapaian laba bersih tahun lalu.

Direktur Utama GREN Johanes Wahyudi Edward mengatakan, demi mencapai pertumbuhan laba, perusahaan terus gencar meningkatkan penjualan dan melakukan efisiensi. "Kami mendorong penjualan khususnya sektor usaha benang,"katanya di Jakarta, Rabu (27/6).

Dia menuturkan, strategi utama yang diterapkan perseroan tahun ini adalah mengembangkan pangsa pasar benang sintetis domestik dan memperkuat bisnis benang dengan cara menambah ragam produk.

Asal tahu saja, sekitar 90% penjualan perusahaan ditopang oleh pasar domestik, sisanya baru pasar ekspor. Pasar domestik saat ini lebih ceria ketimbang pasar ekspor yang sedang lesu akibat ketidakpastian utang Uni Eropa. "Untuk itu kami memprioritaskan pasar domestik," ungkap Johanes.

Sebagai informasi, konsumsi sandang penduduk Indonesia mengalami kenaikan tiap tahunnya. Tahun 2011, konsumsi sandang meningkat dari semula 3 kilogram (kg) per tahun per individu menjadi 4,5 kg per tahun per individu.

Oleh karena itu, dengan melihat peluang pertumbuhan konsumsi sandang inilah yang membuat perusahaan menambah variasi benang. "Saat ini orang banyak memilih pakaian yang tipis artinya kebutuhan benang tipis meningkat," tutur Johanes.

Perseroan kini tengah mencoba menangkap peluang itu dengan banyak memproduksi benang tipis. Alasannya, kata Johanes, margin keuntungan untuk benang yang tipis lebih lebar dibanding benang yang tebal, sehingga diharapkan perolehan laba bisa lebih tinggi.

Tahun ini, perseroan mematok penjualan sebesar Rp 284 miliar atau naik 15% ketimbang tahun 2011 sebesar Rp 247,6 miliar. Dari sisi persentase perbandingan antara proyeksi pertumbuhan penjualan dan laba bersih memang cukup jauh. "Kami fokus memperbesar margin keuntungan," kata Johanes.

GREN membukukan laba bersih sebesar Rp 910,08 juta atau Rp 0,2 per saham pada kuartal I 2012. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan kenaikan 25% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 751,63 juta atau Rp 0,16 persaham.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya Amortisasi Goodwill pada kuartal I tahun ini, bila dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu-Amortisasi Goodwill sebesar Rp 204,24 juta. Sementara pendapatan perseroan mengalami penurunan diiringi dengan beban perseroan juga mengalami penurunan.

Pendapatan perseroan pada kuartal I 2011 sebesar Rp 98,20 miliar menjadi Rp 60,19 miliar. Dan Beban menurun dari Rp 92,51 miliar menjadi Rp 54,89 miliar pada kuartal I 2012. (bani)

BERITA TERKAIT

Margin Laba Bersih PP Presisi Jadi Tertinggi - Ditaksir Cetak Laba Bersih Rp 182 Miliar

NERACA Jakarta - Berdasarkan hasil riset PT Bahana Sekuritas,  PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi…

Gulu-Gulu Targetkan Buka 50 Cabang - Masuk Pasar Indonesia

    NERACA   Jakarta – Sour Sally Group mengumumkan konsep gerai minuman terbarunya yaitu Gulu-gulu. Gulu-gulu merupakan salah satu…

Laba Perbankan Di AS Naik 5,2%

    NERACA   Jakarta – Berdasakan keterangan yang dikutip kantor berita Antara, Rabu (22/11), laba bank-bank AS naik 5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Akuisisi 49,9% Saham SMRU - TRAM Kantungi Pinjaman Rp 3,13 Triliun

NERACA Jakarta - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan UOB Kay Hian Credit Pte Ltd…

Lagi, Dua Produk Sharp Unggul di ICSA

NERACA Jakarta - Hadir untuk masyarakat Indonesia selama 48 tahun membuat PT Sharp Electronics Indonesia kian mengerti terhadap karakteristik dan…

SMSM Raih Dividen Interim Rp 20,04 Miliar

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) menerima pendapatan dividen dari anak usaha, PT Prapat Tunggal Cipta. Ini merupakan pembagian dividen kedua…