Alasan Ekspansi, Skybee Tunda Bagikan Dividen - Target Pendapatan Tumbuh 30%

NERACA

Jakarta - Emiten yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi, media dan distributor handphone. PT Skybee Tbk (SKYB) memutuskan untuk tidak membagikan dividen atas hasil laba bersih perseroan di tahun 2011.

Direktur Utama PT Skybee Tbk, Hendra Kendro mengatakan, tahun ini perseroan tidak membagikan dividen sekalipun pendapatan tahun 2011 tumbuh 155% dari Rp 553 miliar menjadi Rp 1,4 triliun, “Kami memutuskan agar tidak membagikan deviden karena akan membiayai sejumlah ekspansi perseroan,"katanya di Jakarta, Senin (25/6).

Dia menuturkan, keputusan tidak membagikan dividen ini sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Tercatat dari laba bersih sebesar Rp 22,53 miliar, sekitar Rp 1 miliar digunakan sebagai cadangan umum dan Rp 21,53 miliar sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perseroan.

Adapun kinerja perseroan menunjukan hasil yang mengagumkan, tercatat bahwa pendapatan perseroan mencapai Rp 1,14 triliun di 2011 atau menaik sebesar 155,38% dari pendapatan di 2010. Tidak hanya itu, laba bersih mencapai Rp 22,53 miliar rupiah atau naik 18,55% dibanding 2010 yang mencapai Rp 19 miliar.

Kemudian untuk target di 2012, Skybee menargetkan pendapatan perseroan meningkat sebanyak 15-30% di tahun ini. Maka dengan target ini, diharapkan pendapatan perseroan meningkat dari Rp 1,41 triliun menjadi 1,82 triliun.

Sementara Direktur Keuangan PT Skybee Tbk, Meliana Widjaja optimistis bahwa targetnya akan tercapai."Di 2011 saja kita targetkan 40% bisa mencapai lebih 100%," tuturnya.

Menurutnya target ini bakal di dukung oleh penjualan smart phone yang bakal terus menaik."Seiring dengan meningkatnya trend smart phone maka pendapatan kami juga akan meningkat," jelasnya.

Seperti diketahui dari empat anak usaha yang berada di bawah perseroan yaitu PT Intouch Innovate Indonesia, PT Nurmedia Global, dan PT Kaswall Dinamika Indonesia dan PT Sinergitama Komindo, PT Sinergitama Komindo, sebagai pemasok distributor handphone dengan merek BB, Samsung, HTC dan Iphone memberikan kontribusi sebanyak 60-70% untuk pendapatan perseroan. Sisanya 15-20% dihuni oleh media dan sisanya bisnis content.

Dari 60-70% kontribusi PT Sinergitama Komindo sekitar 80% nya dikontribusikan oleh penjualan smart phone atau BlackBerry. Adapun dengan peningkatkan target ini ia juga optimis akan berdampak pada peningkatan laba bersihnya. Perseroan menargetkan laba bersih naik menjadi 10-15% atau meningkat dari Rp 22,53 miliar menjadi Rp 25 miliar.

Fokus Penjualan Handphone

Skybee akan fokus pada penambahan kuota handphone tahun ini. Dana yang digunakan berasal dari belanja modal. "Kami akan alokasikan dividen, sisa IPO dan utang untuk menambah produk handphone," kata Meiliana.

Dimana perseroan akan fokus menjual smartphone. Saat ini penjualan smartphone menyumbang 60-70% pendapatan perseroan. Saat ini Skybee telah menjual berbagai macam handphone seperti BlackBerry, Sony Mobile, HTC, serta iPhone. Dan akan menambah satu merek lagi pada tahun ini. "Tahun ini kita akan memasukkan Samsung," ujar Meiliana.

Rencananya ditahun ini, perseroan akan mengeluarkan 15 model handphone baru. (bani)

BERITA TERKAIT

Anabatic Raih Pendapatan Rp 3,14 Triliun

Hingga September 2017, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik dibandingkan dengan pendapatan usaha…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

KREN Bukukan Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2017, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) berhasil mencatatkan pendapatan tumbuh hingga lebih dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…