Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Berikan Bantuan Kesehatan Masyarakat Kecil

Sabtu, 07/07/2012

NERACA

Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti membantu untuk meningkatkan taraf kesehatanmasyarakat di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok. Warga mengaku sangat terbantu dengan acara ini.

Pelayanan Kesehatan di Indonesia masih sangat sulit dirasakan oleh masyarakat miskin.Cerita tragis mengenai kemiskinan dan kesehatan yang tidak terjangkau masih marak terjadi.

Hingga 2012 ini, ekonomi masyarakat sangat berpengaruh terhadap penentu kesehatan di Indonesia. Berdasarkan penelitian ternyatakesenjangan ekonomi tidak hanya berdampak pada tingkat kesejahteraan, tapi juga pada perbedaan panjang pendeknya usia sebagai akibat perbedaan gaya hidup. Orang yang lebih kaya justru memiliki usia harapan hidup lebih panjang rata-rata tiga tahun dibandingkan dengan orang miskin.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Bayu Permana mengatakan, kemiskinan dan kesehatan memiliki hubungan yang rumit. Banyak faktor yang mempengaruhi hubungan ini, termasuk di dalamnya kondisi lingkungan yang miskin, tingkat pendidikan yang rendah dan kesadaran akan kebutuhan perawatan medis. Penelitian telah membuktikan secara nyata bahwa masyarakat dengan pendapatan rendah memiliki status kesehatan yang rendah dibandingkan dengan mereka yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi.

Melihat fakta masih tingginya tingkat kemiskinan masyarakat tersebut, mendorong BEM Fakultas kedokteran Trisakti menggelar bakti sosial untuk memberikan bantuan berupa tenaga dan membagi pengetahuan kepada masyarakat di Kelurahan Kali Mulya, Kecamatan Cilodong, Depok.

"Perpaduan kemiskinan, anggaran terbatas, tingkat pendidikan rendah dan kesadaran akan kebutuhan perawatan medis yang kurang menjadi dasar kami menyelenggarakan acara ini," kata Bayu di Kalimulya, Cilodong, Depok

Masyarakat miskin, lanjutnya, mungkin saja memiliki anggaran terbatas untuk kebutuhan pangan mereka dan hanya mampu membeli makanan dengan harga terjangkau, yang pada umumnya telah diproses dan tidak mengandung nutrisi penting.

"Kami sebagai mahasiswa kedokteran harus turut berpartisipasi dalam pemecahan masalah tersebut. Kami dapat memberi bantuan berupa tenaga dan membagi pengetahuan kami kepada masyarakat. Oleh karena itu kami ingin membantu melalui acara bakti sosial sirkumsisi, pengobatan dan sembako murah," katanya.

Bentuk kegiatan bakti sosial Medikasakti Cares, yang digelar oleh BEM Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, antara lain adalah dengan mengadakan khitanan dan pengobatan gratis, serta sembako murah kepada masyarakat.

"Selain sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kedokteran kepada masyarakat, kami berharap kegiatan ini mempererat hubungan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dengan masyarakat desa setempat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan intelektual dan moral mahasiswa kedokteran sebagai calon dokter muda, dan yang terpenting adalah mengenalkan serta mengharumkan nama besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti di kalangan masyarakat desa setempat," paparnya.

Sementara Ketua Umum Medikasakti Cares, Fitrania Mardina berharap kegiatan ini bisa mengurangi beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari melalui pemberian sembako murah, dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui pengobatan gratis serta khitanan.

Kegiatan

Bakti sosial yang berlangsung pada Minggu 25 Juni 2012 lalu berisi kegiatan pengobatan massal, sunatan massal dan pembagian sembako dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang. Dalam baksos ini, ada kurang lebih 210 orang mendapat pengobatan dari target 250 orang. Untuk sunat massal, dari target 50 orang, tercatat 25 orang yang ikut.

Ketika datanya tentang dana untuk menunjang kegiatan tersebut, Bayu mengaku, dana untuk penyelenggaraan didapat dari sponsor, iuran pribadi, sumbangan dan usaha mandiri. “10% dari sponsor dan 90% dari usaha mandiri kami," ungkap Bayu.

Selain bertujuan untuk membantu masyarakat, lanjutnya, melalui baksos ini mahasiswa bisa terjun langsung di masyarakat untuk menunjukkan bahwa pelayanan medis mudah diakses sekaligus berkampanye bahwa akses layanan medis ada pula yang gratis.

Bayu mengungkapkan, jarangnya pembagian sembako dan pengobatan gratis semacam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat.

"Itu bukan tujuan utama kami, kami ingin mengedukasi orang agar peduli pada dirinya sendiri serta untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat," katanya.

Di sisi lain, Lurah Kalimulya Cecep Hidayat mengaku sangat senang dengan adanya acara semacam ini. "Saya sangat antusias dan bahagia dengan adanya acara semacam ini," katanya. Cecep menyebutkan, dalam acara ini, melibatkan 47 RT dari 10 RW atau sekitar 80-100 kepala keluarga.