Saham Trisula Ditetapkan Sebagai Efek Syariah

Distributor pakaian jadi PT Trisula Internasional Tbk masuk sebagai efek syariah oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Keputusan tersebut ditetapkan dalam keputusan Nomor:Kep-338/BL/2012.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran pers Bapepam-LK, akhir pekan kemarin. Dengan dikeluarkannya keputusan Ketua Bapepam-LK tersebut maka efek tersebut masuk dalam daftar efek syariah sebagaimana keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:Kep-282/BL/2012 pada 24 Mei 2012 tentang daftar efek syariah.

Dijelaskannya, dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Bapepam-LK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas pendaftaran yang disampaikan oleh PT Trisula International Tbk.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak lain yang dapat dipercaya.

Secara periodik Bapepam-LK akan melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Sebagai informasi, PT Trisula Internasional Tbk menargetkan penjualan bersih sekitar Rp600 miliar pada 2012 dengan peningkatan laba bersih 100%. Sebanyak 165 lokasi penjualan akan menopangnya.

Direktur Utama PT Trisula International Tbk Lisa Tjahjadi pernah bilang, target penjualan tersebut akan ditopang dari gerai yang dimiliki sebanyak 165 lokasi. Perseroan akan melepas saham perdana sekitar 300 juta lembar atas 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Saham yang ditawarkan di kisaran harga Rp 250 – Rp 300 per lembar saham. Rencananya, penggunaan dana IPO untuk ekspansi serta akuisisi PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing (TCS). (bani)

BERITA TERKAIT

Asuransi Takaful Keluarga Rebranding Logo - Penetrasi Pasar Asuransi Syariah

NERACA Jakarta - Potensi industri asuransi jiwa syariah di tanah air masih sangat besar. Berdasarkan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI),…

Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah…

Performance Saham BFIN Terus Merosot - Kasus Sengketa Kepemilikan

NERACA Jakarta - Kinerja saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) tercatat terus merosot seiring kasus sengketa kepemilikan saham. Hal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…