Ekspansi, Capex Dian Swastatika Sentosa “Bengkak” Jadi US$ 120 Juta

NERACA

Jakarta - Emiten energi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menaikkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun ini menjadi US$ 120 juta. Emiten grup Sinar Mas ini sebelumnya menganggarkan capex US$80 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, Hermawan Tarjono mengatakan, anggaran belanja mengalami kenaikan 50% karena kebutuhan dana ekspansi tahun ini,”Kebutuhan belanja modal bersumber dari dana pinjaman dan sisa capex US$80 juta itu berasal dari IPO anak usaha, PT Golden Energy Mines Tbk dan kas internal,"katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Kata Hermawan, dinaikkannya nilai capex DSSA untuk ekspansi tahun ini, terkait dengan dimulainya penggarapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang, Sumatera Selatan. Proyek yang diperoleh dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tersebut ditangani oleh PT DSPP Power Sumsel (DSSP), anak usaha DSSA.

Total capex proyek PLTU itu sejatinya mencapai US$400 juta untuk kebutuhan hingga tahun 2015. Khusus tahun ini, DSSP akan menghabiskan capex sekitar US$40 juta, untuk uang muka pembelian mesin dan keperluan pra-proyek lainnya.

Namun, hingga kini DSSA belum mendapatkan sumber pendanaan untuk proyek itu. Saat ini, DSSA masih bernegosiasi dengan perbankan China terkait pencairan pinjaman untuk proyek tersebut. Rencananya, DSSA akan menutupi senilai US$280 juta-US$320 juta investasi PLTU Mulut Tambang dari pinjaman. Lalu sisanya ditutup dari kas internal perseroan.

DSSA optimistis bisa mendapatkan pinjaman itu di kisaran Juli atau Agustus 2012. DSSA dibatasi tenggat oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) selalu pemberi proyek, untuk mendapatkan sumber pendanaan paling lambat November 2012.

Kejar produksi

DSSA juga akan mengalokasikan capex senilai US$20 juta untuk pengembangan bisnis empat pembangkit listrik yang dikelolanya sendiri. Lokasinya di Serang, Tangerang, dan Karawang, berkapasitas total 300 megawatt. "Ada beberapa peremajaan, dan pembelian trafo yang bernilai cukup besar," ujar Hermawan.

Selanjutnya, capex senilai US$60 juta akan digunakan perseroan untuk menggeber sektor batubara yang dijalankan oleh anak usaha, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).

DSAA akan membuka empat lokasi penambangan baru di lokasi tambang miliknya, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi. Total cadangan batubara di tiga tambang itu mencapai 849 juta ton.

Langkah ini ditempuh guna menggenjot produksi batubara dari 5 juta-6 juta ton tahun lalu, menjadi 7 juta ton tahun ini. "Jika digabung dengan trading batubara, GEMS bisa menjual sekitar 10 juta ton di tahun ini," jelas Hermawan.

GEMS juga akan membangun jalan (hauling) sepanjang 100 kilometer di lokasi pertambangan, untuk mendukung efisiensi biaya logistik batubara. Bukan cuma itu, GEMS juga berencana membangun dan menambah kapasitas pelabuhan batubara di Kalimantan Selatan hingga mencapai 20 juta ton per tahun.

Dengan berbagai ekspansi tersebut, DSSA optimis bisa meningkatkan pendapatan konsolidasi sebesar 30% menjadi US$ 768,62 juta dari realisasi 2011. Namun, Hermawan enggan mengungkapkan proyeksi laba bersih tahun ini. Alasan dia, harga jual batubara masih sangat labil. Tahun lalu, laba bersih DSSA mencapai US$ 33,33 juta.

Sepanjang tahun lalu perseroan meraup pendapatan konsolidasi US$591,24 juta. Dibanding tahun lalu, DSSA berhasil meraih pertumbuhan signifikan 62,37% yang membukukan pendapatan sebesar US$364,14 juta.

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2011 lalu, DSSA menikmati laba bersih US$33,11, meningkat 36,47% dibanding 2010 yang tercatat US$24,26 juta. "Laba tahun ini sulit diprediksi karena banyak faktor yang memengaruhi," pungkas Hermawan. (didi)

BERITA TERKAIT

Shinta Bubu : 6 Juta UMKM akan Go Digital di 2020

NERACA Jakarta - Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan berpotensi menjadi ekonomi digital…

BUMI Taksir Produksi Tambang 95 Juta Ton

NERACA Jakarta – Membaiknya harga komoditas tambang di tahun depan, memacu perusahaan tambang untuk menargetkan kapasitas produksi lebih besar lagi…

Austindo Butuh Dana Investasi US$ 23 Juta - Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta - Genjot kapasitas produksi, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) berencana membangun pabrik kelapa sawit baru serta pabrik…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…