Indo Straits Targetkan Pendapatan US$ 44, 75 Juta

Neraca

Jakarta – Perusahaan jasa kelautan dan dukungan logistik perkapalan untuk perusahaan minyak bumi, gas dan batu bara PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan pendapatan di tahun 2012 berkisar US$ 44,75 juta atau meningkat dari pendapatan sebelumnya US$ 42,39 juta.

Direktur Utama Indo Straits, Hui Mun Leong mengatakan, selain pendapatan perseroan juga targetkan laba bersih sebesar US$ 4,54 juta atau sekitar Rp 42,76 miliar. “Angka tersebut meningkat sekitar 42% dibandingkan realisasi laba bersih perseroan tahun 2011 yang mencapai US$ 3,18 juta atau sekitar Rp 29,89 miliar,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Selain itu, perseroan juga telah mengoperasikan 33 kapal berbagai jenis guna mendukung kegiatan operasional. Perseroan juga akan mengoptimalkan semua peralatan utama milik perseroan, termasuk menyelesaikan pembangunan kapal pindah muat batu bara yang diharapkan siap dioperasikan pada Oktober 2012.

Sementara wakil direktur Indo Straits Bong Nam Kong mengungkapkan, pada kuartal pertama perseroan telah meraih total pendapatan sebesar US$10,81 juta dan untuk pencapaian US$ 44,75 juta. “Angka itu adalah sangat conservative, terlebih perseroan telah memegang kontrak-kontrak.”ujarnya.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga dan pajak) sebesar US$ 8,79 juta yang berarti membaik dari tahun sebelumnya sebesar US$ 7,66 juta, sedang untuk total aset yang dimiliki perseroan di kuartal 1, sebesar US$ 61,79 juta dengan forecast sebesar US$ 75,57 juta.

Hui Mun juga mengatakan, untuk meraih target tersebut perseroan akan melakukan ekspansi daerah kerja, dari semula di Kalimantan merambah hingga ke Sumatera dan Lampung, termasuk melakukan difersifikasi terhadap pelanggan.

Sedangkan Direktur Keuangan PTIS Dwi Prasetyo Suseno menuturkan, pihaknya percaya diri bila target pendapatan ditahun ini bisa mencapai 40% dan bahkan diatas 50%. Kemudian untuk anggaran belanja modal (capital expenditure) tahun ini, pihak mengalokasikan dana sebesar US$ 20 juta yang berasal dari dana IPO dan pinjaman bank dengan persentase 20 : 80, “Hingga saat ini dana IPO yang telah digunakan sebesar US$ 12,8 juta untuk membiayai pembelian peralatan, salah satunya pembeliaan floating crane.” Kata Dwi

Hasil RUPS PT Indo Straits Tbk (PTIS) juga menyetujui pembagian dividen sekitar 20% dari laba bersih jika mencapai US$ 5 juta. Apabila laba bersih US$ 5 juta- US$ 10 juta, perseroan akan memberikan dividen 25% dari laba bersih. Sementara, jika laba bersih mencapai di atas US$ 10 juta maka perseroan akan membayarkan dividen tunai 30% dari laba bersih. (lia)

BERITA TERKAIT

Citilink Targetkan Angkut 15,7 Juta Penumpang

Sepanjang tahun 2017 kemarin, maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia telah menerbangkan total 12,46 juta penumpang atau naik enam persen…

Jasa Armada Targetkan Laba Tumbuh 50%

Tahun ini, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menargetkan pertumbuhan laba bersih 50% dibanding proyeksi laba di tahun 2017 lalu…

Menkop Targetkan PDB Koperasi 6% di 2019

Menkop Targetkan PDB Koperasi 6% di 2019 NERACA Surabaya - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mentargetkan kontribusi koperasi terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…