Central Omega Resources Bagikan Deviden Tunai Rp 109 Miliar

Neraca

Jakarta – PT Central Omega Resources Tbk bagikan dividen tunai senilai Rp 109 miliar atau sebesar Rp 100 per saham. ”Pembagian deviden tunai kita sebesar Rp 100 per saham atau sekitar Rp 109 miliar. Jumlah deviden ini termasuk cukup besar,” kata Komisaris Utama PT Central Omega Tbk., Johnny N. Wiraatmaja di Jakarta akhir pekan kemarin

Perusahaan yang bergerak pada bidang usaha perdagangan dan pertambangan nikel, berencana menerbitkan saham terbatas atau rights issue. ”Right issue kita rencananya US$ 1 juta, kini yang sudah terealisasi sekitar US$ 800 ribu dan saat ini perseroan sudah punya cash sebesar Rp 950 miliar,” ujarnya.

Perseroan juga mencatatkan laba usaha per April 2012 sebesar Rp 140 miliar atau naik Rp 119 miliar dari laba pada periode April 2011 yang hanya Rp 21 miliar. Kemudian penjualan perusahaan ini per April 2012 naik sebesar Rp 261 miliar, dari laba pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 35 miliar, menjadi Rp 296 miliar.

Sedangkan penjualannya dalam metric ton, per April 2012 ini jumlahnya sebanyak 819 metric ton, naik 742 metric ton, dari sebelumnya pada periode April 2011 hanya sebesar 77 metric ton. “Namun harga jual rata-rata tahun lalu lebih tinggi daripada tahun ini yang diproyeksikan hanya 35 – 40 USD,” kata Johnny.

Sampai April 2012, perseroan ini telah menjual 800 ribu ton yang sebagian besar diekspor ke Cina dari jumlah produksi 1 juta ton lebih. Disebutkan, ekspor ke Cina hanya sampai April 2012, karena setelah Permen ESDM keluar pada 6 Februari 2012, perseroan diharuskan untuk mengubah produknya menjadi Ferro Nikel sebelum boleh mengekspor lagi, “Namun proyeksi ekspor kita untuk tiga bulan ke depan sebesar 1.125 juta ton. Padahal sebelum Permen keluar proyeksi ekspor kita pada tahun ini sebesar tiga juta ton,”ungkanya.

Kemudian untuk belanja modal, perseroan sudah mengalokasikan dana sebesar US$ 8 juta dari target keseluruhan sebesar US$ 25 juta. Dimana belanja modal ini akan digunakan untuk beli alat berat karena untuk pertambangan.

Sebagai informasi, ditahun ini perseroan telah melakukan stock split saham dengan rasio 1 : 5, sehingga komposisi saham beredar menjadi sebagai berikut: PT Jinsheng Mining sekarang mempunyai 4.099.333.735 lembar saham setelah sebelumnya mereka mempunyai 819.866.747 lembar saham;

Sedangkan saat ini masyarakat mempunyai 1.365.866.265 setelah sebelumnya hanya 273.173.253. Jadi nominal sahamnya saat ini menjadi Rp 100 per saham setelah sebelumnya adalah Rp 500 per saham.“Kita melakukan stock split karena Bapepam-LK dan BI mengatakan bahwa kita bisa re-ekspor kalau sudah melakukan ini,” tutur Johnny.

Perseroan memiliki modal sebesar 1.093.040.000 lembar saham atau senilai Rp 546, 5 miliar. Dimana sekitar 75% saham dimiliki oleh PT Jinsheng Mining dan 25% sisanya dimiliki masyarakat. (ria)

BERITA TERKAIT

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

MIKA Sisakan Dana IPO Rp 401,13 Miliar

NERACA Jakarta - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…