BII dan JCB Internasional Kerjasama Kartu Kredit

NERACA

Jakarta - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menunjuk JCB International dalam peluncuran kartu kredit “BII Kartu Kredit JCB Platinum”. Perseroan mengklaim kartu kredit ini bisa diakses di lebih dari 75.000 merchant JCB di Indonesia dan 22 juta merchant di seluruh negara melalui jaringan merchant JCB di 190 negara.

Direktur Perbankan Konsumer BII, Stephen Liestyo mengatakan, dengan BII Kartu Kredit JCB Platinum, baik nasabah dari Indonesia maupun Jepang dapat menikmati layanan premium di kedua negara serta di negara lain. “Nasabah kedua negara dapat menikmati platform yang eksklusif, yang didisain khusus untuk gaya hidup istimewa, yang saya yakin akan memberikan kepuasan kepada nasabah,” lanjutnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (27/6).

Lebih jauh, Stephen menilai produk terbaru terkait kartu kredit ini ditujukan bagi nasabah premium, termasuk warga Indonesia yang bepergian ke Jepang dan warga Jepang yang bermukim di Indonesia. “Nasabah yang memiliki kartu kredit ini, tentu bisa memakainya lebih fleksibel dibanding produk setara dengan rival kami. Kartu kredit ini bisa diterima di lebih 75.000 merchant JCB di Indonesia dan 22 juta merchant di seluruh negara melalui jaringan merchant JCB di 190 negara”, terangnya.

Stephen juga mengklaim produk baru ini menjadi kartu kredit platinum pertama yang diterbitkan JCB International di Indonesia. JCB Indonesia merupakan anak perusahaan yang memiliki operasional internasional dari JCB, satu-satunya brand pembayaran global yang berpusat di Jepang.

Peluncuran kartu kredit terbaru BII ini secara simbolis dilaksanakan oleh Direktur Perbankan Konsumer BII Stephen Liestyo bersama Presiden Direktur PT JCB International Indonesia Yuichiro Kadowaki, di kantor pusat BII, Sentral Senayan III, Jakarta. **maya

BERITA TERKAIT

OJK Batasi Rasio Kredit Bermasalah Fintech Tak Lebih 2%

NERACA Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh perusahaan financial technology (Fintech) berbasis peer to peer (P2P) lending yang sudah…

MMI Luncurkan Produk RDPT dan KIK-DINFRA - Targetkan Dana Kelola Rp 61 Triliun

NERACA Jakarta – Pasca merilis produk investasi alternatif yakni Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA) dan Reksa Dana Pendapatan…

Ekonomi Pasar dan Pancasila

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef   Setelah amandemen UUD 1945 terakhir, dialektika ekonomi Indonesia berada dalam masa vakum karena…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Sempat Tertunda, BP Tapera Diharapkan Segera Beroperasi

      NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) diharapkan akan segera beroperasi setelah mengalami penundaan…

Belanda dan Denmark jadi Negara Paling Siap - Keamanan Finansial bagi Pensiunan

        NERACA   Jakarta - Populasi penduduk lanjut usia terus menjadi tantangan bagi pemerintah negara di seluruh…

BTN Dorong Generasi Milenial Jadi Pengusaha Properti

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendorong generasi milenial untuk menjadi pengusaha properti…