Pemerintah Akan Impor Minyak Mentah Langsung dari Irak - Kebutuhan Energi Fosil Semakin Tinggi

NERACA

Jakarta - Energi fosil, minyak dan gas (migas), masih menjadi andalan utama perekonomian Indonesia, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Pembangunan prasarana dan industri yang sedang giat-giatnya dilakukan di Indonesia, membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan yang sangat tinggi, melebihi rata-rata kebutuhan energi global, mengharuskan Indonesia untuk segera menemukan cadangan migas baru, baik di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri. Cadangan terbukti minyak bumi dalam kondisi depleting, sebaliknya gas bumi cenderung meningkat. Perkembangan produksi minyak Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga perlu upaya luar biasa untuk menemukan cadangan-cadangan baru dan peningkatan produksi.

Oleh karena itu, Indonesia bekerjasama dengan Irak terkait pengembangan potensi migas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik usai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman bidang energi dan sumber daya mineral antara Indonesia-Irak di Jakarta, Rabu (27/6) mengatakan, impor minyak mentah secara langsung tersebut akan menjamin kebutuhan kilang dalam jangka panjang serta meningkatan produksi minyak.

Lebih lanjut, Jero menjelaskan, dengan kerjasama tersebut juga memberikan peluang bisnis di masing-masing negara. ”Irak merencanakan peningkatan produksinya dari 3 juta barel per hari menjadi 10 juta barel per hari. Ini merupakan salah satu kesempatan Indonesia untuk ikut berpartispasi,” imbuhnya.

Kesempatan ini, lanjutnya, sangat penting bagi Indonesia jika dapat berpartisipasi karena produksi minyak di kilang-kilang Irak cukup besar, ada yang 1,8 juta barel per hari, ada pula yang 2,5 juta barel per hari. Kesepakatan lain dari pertemuan bilateral tersebut yaitu Indonesia akan mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang mengalami kekurangan produksi sekitar 300.000 barel per hari.

Bangun Kilang

Sementara, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo menambahkan, minyak mentah Irak bisa untuk kilang yang tengah direncanakan dibangun pemerintah di Plaju, Sumatra Selatan dengan kapasitas 300.000 barel per hari. "Impor minyak mentah dari Irak itu untuk kilang baru, termasuk kilang yang ada di Sumatera yang sedang dibangun," terangnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membangun kilang sendiri. Pemerintah menyiapkan dana Rp 90 triliun untuk investasi pembangunan kilang. Evita menuturkan, pembangunan kilang membutuhkan dua hal, dana dan kesinambungan pasokan minyak mentah ke kilang. "Untuk kilang di Sumatera membutuhkan sekitar empat hingga lima tahun lagi," jelasnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah pada kilang baru, impor minyak dari Irak juga dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kilang milik Pertamina. "Kemungkinan kilang Cilacap, tetapi kami lihat dulu, apakah kilang itu sudah memiliki long contract. Paling cepat akan impor dari Irak semester I/2013," lanjutnya.

Dijelaskan oleh Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Afdal Bahaudin bahwa pihaknya menargetkan sudah memperoleh minyak mentah dari Irak pada 2012 sebanyak 50.000 barel per hari. Setelah membicarakan harga dan spesifikasi minyak yang disepakati, Pertamina akanmemperbanyak impor minyak secara langsung dan mengurangi peran perantara seperti yang disarankan Pemerintah.

Selain Irak, Pertamina juga telah menjajaki impor minyak langsung dari Venezuela dan Kazakstan. Pada 2011, porsi pemasok minyak mentah ke kilang Pertamina sebanyak 900.000 barel per hari adalah produsen domestik 65%, impor langsung dari Saudi Aramco 13%, dan impor melalui Petral 22%.

BERITA TERKAIT

Kementan: Beras Impor Tidak Dijual Secara Umum

NERACA Jakarta-Kementerian Pertanian menegaskan impor beras sebanyak 500.000 ton masuk kategori beras khusus, yang ditujukan terutama untuk kebutuhan kesehatan, hotel,…

WSBP Bukukan Kontrak Rp 11,03 Triliun - Meleset Dari Target

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, pencapaian kontrak baru PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) meleset dari target. Dimana…

Cegah Flu Unta Meluas, WHO Sarankan Hindari Kontak Langsung

Menanggapi viralnya video Bachtiar Nasir yang meminum air kencing unta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Kemenkes mengungkapkan risiko terjangkit penyakit…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspansi Bisnis - Setelah ASEAN dan Asia Selatan, INKA Mulai Rambah Pasar Afrika

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) mulai merambah pasar di Benua Afrika sebagai ekspansi bisnis setelah memasarkan produk…

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…