Pasar Tradisional Dorong Ekonomi Daerah

NERACA

Jakarta—Guna memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah, maka Pemkab Sukoharjo membangun pasar tradisional. Keputusan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menetapkan nama Presiden Pertama RI Soekarno sebagai salah satu nama pasar di Sukoharjo mendapat apresiasi dari keluarga besar Bung Karno.

"Saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan rakyat Sukoharjo karena sudah memberi nama pasar kota di sini Pasar Soekarno. Karena sudah menyandang nama Bung Karno, kita harus bergotong royong supaya pasar ini mewarisi api semangat beliau yang ingin Indonesia itu berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi dan menyejahterakan wong cilik," kata cucu Proklamator RI, Puan Maharani saat memberi sambutan dalam acara "Malam Bung Karno dan Pancasila" di lapangan Simpang Lima, Kabupaten Sukoharjo, kemarin.

Puan bersama Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya serta unsur dari Pemkab Sukoharjo dan ratusan kader PDI Perjuangan turut menyaksikan pagelaran sendratari dengan tema Lahirnya Pancasila.

Namun, Puan mengingatkan agar nama pasar jangan hanya sekedar mengambil nama Soekarno akan tetapi nantinya harus berguna untuk seluruh rakyat Sukoharjo. "Harus diingat selalu kenapa nama Soekarno digunakan, yaitu untuk menghargai jasa pahlawan yaitu Bung Karno dan cita-citanya agar bangsa Indonesia mandiri. Perlu kembalikan kebanggaan dan reputasi Indonesia di dunia internasional yang seperti dulu disegani," katanya.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik ini menjelaskan hampir sebulan sudah dilaksanakan berbagai acara yang membuat publik mengingat dan merenungkan kembali ide, gagasan dan cita-cita Bung Karno untuk rakyat Indonesia.

Puteri Megawati Soekarnoputri ini mengingatkan semua pihak bahwa negara Indonesia dibangun di atas dasar Pancasila. "Pancasila pemersatu bagi rakyat Indonesia harus terus dijaga dan dibuat menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di Sukoharjo," lanjut Puan.

Setelah pasar Soekarno, Puan menyebut dirinya menantikan apalagi wujud api semangat Bung Karno yang akan dibuat menjadi kenyataan di Sukoharjo, supaya Sukoharjo Makmur.

Sementara itu, Bupati Wardoyo menjelaskan di wilayahnya selama bulan Juni ini ada berbagai kegiatan dilakukan dalam memeriahkan Bulan Bung Karno. "Peletakan batu pertama pasar Sukoharjo yang diberi nama Pasar Tradisional Ir. Soekarno dilaksanakan pada 8 Juni lalu," kata Wardoyo.

Bupati Sukoharjo itu menjelaskan pemberian nama pasar tradisional Ir Soekarno sebagai penghormatan warga Sukoharjo terhadap jasa-jasa dan cita-cita Bung Karno yang ingin orang-orang Marhaen (wong cilik) bisa sejahtera dan mandiri, dan salah satunya melalui keberadaan pasar tradisional. "Maka itu bertepatan dengan Bulan Bung Karno, pasar kota Sukoharjo yang baru diberi nama pasar tradisional Ir Soekarno," paparnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ekonomi Pasar dan Pancasila

  Oleh: Nailul Huda Peneliti Indef   Setelah amandemen UUD 1945 terakhir, dialektika ekonomi Indonesia berada dalam masa vakum karena…

Kemenperin Dorong IKM Kembangkan Kopi Khusus

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan industri pengolahan kopi di dalam negeri termasuk skala industri kecil dan menengah…

Ekonomi Kustom

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Hajatan tahunan Kustomfest yang berlangsung 6-7 Oktober…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tuai Polemik, Dana Kelurahan Terganjal Aturan

      NERACA   Jakarta – Dana kelurahan yang disiapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam RAPBN 2019 menganggarkan Rp3…

Pemerintah Diminta Perhatikan Daya Beli

      NERACA   Jakarta - Pemerintah harus memperhatikan permasalahan daya beli masyarakat di samping terus melakukan pembangunan infrastruktur.…

Transcend Beri Perlindungan Data Berlapis

  NERACA   Jakarta - Fenomena data corrupt (data rusak) adalah masalah yang sering dialami pengguna hard-disk eksternal. Ketika hard-disk…