UKM Perlu Genjot Promosi Lewat Internet

NERACA

Jakarta - Pesatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dan seluruh dunia, media online dapat dijadikan sebagai alat promosi yang menjanjikan bagi pengusaha Indonesia dalam memasarkan produknya ke pasar global. Menurut data MarkPlus Insight, pengguna internet pada tahun 2011 di Indonesia tumbuh sebesar 30% dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 55 juta orang pengguna, dengan waktu akses internet rata-rata 3 jam per hari.

Kemajuan teknologi tersebut bisa menembus ruang dan waktu, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi untuk promosi. Tidak hanya promosi bisnis besar, tapi banyak juga digunakan untuk promosi bisnis kecil-kecilan. "Jarak dan waktu bisa kita efisiensikan dengan cara online ini. Misalnya, untuk negara-negara non tradisional akan sangat membantu pelaku usaha kecil dan menegah," ujar Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Gatot Prasetyo Adjie di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (26/6).

Namun, peran internet untuk promosi bisnis pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) masih belum maksimal. Gatot mengatakan para pelaku UKM perlu didorong untuk lebih memanfaatkan kemajuan teknologi (internet) sebagai strategi promosi dan marketing. Tercatat potensi pasar untuk program Bisnis Lokal Go Online masih pada angka 0,15% dari total UKM Indonesia yang berjumlah 50 juta UKM.

Tapi, strategi ini juga harus didukung dengan pelaksanaan pembelajaran pada konsumen tentang bagaimana memberikan informasi kepada calon pembeli yang berdomisili di luar negeri. "Jadi yang paling penting pada tahap awalnya dulu kepada konsumen bahwa kita punya jualan yang bisa diakses di web tanpa mengenal waktu dan batas," jelas Gatot.

Bentuk kerjasama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan antara Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dengan meluncurkan sebuah website yang dikelola Kementerian Perdagangan. Website ini akan diperkenalkan kepada perwakilan Kementerian Perdagangan di luar negeri. "Kita selalu memberitahu pada perwakilan bahwa ada web di Indonesia yang memuat produk-produk dari pengusaha yang bisa diandalkan," tambah Gatot.

Manfaatkan Potensi

Kerjasama tersebut sebagai salah satu wujud upaya untuk meningkatkan promosi produk Indonesia ke pasar global. Selain itu, para pengusaha Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki media online sebagai media promosi produk sehingga dapat meningkatkan penjualan baik untuk pasar domestik maupun luar negeri. “Kami berdahap para pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan prospek pengembangan bisnis melalui media online, yang pada akhirnya akan menuju pada pengembangan usaha dan perkembangan profil perdagangan Indonesia pada umumnya,” terang Gatot.

Sementara, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Gusmardi Bustami menyampaikan bahwa prospek pemasaran melalui media online atau internet masih sangat menjanjikan. “Media promosi online memiliki keunggulan dibandingkan dengan media lainnya karena tidak ada batasan wilayah dalam berpromosi. Kita bisa mempromosikan produk, baik barang ataupun jasa, ke seluruh dunia hanya dari tempat kita mengakses internet. Selain itu, promosi melalui media online/internet terkenal lebih murah dibandingkan melalui media lainnya” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Stabilisasi Harga Beras Perlu Atasi Kerumitan Distribusi

Oleh: Muhammad Razi Rahman Pada hari kedua Tahun 2018, Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa harga rata-rata beras medium di tingkat…

Darmin: Impor Garam Industri Tak Perlu Rekomendasi KKP

NERACA Jakarta-Pemerintah memberi kemudahan impor garam industri dengan melonggarkan ketentuan rekomendasi impor yang diterbitkan Kementerian Kelautan Perikanan. Kementerian KKP sekarang…

Wakil Presiden - Tahun Politik Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jusuf Kalla  Wakil Presiden Tahun Politik Tidak Perlu Dikhawatirkan Surabaya - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan tahun politik menjelang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspansi Bisnis - Setelah ASEAN dan Asia Selatan, INKA Mulai Rambah Pasar Afrika

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) mulai merambah pasar di Benua Afrika sebagai ekspansi bisnis setelah memasarkan produk…

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…