Bisnis Game Online

Publisher Lokal Ketinggalan, Publisher Asing Cengkeram Indonesia

Sabtu, 14/07/2012

Dalam 2-5 tahun ke depan, bisnis game online di Indonesia diprediksi akan terus berkembang seiring dengan semakin mudahnya masyarakat mengakses internet yang didukung pula oleh besarnya jumlah penduduk.

NERACA

Pada tahun 2011, nilai pasargame online bisa mencapai US$ 30 juta. Pertumbuhan nilai industri ini pun bisa sangat fantastis, per tahun bisa mencapai di atas 50%. Nilai ini bukan tidak mungkin karena paragamerdi sini jumlahnya sangat besar dan selalu tumbuh signifikan tiap tahunnya. Sayangnya, dengan adanya peluang pasar yang amat besar, belum banyak publisher game lokal turut menikmati “kue lezat” di bisnis ini.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum Aspiluki (Asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia), Djarot Subiantoro. Dia mengatakan, lebih dari 80% pangsa pasar game online masih dikuasai game buatan asing.

Ini dikarenakan, publisher lokal masih banyak mengembangkan game secara offline, hanya sedikit yang online. Namun dirinya tidak menampik jika dilihat dari sisi kreativitas dan kemampuan teknis, keduanya tidak banyak berbeda.

Permasalahannya terletak dari sisi pengelolaan sebagai bisnis dan model bisnis, sambung dia, publisher lokal masih ketinggalan. Pengembang game lokal masih berpikir jangka pendek, sementara pengembang game global memiliki visi jangka panjang.

Asing Masuk

Untuk memperluas jangkauan pemasarannya, publisher asing mulai melirik Indonesia sebagai target pasar produk buatan mereka. Para publisher ini melihat peluang dari sisi yang lain, bukan karena kemampuan dan kualitas game buatan lokal, tapi lebih karena faktor lain.

Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 230 juta jiwa merupakan pasar potensial bagi industri game online. Dipacu dengan semakin mudahnya akses internet dan tingginya kepemilikan seluler menjadikan negara ini sebagai pasar empuk bagi publisher game.

Dengan meningkatnya komunitasgamersdi Indonesia yang cukup tinggi telah membuat publisher game onlineasing menjadi tergiur untuk membidik Indonesia sebagai target pasargamebuatan mereka.

Managing Director PT Asiasoft, Suyudi mengatakan, besarnya komunitasgamersyang ada di Indonesia menjadikan bertambahnya minat parapublisher game onlinedari luar negeri untuk menancapkan kukunya di Indonesia.

“Potensi bisnisgame onlinedi Indonesia cukup besar. Sekarang ini banyakpublisher gamedari luar yang merambah ke Indonesia, soalnya mereka melihat potensi pasargamedi Indonesia sama seperti apa yang kami lihat,” katanya.

Menurut Suyudi, minat yang tinggi daripublisheritu, karena ekonomi Indonesia tetap tumbuh tinggi, sekalipun di kawasan Eropa terjadi krisis ekonomi yang diperkirakan akan menghambat pertumbuhan.

“Ekonomi Indonesia yang tumbuh itulah yang membuatpublisheroptimistis untuk melakukan investasi baru,” ungkapnya.

Selain perekonomian Indonesia yang tetap tumbuh, lanjut dia, pendorong lainnya yang membuat parapublisher gamemelirik Indonesia sebagai pasargame onlineadalah besarnya jumlah penduduk Indonesia dan masih sedikitnya pengguna internet dibandingkan dengan luar negeri.

“Selain itu, internet semakin murah, harga PCpersonal computerjuga semakin murah, itu semua menunjang pasargame online,” tambahnya.

Kondisi tersebut di atas membuat Indonesia menjadi incaran parapublisher game onlinedari luar negeri. Sekarang ini, setidaknya ada sekitar 30 pemain besar game online di negara ini. Dari angka itu, diperkirakan sekitar 60% adalah pemain lokal.

Karena itu, kata Suyudi Koeswanto, dengan hadirnya parapublisher game onlinedari luar negeri yang siap bersaing denganpublisherlokal menambah semaraknya bisnisdi Indonesia. Selain itu juga memberikan angin segar kepada para gamer di Indonesia karena akan semakin banyaknya variangameyang dapat mereka mainkan.

Suyudi menambahkan, Asiasoft selakupublisher game onlineterbesar se-Asia Tenggara mempunyai cabang di lima negara yaitu Vietnam, Malaysia, Filipina, Indonesia, Singapura dan berpusat di Thailand.

“Jadi Asiasoft hadir di Indonesia dengan membawa misi untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan pangsa pasargame onlinedi tanah air dengan komitmen akan menghadirkangameyang berkualitas,” kata dia.

Games FPS

Untuk menembus pasar di Indonesia, Asiasoft dari Thailand, publisher game online terbesar Asia Tenggara masuk ke Indonesia dengan meluncurkanValiance of Valiant Arms(AVA) online yang merupakan sebuah game bergenreMassive Multiplayer Online First Person Shooter(MMOFPS).

Suyudi Koewanto mengatakan, Asiasoft sebelumnya berhasil dengan game AIKA, Sudden Attack kini Asiasoft meluncurkan game bergenre FPS(First Person Shooter)yang mendapat pengakuan sebagai game FPS terbaik saat ini dari para gamer di seluruh dunia.

AVA Online ini merupakan game yang bergenre FPS yang dikembangkan oleh Redduck Studio, anak perusahaan Neowiz Games dari Korea Selatan.

“AVAOnlineini sangat berbeda dengan beberapa judul game FPS yang sudah ada di Indonesia, dan AVAOnlineini diakui sebagai salah satuFree-To-PlayFPS terbaik saat ini dan telah memenangkan Korean Game Award ketika pertama kali di rilis di Korea Selatan,” katanya.

Andri Agam mennyarankan kepada para gamers yang ingin bermain game AVA online harus berumur 18 tahun ke atas. “Ada tanggung jawab sosial kami sebagai company, karena game ini kurang baik untukunder age,” tambah Andri.

Sementara itu, Chairman of Asiasoft Corporation Plc, Sherman Tan mengharapkan peluncuran game baru AVA online ke Indonesia akan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat Indonesia.