free hit counter

Tingkatkan Penjualan, Matahari Dept Store Buka 15 Toko di 2012

Senin, 25/06/2012

NERACA

Jakarta - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menargetkan pembukaan toko pada tahun ini sekitar 12-15 toko pada tahun ini. Oleh karena itu, perseroan tidak membagikan dividen dari laba bersih di tahun 2011.

Menurut CFO LPPF, Richard Gibson, rencana pembukaan toko tersebut meningkat dari pembukaan toko yang dilakukan oleh perseroan pada 2011 yang mencapai 9 toko. "Kami memang akan terus meningkatkan jumlah toko kami yang saat ini sudah mencapai 107 gerai yang tersebar di 50 kota,”katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, untuk pembukaan toko ini, perseroan mengalokasikan 75% dari anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) 2012 sebesar. Dimana capex perseroan tahun ini adalah Rp 400 miliar. Dengan asumsi tersebut, maka perseroan mengalokasikan sekitar Rp 300 miliar. Sementara sisa 25% dari capex 2012 akan digunakan perseroan untuk pemeliharaan rutin, sistem IT di gerai-gerai, dan untuk meningkatkan visual merchandising pada toko-toko perseroan.

Richard mengatakan, jumlah 107 toko tersebut hingga Mei 2012, dimana pada tahun ini dari rencana 12-15 pembukaan toko, sudah ada empat toko yang dibuka yaitu di Gorontalo, Palembang, Ambon dan Depok.

Dia juga menambahkan, pihaknya menargetkan dapat membuka dua toko lagi sebelum lebaran di Tangerang dan Madura. "Untuk lokasi toko yang akan kami buka, lima di Jawa, sisanya di luar Jawa, termasuk di Papua. Khusus di Papua ini, satu toko akan di buka pada Desember mendatang,"ujarnya.

Untuk pembukaan toko ini, kata Richard, perseroan menginvestasikan sekitar Rp 15-Rp 30 miliar per toko, tergantung luas dan lokasi tokonya.

Pemasukan Dari Sepatu

Emiten sektor ritel ini mengungkapkan, penjualan produk sepatu menyumbang pemasukan senilai Rp 33,3 miliar per outlet pada PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Angka ini, merupakan hasil penjualan yang terjadi menjelang Lebaran tahun lalu, “Menjelang dua bulan sebelum lebaran tahun lalu, produk sepatu itu diunggulkan. Sepatu menyumbang sepertiga dari penjualan setahun sebesar Rp 100 miliar, dari setiap satu toko,"kata Richard.

Richard menambahkan, proporsi tersebut, merupakan penjualan yang dicetak oleh toko-toko yang saat itu tergolong baru. "Sepertiga dari penjualan setahun itu diperoleh dari toko baru, mungkin bisa lebih dari toko yang sudah lama dikenal masyarakat," kata Richard.

LPPF optimis laba bersih di tahun ini bisa naik 17% dibanding tahun lalu. Itu artinya, perusahaan menargetkan laba bersih bisa mencapai Rp 544,75 miliar. Sedangkan untuk penjualan kotor, perseroan membidik sebesar Rp 10 triliun, naik dari pencapaian tahun lalu yang hanya Rp 9,2 triliun.

Sementara sekretaris perusahaan LPPF Miranti Hadisusilo menyampaikan optimis bisa mencetak pertumbuhan laba karena kinerja di kuartal I-2012 lebih bagus dibanding periode yang sama tahun lalu, “Pada kuartal I-2011, pihaknya sempat rugi, namun akhirnya bisa mencetak laba untuk periode tahunan 2011. Nah, di kuartal pertama 2012, LPPF sudah berhasil membukukan kenaikan penjualan dan laba kotor sekitar 17% dibanding kuartal I- 2011,”ungkapnya.

Disampaikannya, perseroan akan terus meningkatkan kinerja dengan memberikan produk-produk yang fashionable dengan kualitas dan harga terjangkau. Sementara itu lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), LPPF menyepakati tak membagi dividen untuk tahun buku 2011.

Adapun laba bersih perseroan pada 2011 yang senilai Rp 465,6 miliar akan digunakan sebesar 1% atau Rp 4,7 miliar sebagai dana cadangan, sedangkan sisanya sebagai laba ditahan. " Tahun ini kita tidak bagi dividen. Keuntungan Perseroan akan dipergunakan untuk ekspansi dan pembayaran hutang Perseroan,” ujar Miranti.

Asal tahu saja, LPPF mencatat penjualan kotor kuartal I-2012 mencapai Rp2 triliun. Artinya, ada peningkatan 16,6% dibandingkan kuartal I-2011 sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara laba kotor perseroan pada kuartal I-2012 mencapai Rp 670 miliar di 2012.

Sepanjang 2011 lalu, laba bersih LPPF naik signifikan sebesar 643,64% menjadi Rp 465,65 miliar atau Rp 160 per lembar dibandingkan laba bersih periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 62,61 miliar atau R p21 per saham. Penjualan bersih naik jadi Rp 4,70 triliun dari penjualan bersih sebelumnya Rp3,31 triliun dan beban pokok naik jadi Rp 1,59 triliun dari beban pokok sebelumnya Rp 1,17 triliun dan laba kotor naik jadi Rp 3,10 triliun dari laba kotor sebelumnya Rp 2,14 triliun. Sementara, Beban keuangan bersih naik jadi Rp 505,7 miliar dari beban keuangan sebelumnya Rp 415,70 miliar sementara laba sebelum pajak diraih Rp 735,59 miliar dari laba sebelum pajak sebelumnya Rp 277,21 miliar. (didi)