Berkah Kinerja Keras, BW Plantion Panen Dividen - Bagikan Dividen Rp 48,06 Miliar

NERACA

Jakarta – Berkah dari prestasi kinerja yang mengalami pertumbuhan, membawa hasil bagi emiten sawit PT BW Plantation Tbk (BWPT) untuk menuai untung berupa dividen. Rencananya, perseroan akan membagikan dividen 2011 sebesar Rp 48,06 miliar dengan Rp 12 per saham.

Direktur Utama PT BW Plantation Tbk Abdul Halim Ashari mengatakan, jumlah dividen 2011 yang akan dibagikan perseroan sebesar 15% dari laba bersih 2011 senilai Rp 320,39 miliar, “Pembagian dividen sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham dan rencananya akan dibagikan sekitar Agustus 2012,”katanya di Jakarta, Selasa (26/6).

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan penjualan naik 24,7% menjadi Rp 888,30 miliar pada 2011 dari 2010 senilai Rp 712,17 miliar. Laba bersih naik 31,25% menjadi Rp 320,39 miliar. Pada tahun buku 2010, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 9 per saham atau Rp 36,3 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 15% dari total laba bersih 2010 sebesar Rp 243,5 miliar.

Kemudian laba bersih PT BW Plantation Tbk sepanjang tahun lalu meningkat 32% menjadi Rp 320,38 miliar dari Rp 243,588 miliar pada 2010. Sejalan dengan itu, EBITDA perseroan juga naik 31% menjadi Rp 537,3 miliar dari Rp 410,26 miliar pada 2010. Margin perseroan juga naik 3% menjadi 61% dari tahun sebelumnya 58%.

Selain itu, BWPT bakal menambah kepemilikan lahan baru seluas 30-50 ribu hektare di Kalimantan. "Kami masih mengkaji. Intinya kami tidak akan melepaskan kesempatan yang muncul," ujar Abdul Halim.

Maka untuk mendukung itu, pihaknya telah menyiapkan dana sekitar Rp 265 miliar untuk investasi akuisisi. Perseroan juga sudah mengkaji perizinan dari pemerintahan daerah, termasuk harga lahan melalui negosisasi.

Halim menjelaskan dari total dana yang disiapkan, sebesar Rp 175 miliar di antaranya sudah digunakan untuk mengakuisisi anak usaha baru. "Jadi sisanya itu untuk penambahan lahan baru tadi. Ya. kalau dana cukup berarti kami bisa ambil 50 ribu hektare," ujarnya.

Belanja Modal

Tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 1,14 triliun. Hingga kuartal I, perseroan telah merealisasikan penggunaan capex sebesar Rp 440 miliar. Dana itu digunakan perseroan untuk pengembangan lahan tertanam yang belum menghasilkan dan penanaman tanaman di landbank yang baru diakuisisi.

Saat ini, BW Plantation memiliki lahan sekitar 105 ribu hektare lahan, naik dari sebelumnya sebesar 94 ribu hektare. Dari jumlah tersebut lahan tertanam mencapai 62.699 hektare, sedangkan lahan menghasilkan 27.627 hektare.

Sebagai informasi, perseroan telah mengantongi fasilitas kredit investasi dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 800 miliar. Jangka waktu sampai dengan 8 Februari 2020 mendatang."Penggunaan dana untuk ekspansi berupa penanaman area baru di area perusahaan dan penambahan land bank," kata Direktur BW Plantation, Pointo Pratento.

Tingkat bunga pinjaman ini sekitar 10% per tahun. Selanjutnya, akan di review setiap saat untuk disesuiakan dengan suku bunga yang berlaku saat itu. Atas fasilitas ini, anak perusahaan belum menarik dana atas fasilitas kredit tersebut. "Transaksi pinjaman ini dimaksud termasuk pengecualian yang dikategorikan tidak termasuk transaksi material," papar Pointo. (didi)

BERITA TERKAIT

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

SSIA Kantungi Pinjaman Rp 760 Miliar

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) baru saja mendapatkan fasilitas pinjaman dari salah satu entitas usahanya, PT Karsa Sedaya Sejahtera…

NRCA Bukukan Dana Segar Rp 189,5 Miliar

PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) tahun ini tampaknya bakal menorehkan kinerja keuangan yang ciamik. Pasalnya, perseroan baru saja mendapatkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Kapitalisasi Pasar - BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Gandeng Perusahaan Cina - ELTY Garap Proyek di Jakarta dan Surabaya

NERACA Jakarta - Memanfaatkan geliat pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut ambil bagian…

Ramaikan Pasar Reksadana di 2018 - Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…