Tren Pengguna Internet Di Indonesia

Sabtu, 07/07/2012

NERACA

Hasil Studi Net Index mengidentifikasi empat tren signifikan perilaku pengguna internet di Indonesia.

Yahoo! Inc. perusahaan media digital terkemuka mengumumkan hasil studi tahunan Yahoo! TNS Net Index keempat, suatu studi inovatif mengenai perilaku pengguna internet yang juga menyajikan gambaran besar strategis mengenai pengguna internet di Indonesia.

Country Ambassador and Sales Director Yahoo! Indonesia Roy Simangunsong mengatakan, dengan riset tersebut, tenaga pemasaran dapat membidik target pasarnya dengan lebih efektif .

“Seiring dengan bertumbuhnya generasi muda Indonesia yang fasih menggunakan perangkat digital dan mobile, pemahaman yang mendalam atas kebiasaan mereka mengakses media sangat penting,” tambahnya.

Popularitas penggunaan telepon seluler (ponsel) di Indonesia selama dua tahun terakhir menjadi penggerak utama pertumbuhan penggunaan internet di Indonesia, sehingga ponsel menjadi media kedua paling banyak digunakan (55%) setelah televisi (100%). Ponsel, yang kini mengambil alih peran warung internet (warnet) sejak tahun lalu, kini menjadi alat mengakses internet yang dominan (62%).

Menurut Head of Insights for India and Southeast Asia David Jeffs, pengaruh ponsel sebagai “layar ketiga” yang sangat diperlukan setelah televisi dan komputer, menunjukkan pentingnya hal ini diintegrasikan oleh pengiklan sebagai bagian kampanye mereka.

Tren lain yang berkembang, lanjut David, adalah pertumbuhan kepemilikan telepon pintar dan konsumsi konten terkait hiburan yang meningkat.

“Pemasar perlu secara proaktif mempersiapkan strategi untuk meningkatkan teknologi yang ditawarkan perangkat mobile ini untuk menjangkau dan berhubungan dengan khalayak utama mereka dalam waktu dekat,” tambahnya.

Berdasarkan Hasil Studi Net Index juga menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk mengakses internet melalui ponsel meningkat dari 8 jam per minggu pada 2011 menjadi 10 jam per minggu pada 2012, yang menunjukkan peningkatan keterlibatan pengguna.

Hal ini sebagian disebabkan oleh peningkatan signifikan pemilikan telepon pintar (smartphone) (20%), di mana pengguna mulai menghabiskan waktu dengan kegiatan dengan keterlibatan tinggi seperti menjelajah internet, mencari konten serta informasi melalui ponsel mereka. Sementara ponsel dengan beragam fitur masih mendominasi, penetrasinya telah menurun 10% sejak tahun lalu.

Pertumbuhan internet juga dikaitkan dengan bergesernya demografi di mana grup dengan usia yang relatif lebih tua (30-50 tahun) mulai ikut menggunakan internet di Indonesia. Misalnya, penggunaan internet di kategori kalangan usia 35-39 tahun meningkat menjadi 52% tahun ini dari 13% empat tahun yang lalu.

Pertumbuhan secara signifikan lebih tinggi terlihat di kota besar seperti Semarang (43%), Palembang (64%) dan Makassar (59%) di mana pengguna mulai beralih ke internet mobile.

Internet untuk Hiburan

Liburan dan hiburan masih tetap menjadi inti dari semua kegiatan online. Menurut data Studi Net Index Konten hiburan dan liburan, khususnya berita hiburan dan selerbriti (40%), mengunggah dan mengunduh data musik (39%) menunjukkan pertumbuhan maksimal.

Penggunaan layanan mesin pencari pun naik dari 70% tahun lalu menjadi 75% pada 2012 ini, sebagian besar didorong oleh pengguna muda yang menggunakan internet untuk mencari gambar (76%), musik atau audio (43%) dan video (33%).

Hal yang menarik adalah sesudah menyaksikan peningkatan tajam baru-baru ini, penggunaan jejaring sosial malah menunjukkan tidak banyak pergerakan pada 2012. Berkembangnya “sosialisasi selektif‟ yang menonjol pada hasil studi Net Index tahun lalu terus menguat dengan hampir setengah pengguna jejaring sosial mulai merasionalisasi jaringan dan grafik sosial mereka.

Technical Advisor TNS Indonesia, Hansal Savla mengungkapkan, riset ini dilakukan terhadap 3.365 responden di berbagai kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Yogyakarta, dan Denpasar. Penelitian dilakukan sepanjang Desember 2011 sampai Januari 2012.