Beli 10 Kapal, Wintermar Rencanakan Rights Issue - Nilai Investasi Capai US$ 80 Juta

NERACA

Jakarta - Emiten pengelola armada kapal di bidang industri energi, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) pada semester II tahun ini akan mendatangkan 10 kapal baru. Penambahan armada yang dilakukan perseroan seiring dengan perolehan kontrak-kontrak pelayanan jasa angkutan laut lepas pantai bagi industri minyak dan gas.

Direktur Utama Wintermar Offshore Sugiman Layanto mengatakan, 10 kapal tersebut terdiri dari 3 kapal high values, dan 7 kapal middle values. Harga satu unit kapal high values sekitar US$15 juta, sedangkan satu unit kapal middle values sekitar US$4 juta-US$5 juta. "10 kapal tersebut direncanakan datang pada semester II tahun ini," katanya di Jakarta, Selasa (26/6).

Dia menuturkan, pelaksanaan penambahan armada kapal akan dilakukan dengan pembiayaan baik dari penerbitan surat hutang atau fasilitas pembiayaan bank maupun non bank. Untuk membeli 10 kapal tersebut perseroan menyiapkan dana sebesar US$ 80 juta dan sumber pendanaan berasal dari kas internal sebesar 30% dan eksternal sebesar 70%.

Asal tahu saja, tahun lalu perseroan telah menambah 13 kapal senilai US$ 70 juta. Maka dengan penambahan armada ini, sampai dengan akhir 2012 jumlah kapal yang dimiliki perseroan sebanyak 67 kapal.

Dia menambahkan, perseroan juga menetapkan kebijakan untuk menjual kapal yang termasuk dalam kategori kapal bernilai rendah, sehingga di kemudian hari kapal-kapal yang dimiliki perseroan seleruhnya memberikan kontribusi yang relatif tinggi dan merata terhadap pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Dengan begitu, keberadaan tiga kapal high value baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan hingga 60%. Menurut Sugiman, pihaknya optimis pendapatan perseroan juga akan mengalami pertumbuhan. “Kami optimis bahwa pendapatan akan naik sebanyak 30% dari pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp 1,02 triliun, ungkapnya.

Bagi Dividen

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Wintermar Offshore Marine Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5 per saham atau sebesar Rp 17,82 miliar untuk tahun buku 2011. Angka ini setara dengan 13,5% dari laba komperhensif perseroan yang totalnya mencapai Rp 132 miliar.

Menurut Komisaris Utama WINS Jonathan Jochanan, sisa laba sebesar Rp1 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan. Sementara sisanya sekitar Rp 113 miliar akan diperuntukan sebagai laba ditahan untuk kepentingan ekspansi. Pembagian dividen akan dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2012.

Selain itu, Jonathan menuturkan, dalam RUPST juga disetujui berencana akan menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada semester II nanti. "Jumlah saham yang akan diterbitkan sebesar 306 juta lembar saham," jelasnya

Namun Jonathan belum bisa menguraikan nilai dari saham yang diterbitkan tersebut karena tergantung harga saham saat penerbitan. Selain penerbitan saham baru, pihak WINS berencana akan menerbitkan convertible bond senilai US$10 juta.

Nantinya, seluruh dana yang dihasilkan dari dua aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk antisipasi kebutuhan dana tambahan bila ada kontrak baru pembelian kapal. "Bukan masuk dana capex," ujarnya. (didi)

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan INTP Capai 1,7 Juta Ton

NERACA Jakarta - Hingga Oktober 2017, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan sebesar 1,7 juta ton semen…

Progres Pabrik CLEO di Pandaan Capai 95%

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) sedang merampungkan penambahan kapasitas produksi pabrik air minum dalan kemasan (AMDK). Ekspansi pada pabrik yang…

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton NERACA Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sampai Oktober 2017 mencapai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…