Peluang Bisnis Mobile Cloud Besar - Peran Serta Semua Stakeholder Mutlak Diperlukan

Layanan mobile cloud tidak hanya membuka peluang bisnisbesar namun juga tak terbatasbagi operator telekomunikasi dan perusahaan IT lainnya, oleh karena itu peran serta semuastakeholdermutlak diperlukan.

NERACA

Cloud Computingatau lazim disebut komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputasi dan pengembangan berbasis internet (awan) di mana informasi secara permanen tersimpan di server internet, sementara di komputer pengguna (client) termasuk pada desktop, komputer tablet, notebook, gadget dan lainnya.

Melalui sebuah model utilitas, teknologi ini menjadi alternatif yang sangat potensial untuk digunakan dalam sistem TI pada industri di seluruh dunia.

Pasar komputasi awan tengah berada dalam kurva pertumbuhan pesat dan semakin banyak perusahaan yang akan menjadikan cloud sebagai prioritas pada tahun-tahun mendatang. Hal itu ditunjukkan adanya peningkatan permintaan dari perusahaan lokal yang mulai memahami lebih banyak model aplikasi dan adanya kesempatan untuk mengurangi biaya dan mendorong terciptanya efektivitas.

Oleh karena itu,sejalan dengan peningkatan kebutuhan akses internet setiap saat di manapun dan kapan pun,peluang darimobile cloudtidak hanya besar namun juga tak terbatas.

Untuk di Indonesia sendiri, fenomenamobile cloudcukup mendapat perhatian dari para pemain besar IT, terutama para operator telekomunikasi yang memang menjadi ujung tombak dalam penyediaan akses darimobile cloud.

Menurut Direktur IT Solution and Strategic PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Indra Utoyo, bisniscloud computingdi Indonesia sudah menunjukkan geliat yang lumayan besar, hanya saja harus segera diikuti dengan regulasi.

"Kami memperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan nilai bisniscloud computingdi Indonesia akan semakin membesar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan akan akses jaringan internet," kata Indra.

Sementara itu pendiri Indonesia Cloud Forum (ICF) Teguh Prasetya mengatakan, pertumbuhan bisniscloud computingdi Indonesia sejak 2011 hingga kini didominasi tumbuhnya implementasiprivate clouddi kalangan korporasi besar. Sedangkan untuk sektor industri kecil (UMKM) tingkatawareness-nya baru mencapai 3% saja.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh ICF bersama dengan MARS Indonesia, Teguh mengatakan, pada tahun-tahun mendatang pelaku bisnis UMKM masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat tinggi, di mana dengan potensi pengakses internet di Indonesia yang kebanyakan menggunakan perangkat mobile seperti smartphone, netbook, dan tablet yang mencapai 72 juta pengakses.

Di Indonesia belum terungkap secara pasti besarnya nilai pasarcloud computing, namun di tingkat global ICF mencatat dengan pertumbuhan per tahun rata-rata 25 %, total marketcloud computingdunia pada 2010 sebesar US$ 3 miliar. Jika digabungkan dengan besaran pasarmobilesekitar 155 miliar dengan rata-rata kenaikan 10 % per tahunnya, tentu akan membuat laju pertumbuhancloud computingmaupunmobile businessmembesar secara signifikan.

Kolaborasi Berbagai Pihak

Untuk membangun ekosistemmobile cloudmemang tidak bisa dilakukan sendiri. Peran serta semuastakeholdermutlak diperlukan. Sejalan dengan prospek pertumbuhan bisnis di Indonesia, Operator telekomunikasi bersama dengan perusahaan teknologi informasi sepakat mengembangkan layanancloud computingberbasis jaringan bergerak di Indonesia.

"Untuk mengembangkancloud computing,dibutuhkan kolaborasi antara operator telekomunikasi, perusahaan IT dan regulator," kata Direktur IT Solution and Strategic PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Indra Utoyo, usai seminar bertajuk "Cloud Goes Mobile, Are U Ready?," di Jakarta, Rabu.

GM Cloud and Machine to Machine Technology PT XL Axiata Tbk, Arkav Juliandri menilai, operator telekomunikasi harus bisa ikut berkolaborasi menjadi bagian dari ekosistem baru ini dengan memosisikan diri menjadicloud service provider.

Sementara Director and Chief Wholesale Infrastructure Officer PT Indosat Tbk, Fadzri Sentosa, mengatakan tantangan untuk berinovasi dimobile cloudsudah dilakukan Indosat dengan memberi ruang berkreasi bagi para pengembang aplikasi lokal.

"Ini merupakan salah satu ekosistem yang kami jaga keseimbangannya," kata Fadzri.

Sedangkan Country Cloud Leader IBM Indonesia Kurnia Wahyudi mengatakan, yang perlu dicermati darimobile cloudini adalah tren jejaring sosial yang kian membutuhkanbandwidthcukup besar untuk mengakses video dan multimedia.

"Ini menjadi tantangan tersendiri di dalam negeri, di mana layanan broadband internet, apalagi dari perangkat mobile, masih sangat terbatas untuk menunjangsocial mobile cloud," ujar dia.

Di samping itu, kesiapan dari vendor penyedia chipset dari smartphone yang siap untukmobile cloud juga mutlak diperlukan. Senior Director and Country Manager Qualcomm Indonesia, Benhard Siagian mengatakan bahwa pihaknya siap denganextensive rangeSnapdragon S1, S2, S3 dan S4 untuk menunjang semua kebutuhan perangkat mobile cloud.

Produsen chipset “otak” untuk ponsel ini telah memperkenalkan serial prosesor Snapdragon generasi keempat. Yakni prosesor berkekuatan hingga 2.5GHz dengan varian single core, dual core, dan quad core.

Dia mengatakan bahwa chipset generasi keempat tersebut akan hadir di 120 perangkat dengan aneka merek yang menurut rencana mulai beredar pada akhir tahun 2012 dan awal 2013.

“Chipset Snapdragon generasi baru tersebut lebih cepat 80%, lebih responsif hingga 70 fps, dan kinerja Java script 70% lebih baik,” kata Benhard.

Fitur yang diberikan, lanjutnya, antara lain mampu merekam video 1.080 p HD, bermain game 3D, berbagi konten dengan kecepatan cahaya, dan berganti aplikasi tanpa jeda.

Hingga kini, Qualcomm telah berhasil mengapalkan 7 miliar chipset yang tersebar melalui berbagai partner prinsipal produk ponsel.

"Internet dan mobile sudah menjadi kebutuhan dasar dan jadi bagian dari kehidupan kita. Di Qualcomm sendiri, semua telah disiapkan dengan matang. Kami siap untuk bantushiftingke evolusi berikutnya di mobile cloud," tambah Benhard.

Keamanan dan Privasi

Di sisi lain, peranan pemerintah sebagai badan regulator pun tak kalah pentingnya.Agar data tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak lain yang berada di luar dan dalam teritori Indonesia, maka diperlukanlah suatu kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah demi keamanan data nasional, data kepemerintahan, dan transaksi antarpemerintah selaku sektor publik dengan masyarakat.

Kepala Sub Teknologi dan Infrastruktur Ditjen Aptika Kominfo, Nooriza mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan aturan melalui Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyelenggaraan Informasi dan Transaksi Elektronik (PITE) tentang isu keamanan dan privasi di cloud computing.

“kebijakan ini diterbitkan demi keamanan data nasional, data kepemerintahan, dan transaksi antar pemerintah selaku sektor publik dengan masyarakat.Aturan tersebut bakal menjadi pengaman bagi berlangsungnya penerapan teknologi tersebut,” tambahnya.

Related posts