UU Pasar Modal Masih Habat BEI Go Public - Dituntut Transparansi

Neraca

Jakarta – Sejatinya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penunjang perusahaan terbuka juga harus menjadi perusahaan yang go public atau sahamnya bisa dimiliki publik. Namun kondisi ini sulit dilakukan lantaran terganjal keberadaan Undang-Undang Pasar Modal (UUPM).

Kata Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Isakayoga, UU PM saat ini tidak memungkinkan BEI yang notabene otoritas pasar modal dan mengurusi perusahaan yang go public untuk menjadi perusahaan terbuka (emiten), “Kendalanya karena dalam aturan itu tidak memungkinan saham BEI dimiliki oleh publik," katanya di Jakarta, Senin (25/6).

Dia menjelaskan, pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurut Isakayoga menjadi harapan terbaru agar BEI dapat menjadi emiten. Hingga kini aturan pasar modal yang digunakan BEI masih berdasarkan peraturan UU PM tahun 1995. "Peraturan harus disesuaikan dengan kondisi saat ini untuk itu kami akan segera mengusulkan hal tersebut. Semoga setelah OJK selesai, maka pembahasan aturan pasar modal segera diputuskan," ujarnya.

Dia menambahkan, berubahnya BEI menjadi perusahaan terbuka juga diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat tentang pasar modal sehingga multyplayer effectnya akan menambah jumlah investor di pasar modal.

Seperti diketahui, saat ini jumlah investor di pasar modal Indonesia sangat memprihatinkan karena jumlahnya kurang dari 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia."Investor lokal kita hanya berjumlah ratusan ribu, dari dulu tidak naik-naik. Padahal jumlah penduduk kita ratusan juta," tuturnya.

Selain jumlah investor, jumlah emiten di Indonesia juga masih bisa dibilang sedikit yaitu hanya sekitar 441 emiten. Untuk itu, Isaka menyayangkan pemerintah tidak memberikan insentif dan dorongan agar perusahaan-perusahaan itu go public. Dia mempertanyakan, misalnya para pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia seharusnya didorong untuk listing di pasar modal.

Kemudian, lanjut Isaka, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, terutama perusahaan asing sebagian besar belum listing di BEI. Menurutnya, himbauan untuk mencatatkan sahamnya bukan berada di otoritas pasar modal, tapi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Selain itu, Isakayoga juga berharap agar pemerintah melakukan kampanye nasional mengenai pasar modal seperti layaknya kampanye Keluarga Berencana ataupun kampanye menabung. Sebelumnya, Ketua AEI Airlangga Hartanto mendesak agar BEI bisa go public atau disebut demutualisasi. Hal ini dilakukan guna menuntut terjadinya transparansi di pasar modal. “Ini merupakan salah satu master plan pasar modal Indonesia yang sudah di bahas dari tahun 2010-201I,”jelasnya.

Menurutnya, desakan agar PT BEI demutualisasi atau go publik, berarti memberikan akses kepemilikan masyarakat terhadap saham BEI. Nantinya, bursa efek tidak lagi hanya dimiliki orang bursa tetapi juga public. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham CMPP Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta –Lantaran mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Rimau Multi Putra Pratama…

WIKA Suntik Modal Wika Serang Panimbang - Raih Pinjaman Rp 894 Miliar

NERACA Jakrta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh fasilitas pinjaman dari dua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT…

KPK Masih Bahas Penerbitan DPO Setya Novanto

KPK Masih Bahas Penerbitan DPO Setya Novanto NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membahas penerbitan surat daftar pencarian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…