Sentimen Eropa Mereda, IHSG Berpotensi Tembus 4.000 - Perkembangan Zona Euro Terus Dicermati

Neraca

Jakarta – Adanya pergantian pemerintah baru Yunani melalui hasil pemilu, cukup meredam gejolak pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, para investor kini tidak lagi khawatir soal sentimen krisis Eropa karena adanya kepastian penyelesaian krisis tersebut.

Terlebih pasca pemilu putaran kedua di Yunani dan permintaan bailout Spanyol, kekhawatiran pasar dunia menurun cukup tajam. Berdasarkan kajian Henan Putihrai Securities melihat alokasi aset global pada safe haven instrument mengalami penurunan dalam sepekan terakhir, tren yang sudah terjadi sejak awal bulan ini.

Disebutkan, alokasi dana terlihat tetap terfokus pada aset berdenominasi dolar dan terbatas pada pasar finansial di emerging markets, termasuk Indonesia. Perkembangan positif lainnya diperkirakan akan mewarnai pasar sepekan ke depan, melihat proses stabilisasi di Eropa yang cukup baik.

Hal ini termasuk fleksibilitas pemerintah Euro terhadap kebijakan pengetatan anggaran dan penggunaan dana ESM untuk membantu sektor perbankan yang cukup diapresiasi pasar; meskipun belum ada koordinasi dan rencana yang jelas. Pertemuan tingkat tinggi Eropa tanggal 28-29 Juni akhir pekan depan akan menjadi titik penting bagi penanganan krisis di Eropa.

Di Amerika Serikat, the Fed memperpanjang kebijakan operation twist hingga akhir tahun 2012 dan berencana menjual US$ 267 miliar efek jangka panjang dan membeli efek yang memiliki jatuh tempo lebih panjang guna menurunkan biaya pinjaman dan mendorong ekonomi.

Selain itu the Fed memperkirakan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih akan tumbuh secara moderat dalam beberapa triwulan ke depan, namun tetap mewaspadai pasar finansial global yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan outlook ekonomi.

Sementara dari dalam negeri, alokasi aset pada safe haven instrument berkurang. Sejak awal Juni posisi net sell asing mencapai Rp 1,72 triliun di pasar saham, sementara kepemilikan asing terhadap Surat Utang Negara (SUN) stabil di kisaran Rp 224 miliar.

Sentimen pasar terlihat membaik dan potensi IHSG menembus level 4,000 lebih terbuka dibandingkan beberapa pekan lalu. HP Securities menilai inflasi bukan risiko utama dalam jangka pendek di pasar domestik, melainkan perkembangan krisis di Eropa yang harus terus dicermati dengan seksama. Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi isu penting apabila sentimen pasar memburuk.

Secara range, support dan resistance IHSG untuk sepekan depan diperkirakan akan berada di kisaran 3.820 – 4.005. Saham-saham yang disarankan untuk dicermati pekan depan diantaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bukit AsamTbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Timah Tbk (TINS, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). (bani)

BERITA TERKAIT

Aksi Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta –Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/11) ditutup melemah sebesar 15,98 poin dipicu koreksi saham-saham sektor…

Teknologi Broadband Dorong Perkembangan Sektor Industri Pariwisata

JAKARTA - Era digital telah mengubah cara wisatawan yang akan melakukan perjalanan, mulai dari mencari dan melihat informasi (look), memesan…

Padat Karya di Lebak Serap 12.000 Pekerja

Padat Karya di Lebak Serap 12.000 Pekerja NERACA Lebak - Padat karya di Kabupaten Lebak menyerap tenaga kerja sekitar 12.000…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…