Antispasi Gejolak Harga, Pemerintah Gelar Pasar Murah

NERACA

Jakarta - Mewaspadai terjadinya harga sembako membumbung tinggi saat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan menggelar pasar murah di 10 provinsi di seluruh Indonesia. Pasar murah diklaim mampu meredam gejolak harga barang kebutuhan pokok di pasaran.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Gunaryo mengatakan pasar murah efektif menurunkan harga jika dilakukan secara massif karena pedagang akan ikut mematok harga tak jauh dari harga yang dibanderol di pasar murah.

“Secara psikologis itu (pasar murah) akan berpengaruh (terhadap penurunan harga). Ini akan terasa sekali efeknya jika dilakukan di titik-titik yang masyarakatnya berpenghasilan rendah,” ujarnya pada acara pasar murah yang digelar PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di Gedung ITC, Sabtu (23/6).

Gunaryo mengakui harga beberapa komoditas mulai bergejolak dalam beberapa pekan terakhir. Harga gula pasir bergerak ke level Rp12.000 per kg sejak pekan kedua Juni dan menyentuh Rp12.792 per kg pada pekan ketiga atau naik hampir Rp1.000 dibandingkan dengan awal bulan.

Demikian pula dengan harga rata-rata cabai merah keriting yang mencapai Rp27.668 per kg pada pekan ketiga Juni atau naik sekitar Rp4.000 dibandingkan dengan awal bulan. “Harga gula di tingkat lelang memang sudah mencapai Rp11.000 per kg. Ini karena giling memang belum banyak. Kalau cabai, musim panennya memang belum puncaknya, tapi permintaan sudah banyak, terutama industri kecil makanan. Menjelang puasa, mereka harus stok dalam jumlah banyak” jelasnya.

Pihaknya mendorong dinas perdagangan di tiap daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama yang bergerak di bidang produksi gula, gencar mengadakan pasar murah menjelang bulan puasa. Menurut Gunaryo, sudah ada 10 provinsi berkomitmen untuk menggelar pasar murah menjelang Ramadhan dengan prioritas penyelenggaraan di ibukota provinsi masing-masing pada tahap pertama.

“Kami juga minta pastisipasi BUMN, terutama yang punya cabang di seluruh Indonesia, termasuk PPI. Sebagai distributor gula, keterlibatan PPI akan sangat membantu, apalagi gula mengalami sedikit kenaikan,” ungkapnya.

Direktur Utama PT PPI Heinrich Napitupulu menyatakan pihaknya siap menggelar pasar murah di daerah menjelang bulan puasa. “Dalam menyambut Lebaran, kami siap berpartisipasi,” ujarnya.

Dalam peringatan ulang tahun PT PPI yang ke-9, BUMN perdagangan itu menggelar pasar murah bagi masyarakat Petojo Selatan dengan menjual 3.000 paket kebutuhan pokok berisi beras, gula pasir, minyak goreng dan susu kental manis yang dapat ditebus dengan harga Rp20.000.

BERITA TERKAIT

CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

CIMB Niaga Gelar Customer Gathering

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan customer gathering bersama nasabah dan…

KABUPATEN SUKABUMI - Harga Telur dan Ayam Potong Semakin Melambung

KABUPATEN SUKABUMI  Harga Telur dan Ayam Potong Semakin Melambung NERACA Sukabumi - Harga telur dan ayam potong di wilayah Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

China Tanda Tangani Pembelian Kelapa Sawit Indonesia

NERACA Jakarta – Beberapa pengusaha China menandatangani kontrak pembelian kelapa sawit dan produk turunannya dari Indonesia senilai 726 juta dolar…

Gencar Pembangunan, Potensi Bisnis Desain dan Interior Kian Mentereng

NERACA Jakarta - Gencarnya  pembangunan sektor properti baik perumahan, apartemen, ruko, hingga gedung perkantoran dan lainnya memicu demand terhadap kebutuhan…

Kemenperin Pastikan Susu Kental Manis Aman Dikonsumsi

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena…