Saham Bakrie Telcom Dijual Mahal Rp 265 Per Saham - Kembangkan Usaha

Neraca

Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) telah menjual sahamnya kepada PT Bakrie Global Ventura, perusahaan terafiliasinya di harga Rp265 per saham. Harga saham anak usaha Grup Bakrie di jual lebih tinggi dari harga pasar sebesar Rp198 per saham.

Wakil Presiden Direktur BTEL Jastiro Abi mengatakan, total jumlah saham tambahan yang berasal dari pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD adalah sebanyak 566.037.736 lembar saham. Dengan demikian, perseroan mengantongi dana segar sebanyak Rp150 miliar.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/6). Disebutkan, modal disetor dan ditempatkan BTEl sebelum transaksi berjumlah 28,48 miliar lembar saham.

Jumlah penambahan modal disetor dan ditempatkan perseroan tanpa HMETD adalah sebesar Rp566.037.736 saham, sehingga total modal perseroan menjadi 29 miliar lembar saham. Dengan transaksi tersebut, Bakrie Global Ventura memiliki sebanyak 1,95% dari seleuruh saham perseroan.

Catatkan Rugi

Sebagaimana diketahui, Bakrie Telecom mencatatkan rugi neto sebesar Rp355,6 miliar pada kuartal I-2012. Berarti, rugi perseroan melonjak sampai 765,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,1 miliar.

Direktur Utama BTEL Anindya Novyan Bakrie pernah bilang, terpuruknya kinerja perseroan ini lantaran pendapatan usaha yang juga turun. Pendapatan jasa telekomunikasinya saja turun sampai Rp614,35 miliar dibandingkan periode sebelumnya Rp830,9 miliar. Alhasil, pendapatan usaha neto perseroan juga turun sampai Rp526,6 miliar dari sebelumnya Rp717,9 miliar.

Lalu beban usaha perseroan tercatat sebesar Rp696,97 miliar, sebagai perbandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya beban usaha ini sebesar Rp704,98 miliar. Alhasil, perseroan mencatatkan rugi usaha perseroan mencapai Rp170,37 miliar dibandingkan sebelumnya yang mencatatkan laba usaha Rp12,96 miliar.

Kondisi ini diperparah lagi dengan rugi kurs yang mencapai Rp56,46 miliar. Padahal sebelumnya perseroan mendapatkan untung dari kurs sebesar Rp115,87 miliar. Tak hanya itu, beban keuangan perseroan juga tercatat cukup besar, Rp210,2 miliar. Naik dari sebelumnya yang sebesar Rp200,6 miliar.

Di sisi lain, posisi kas dan setara kas anak usaha Kelompok Usaha Bakrie ini melorot sampai Rp215,29 miliar pada Maret 2012 dibandingkan Maret 2011 yang sebesar Rp802,3 miliar. Serta total aset perseraon juga turun jadi Rp12 triliun dari sebelumnya Rp12,2 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Empat Anak Usaha BYAN Raih Kontrak PKP2B

NERACA Jakarta - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan Kementerian ESDM telah menandatangani amandemen perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B)…

Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham - Ramaikan Pasar Reksadana di 2018

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…

BEI Sebut Ada 32 Saham Tidur di 2017

Di balik geliatnya industri pasar modal dan pertumbuhan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terus mencatat rekor baru, rupanya masih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…