Penjualan Hyundai “Acuhkan” Aturan Uang Muka 30% - Meningkat 40%

NERACA

Jakarta - PT. Hyundai Mobil Indonesia mengaku penjualannya naik 40% dan didominasi Grand Avega dan Tucson. Kenaikan uang muka sebesar 30%, belum berdampak besar terhadap penjualan Hyundai di Indonesia.

"Penjualan masih baik-baik saja belum ada dampaknya akan terasa baru tiga - empat bulan kedepan," kata Presiden Direktur PT. Hyundai Motor Indonesia Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, mobil komersialnya taksi Hyundai Excel III dapat bersaing di pasar komersial, mengingat sebagian besar mobil taksi dikuasai kompetitor asal Jepang. "Rumus kendaraan niaga adalah mobil irit bahan bakar, suku cadangnya murah dan mesinnya bandel atau tidak gampang rusak. Hyundai telah lulus semua persyaratan itu dan reputasi kita di pasar komersial sudah dikenal," jelasnya.

Jongkie mengatakan kedua model itu dirakit di Indonesia dan hanya suku cadangnya masih import dan model-model Hyundai yang akan dirakit di Indonesia tergantung volume permintaan. "Kami menargetkan kedua mobil ini terjual 1.000-2.000 pertahun," katanya.

Hyundai memang tengah memperkenalkan dua produk unggulan untuk pasar komersial, Hyundai Excel III dan Hyundai Starex Mover. "Peluang pasar komersial masih terbuka lebar di Indonesia tidak hanya taksi dan kendaraan komersial lainnya," terangnya.

Hyundai Excel III yang termasuk jenis taksi menggunakan mesin bensin berkapasitas sedan 1.396 cc dan dapat menyemburkan tenaga sebesar 108 Hp. Ukuran wheel base yang mencapai 2,570 m memungkinkan membawa penumpang dan muatan yang banyak.

Taksi Excel III menggunakan transmisi manual lima percepatan dan dilengkapi 1 Din - radio, CD, MP3, AUX, karpet karet, kaca film, dan garansi 3 tahun/ 100 Km. Model yang hanya tersedia dalam warna putih itu menggunakan MID (Multi Information Display) untuk mengetahui pemakaian bahan bakar dan fitur ECO Drive on demand untuk mengontrol mobil agar hemat bahan bakar "Fitur ini merupakan satu-satunya di kelasnya," katanya.

Kemudian, Multi Purpose Vehicle (MPV) Hyundai Starex Mover menggunakan mesin diesel 2.5 L turbo intercooler berkapasitas 2.500 cc yang dapat menyemburkan tenaga besar 170 PS. Dari sisi interior, Hyundai Starex Mover menggunakan A/C double blower, dual sliding door yang akan memudahkan penumpang keluar masuk dan ukuran ruang kabin yang luas.

"Sudah banyak yang menggunakan sedan Excel seperti operator taksi Cipaganti dan Borobudur. Jika MPV-nya banyak digunakan untuk mobil ambulan oleh rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, mitra Hyundai di China akan menarik hampir 100.000 mobil karena masalah airbag. Model yang ditarik adalah Yuedong Elantra keluaran 16 Maret 2008 - 25 Januari 2010. Menurut produsen, masalah utamanya adalah airbag pada model-model itu akan terbuka ketika mobil diparkir atau bergerak pada kecepatan lambat dengan seseorang di dalam.

Hyundai belum menentukan airbag mana yang terbuka. Sebelumnya, ada kasus airbag samping Cadillac CTS-V mengembang tak semestinya. Mobil-mobil akan mendapatkan pembaruan peranti lunak yang akan memperbaiki kesalahan. Juga, penarikan itu didorong oleh keluhan pemilik mobil yang terluka, tapi Hyundai tidak menyebutkan jumlah keluhan yang masuk.

BERITA TERKAIT

Permintaan Energi Listrik di Palembang Meningkat

Permintaan Energi Listrik di Palembang Meningkat NERACA Palembang - Permintaan energi listrik di Kota Palembang meningkat pesat pada tahun ini…

Ironis, Kelola Anggaran Daerah Belum Efektif dan Efisien - DANA TRANSFER DAERAH MENINGKAT

Jakarta – Sejak otonomi daerah digulirkan, kemandirian pemerintah daerah dalam mengelola anggaran daerah menjadi harapan besar bagi pemerintah pusat bisa…

Izin Usaha Akan Dicabut Jika Tak Patuhi Aturan HET

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi berupa pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit kepada…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

KKP Serukan Masyarakat Untuk Konsumsi Ikan Lokal

NERACA Jakarta - Puncak perayaan Hari Ikan Nasional yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah juga dilengkapi dengan seruan dari…

Dunia Usaha - Iperindo Sesalkan BUMN Pelayaran Masih Impor Kapal Bekas

NERACA Jakarta - Belum lama ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membeli enam kapal bekas dari luar negeri,…

Penilaian Kadin - TEI 2017 Buka Akses Pasar Ekspor Nontradisional

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa penyelenggaraan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 mampu…