Kampanye Jumantik

Upaya Mengurangi Penderita DBD

Sabtu, 07/07/2012

Melalui pengembangan kemitraan dan jejaring kerja multidisiplin dan lintas sector, kebijakan pemerintah di dalam pengendalian DBD yang berdasar pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan di antaranya melalui juru pemantau jentik (Jumantik).

NERACA

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat, pada 2010 merupakan salah satu provinsi dengan kasus DBD kedua tertinggi di Indonesia dengan 25.727 kasus. Sementara, hingga Desember 2011, Provinsi Jawa Barat merupakan Provinsi dengan kasus DBD (year to date) tertinggi yaitu, 13.971 kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr.Hj. Alma Lucyati,M.Kes, M.Si. MH.Kes memaparkan Angka kasus atau penderita DBD di Provinsi Jawa Barat dari tahun 2010 hingga tahun 2011 mengalami penurunan. Penurunan kasus merupakan indikasi yang baik, tetapi bagaimanapun juga upaya menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak tetap dibutuhkan.

“Angka Provinsi Jawa Barat tentu saja sangat terkait dengan angka Kota/Kabupaten. Sebagai informasi, pada 2010 terdapat 3.435 kasus,” tuturnya.

Alma mengatakan, kasus DBD di Kota Bandung ini adalah angka yang tertinggi di antara berbagai Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan 1180 penderita/kasus di Kabupaten Bandung. Artinya dibutuhkan upaya menyeluruh tidak melalui bicara tentang pengobatan, tetapi kita pun harus meningkatkan upaya pencegahan.

Kampanye itu melibatkan 4.500 jumantik di 15 (lima belas) kelurahan di kota/kabupaten. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada jumantik yang telah berpartisipasi dalam pelatihan, bersama kita berupaya menurunkan angka kasus DBD di kota/kabupaten masing-masing dan pada akhirnya menurunkan jumlah kasus di provinsi Jawa Barat.”

Kepala Pusat Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI dr. Lily S Sulistyowati mengatakan, dalam menangani DBD kita tidak hanya melakukan upaya kuratif (pengobatan), tetapi upaya promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan) menjadi poin penting dalam menurunkan angka kasus DBD di masyarakat, di mana Jumantik berperan sangat signifikan didalamnya.

Upaya pembangunan kesehatan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk swasta. Oleh karena itu, di tahun 2011 Kementerian Kesehatan RI melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan 23 pihak swasta termasuk Glaxo Smith Kline (GSK).

Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dari GSK adalah kampanye Penanggulangan DBD dengan menggerakkan para Jumantik untuk memberikan pemahaman mengenai DBD kepada masyarakat, sehingga diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD dapat dicegah.

Pentingnya peran jumantik dalam mengendalikan DBD menjadi program atau kegiatan nasional, demikian menurut Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2), Kemenkes RI; dr. Rita Kusriastuti, M.Sc.

Melalui pengembangan kemitraan dan jejaring kerja multidisiplin dan lintas sektor, kebijakan pemerintah di dalam pengendalian DBD yang berdasar pada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan di antaranya melalui Jumantik.

Juru pemantau jentik bertugas memeriksa genangan-genangan air di dalam maupun luar rumah, menemukan larva yang terdapat di dalam tempat-tempat yang dapat menampung air, mengindentifikasi rumah-rumah yang tidak berpenghuni dan mengajak pemilik rumah atau bangunan untuk berpartisipasi dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara teratur. Peran Jumantik atau kader sangat penting untuk menggerakkan peran serta masyarakat dalam gerakan Pengendalian DBD.

General Manager Glaxosmithkline Indonesia, Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, Di tahun ke empat ini, GSK mengukuhkan komitmennya dalam pengendalian DBD melalui penandatangan MoU dengan Kementerian Kesehatan dan diwujudkan dalam pelaksanaan kampanye Tepat Tangani Demam Berdarah melalui Pelatihan Kader Jumantik.

”Alasan kenapa kami menyasar para Jumantik adalah karena mereka salah satu ujung tombak dari pengendalian DBD,” katanya.

Kecepatan dan ketepatan di dalam mengenali gejala demam dan DBD tentu saja akan mengurangi risiko kematian akibat DBD.

Sejak 2008, GSK telah menjalankan kampanye edukasi pencegahan dan penanganan DBD di 48 lokasi di DKI Jakarta, dengan jumlah peserta pelatihan yang mencapai 9.718 orang sebagai salah satu upaya membantu menurunkan tingkat kejadian DBD di Jakarta.

Adapun target dari program kampanye tahun 2012 ini adalah 4.500 orang Jumantik yang tersebar di 15 kelurahan di kota dan kabupaten Bandung dengan tingkat kasus DBD relatif tinggi, yaitu Cipamokolan, Geger Kalong, Manjah Lega, Sarijadi, Margasari, Sukajadi, Sukamiskin, Sekejati/ Buah Batu, Babakan Sari, Antapani Kidul, Bale Endah, Soreang, Dayeuh Kolot, Katapang, dan Cingcin.

Pelatihan Jumantik ini dilaksanakan pada 1 Mei – 28 Juni 2012. Untuk memotivasi para jumantik dan apresiasi terhadap kerja keras mereka, GSK juga akan menggelar pemilihan Jumantik Teladan yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2012 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Pelatihan dengan target peserta Jumantik dan calon Jumantik tingkat kelurahan ini berfokus pada tema seputar pengenalan dan pencegahan DBD untuk memperkuat pemahaman mengenai penyakit DBD itu sendiri, dan cara edukasi Jumantik kepada masyarakat karena GSK melihat potensi Jumantik untuk dikembangkan keahliannya sebagai pemantau demam berdarah.

Menurut dia, pada akhirnya para jumantik itu diharapkan dapat memberikan penyuluhan dan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menangani demam yang diderita dan memeriksakan anak yang menderita demam ke dokter.

Pentingnya pencegahan dan penanganan DBD menjadi sebuah bentuk kepedulian Panadol Anak kepada masyarakat umum, karena Panadol Anak mengandung Parasetamol yang juga direkomendasikan oleh WHO untuk penanganan demam, terutama DBD. Penggunaan parasetamol pada anak dengan demam dianjurkan jika demam telah mencapai lebih dari 38,5 derajat celcius. Dengan kandungan parasetamol murni, Panadol untuk anak bekerja cepat menurunkan demam, aman untuk digunakan dalam mengatasi demam biasa dan demam pada DBD.

Topik Terkait

jumantik artinya