Bergerak Tidak Wajar, Waran Sugih Energy Disuspen

Lantaran adanya peningkatan harga signifikan diluar kewajaran, perdagangan waran seri II PT Sugih Energy Tbk (SUGI-W) terpaksa disuspensi atau dihentikan sementara perdagangannya oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kata Kadiv Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, suspensi waran ini sehubungan dengan peningkatan harga signifikan yang sempat mencapai Rp265 dan ditutup pada harga Rp185,”Harga waran ini lebih besar dari harga saham perseroan sebesar Rp126 pada sesi I perdagangan Jumat," katanya dalam keterbukaan informasi di Jakarta akhir pekan kemarin

Terkait peningkatan harga itu, jelasnya, Bursa Efek Indonesia perlu melakukan suspensi efek waran seri II PT Sugih Energy Tbk (SUGI-W). Suspensi ini dilakukan baik di pasar reguler dan pasar tunai pada sesi II pada 22 Juni 2012 selama satu sesi perdagangan.

Irvan menambahkan dilakukannya suspensi ini bertujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di efek SUGI-W."Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan," ujarnya.

Sebelumnya, BEI telah membuka suspensi perdagangan saham SUGI per 22 Juni 2012 ini setelah perseroan memberikan penjelasan mengenai tindakan korporasi dalam rangka perbaikan kinerja dan kelangsungan usaha perseroan.

Acuan harga saham SUGI untuk perdagangan pada 22 Juni 2012 adalah sebesar Rp101, yang merupakan harga teoritis saham SUGI sebagaimana telah diumumkan bursa pada 10 Mei 2012 lalu. (bani)

BERITA TERKAIT

Wakil Presiden - Tahun Politik Tidak Perlu Dikhawatirkan

Jusuf Kalla  Wakil Presiden Tahun Politik Tidak Perlu Dikhawatirkan Surabaya - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan tahun politik menjelang…

KPPU: Impor Beras Tidak Perlu Lagi Diperdebatkan

KPPU: Impor Beras Tidak Perlu Lagi Diperdebatkan NERACA Makassar - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan jika kebijakan pemerintah melalui…

Pemerintah Dituding Tidak Miliki Data - Produksi dan Konsumsi Beras Nasional:

Harga beras terus meroket di pasaran. Badan Pusat Statisk (BPS) mencatat sampai dengan minggu ke-2 Januari ini, kenaikan harga beras…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…