Bangun Gedung Tertinggi di Indonesia, SCBD Telan Dana Rp 18 Triliun.

NERACA

Jakarta - PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD) berencana bangun proyek properti Signature Tower mulai akhir tahun 2012. Gedung itu nantinya akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp 18 triliun.

Juru Bicara Danayasa Arthatama, Agung R Prabowo mengatakan, besarnya nilai investasi mega proyek tersebut menjadi alasan bagi perseroan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun 2011, “Kita memutuskan semua laba 2011 ditetapkan sebagai laba ditahan. Karena membutuhkan investasi untuk beberapa proyek,”katanya di Jakarta, Selasa (26/6).

SCBD yang merupakan perusahaan milik Tomy Winata ini akan membangun properti mix used mulai akhir tahun ini . Terdiri dari perkantoran, hotel dan juga mal sebagai kawasan niaga. Nilai investasi itu, kata Agung, dipastikan hanya untuk pembangunan konstruksi. Hal ini lantaran perseroan telah memiliki lahan seluas 5,5 hektare.

Agung menegaskan, nantinya seluruh bagian gedung Signature Tower itu akan disewakan kepada masyarakat. “Semua produk properti di proyek itu bakal disewakan alias tidak ada strata title,” tambahnya.

Nilai investasi yang besar juga mendorong SCBD mengincar pendanaan eksternal berupa pinjaman bank. Sejauh ini perseroan tengah melakukan penjajakan, opsinya bisa melibatkan sindikasi perbankan. "Sebagian juga menggunakan kas internal kita, komposisinya juga sedang dibicarakan, bisa 30:70 atau bisa juga lainnya, 40:60," ungkapnya.

Cari Pinjaman

Perseroan dipastikan tidak mencari pendanaan dari pasar modal seperti obligasi untuk pembangunan ini. Sebagai informasi, proyek Signature Tower direncanakan memiliki tinggi hingga 111 lantai yang akan berdiri setinggi 638 meter.

Dipastikan akan menjadi gedung tertinggi di Indonesia dan saat ini masih dalam proses desain. Sebelumnya pada tanggal 21 Mei 2012 yang lalu, Artha Graha Network melalui anak perusahaan PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD), telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan MGM Hospitality di Las Vegas, Amerika Serikat untuk membangun proyek gedung ini.

Proyek itu berada di lot 6-8 merukawasan SCBD yang saat ini berdiri Automall dan Semanggi Futsal dan sebagian untuk parkir kendaraan. Perseroan mengaku tidak kesulitan untuk mulai membangun lantaran bangunan yang telah berdiri di sana merupakan bangunan sementara."Itu semua bangunan sementara. Kita sudah mendesain awal sejak SCBD berdiri memang untuk membangun gedung itu di sana. Jika realisasi memulai konstruksi pada akhir 2012, maka perseroan bakal menuntaskan pada 2017 alias membutuhkan waktu 5 tahun,” jelas Agung.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba bersih perseroan tahun lalu turun 63,78% menjadi Rp 72,7 miliar dari periode sebelumnya Rp 141,5 miliar. Laba per saham juga turun dari Rp 23,02 per lembar menjadi Rp 8,34 per lembar. Sementara pendapatan juga mengalami penurunan Rp 423 miliar atau turun 38,03% dari Rp 1,11 triliun di 2010 menjadi hanya Rp 688,9 miliar di 2011.

Sementara pada kuartal I-2012 ini, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 6,01 miliar atau Rp 1,81 per saham. Laba bersih kuartal I 2012 menunjukan penurunan 64,85% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I tahun lalu sebesar Rp 17,10 miliar atau Rp 5,15 per saham. Hal ini disebabkan oleh pendapatan perseroan mengalami penurunan dari Rp 210,67 miliar menjadi Rp 158,20 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Lapangan Puputan Klungkung Jadi Wisata Kota - Anggarkan Dana Rp 6,3 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung siap melakukan penataan kembali Lapangan Puputan Klungkung di Kabupaten Klungkung di tahun 2018. Tidak tanggung-tanggung, Pemkab…

Pendanaan di Pasar Modal Rp 254,51 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pengimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun lalu mencapai Rp 254,51 triliun. Perinciannya adalah surat…

PP Presisi Optimis Raup Untung Rp 1,8 Triliun - Ditopang Pendapatan Civil Work

NERACA Jakarta - PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten konstruksi berbasis alat berat optimis pendapatan konsolidasian untuk periode yang berakhir…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…