Intiland Targetkan Penjualan Rp 1,6 Triliun di 2012

Neraca

Jakarta – PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan penjualan atau marketing sale ditahun ini sebesar Rp1,60 triliun. Penjualan ini ditopang oleh pengembangan sektor residensial, sektor mixed-use, sektor hospitality dan lahan industri komersial.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Development Archied Notopradono mengatakan, dalam pengembangan beberapa sektor tersebut pihaknya menginvestasikan dana senilai Rp 1,5 triliun, “Belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun yang akan diinvestasikan untuk pengembangan beberapa proyek perseroan,”katanya di Jakarta, Selasa (26/6).

Dana investasi itu berasal dari kombinasi hasil penjualan awal (pre-sales), operasional, dan pinjaman bank. Dalam waktu dekat ini, perseroan akan meluncurkan dua proyek baru untuk mengarap segmen residensial, yaitu perumahan eksklusif Serena Hills di Jakarta Selatan dan Graha Natura di Surabaya-Jawa Timur.

Kata Archied, segmen tersebut mulai dipasarkan pada akhir 2011 lalu dan telah laku terjual sebanyak 60%. Proyek ini dikembangkan dalam dua tahap dengan total target penjualan Rp1,20 triliun.

Disamping itu, manajemen DILD juga akan mengembangkan segmen mixed-use dan itu akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnisnya. Proyek-proyek tersebut antara lain Aeropolis di kawasan terpadu dekat bandara Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten, kawasan bisnis terpadu South Quarter dan Gandaria tahap II di Jakarta Selatan.“Sedangkan untuk sektor hospitality, kami mengembangkan jaringan WhizHotel,” tuturnya.

Setelah hadir di Yogyakarta, Semarang, dan Kuta-Bali, manajemen DILD akan mengembangkan 23 lokasi untuk pembangunan Whiz Hotel yang dilakukan oleh perseroan maupun lewat kerjasama strategi dengan investor.

Sementara itu, demikian Archied, manajemen DILD juga akan mengembangkan kawasan industri. Saat ini, manajemen DILD sedang melakukan ekstensifikasi lahan di Ngoro Industrial Park (NIP) II. Sepanjang tahun ini, sejumlah perusahaan global telah berinvestasi dengan membangun pabrik di NIP II dengan kebutuhan lahan rata-rata 10-20 hektar.

Bagikan Dividen

Selain itu, hasil keputusan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Intiland Development Tbk menyetujui untuk membagikan dividen Rp 3 per lembar atau total Rp 31 miliar untuk tahun buku 2011, “Rencananya pembagian dividen dilakukan pada 6 Agustus 2012,”kata Corporate Secretary DILD, Theresia Rustandi.

Menurutnya, pembagian dividen ini dilakukan seiring membaiknya kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Maka tidak heran pembagian deviden ini terbilang spesial,karena sejak 12 tahun terakhir DILD tidak pernah membagikan sisa hasil usaha propertinya. Tercatat pada tahun 2000, Intiland membagi deviden Rp 0,2 per lembar. (bani)

BERITA TERKAIT

Kota Denpasar Pelopori Duta Endek Sejak 2012 - Ajang Pelestarian Dukung Pengrajin Lokal

Kota Denpasar Pelopori Duta Endek Sejak 2012 Ajang Pelestarian Dukung Pengrajin Lokal NERACA Denpasar - Kain Endek sebagai salah satu…

Anjlok Signifikan, Penjualan Mobil Diesel di Eropa

Penjualan mobil diesel di Eropa turun tajam pada paruh pertama 2018 di tengah kekhawatiran konsumen atas masalah polusi dan nilai…

Jack Ma: “Manusia Rp594 Triliun”

Dengan kepemilikan harta yang mencapai 270 miliar RMB (Rp594 triliun) menjadikan CEO Alibaba Group Jack Ma dan keluarganya sebagai orang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…