Sistem Inaportnet Bisa Tingkatkan Kinerja Ekspor - Perlancar Arus Barang di Pelabuhan

NERACA

Jakarta - Dalam rangka menghadapi persaingan global, perlu meningkatkan daya saing nasional dan memfasilitasi perdagangan. Untuk mencapainya, maka diperlukan upaya untuk mendorong kelancaran dan kecepatan arus barang ekspor dan impor serta mengurangi biaya transaksi melalui peningkatan efisiensi waktu dan biaya dalam proses penanganan dokumen kepabeanan dan pengeluaran barang.

Sesuai dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 10/2008 tentang Pengguaan Sistem Elektronik dalam Kerangka Indonesia National Single Window (INSW), PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) akan mulai mengujicobakan Inaportnet pada 1 Juli mendatang di bawah koordinasi Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok untuk kelancaran arus barang dan kinerja ekspor.

Direktur Operasional Pelindo II Dana Amin mengatakan, penerapan Inaportnet akan mempercepat implementasi INSW dan mendorong kelancaran arus barang serta kinerja pelayanan ekspor dan impor. Lebih jauh ke depan, sistem ini menjadi salah satu persiapan Indonesia menuju ASEAN Single Window (ASW).

“Karena perdagangan global sekarang tidak lagi bisa ditahan atau dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana kita siap menhadapi dan bisa mengambil peluang dari situ,” ujarnya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penerapan Inaportnet dalam rangka mendukung implementasi National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (21/6).

Inaportnet merupakan sistem layanan tunggal yang mengintegrasikan layanan kebutuhan administrasi perkapalan di seluruh instansi terkait di pelabuhan. Sehingga, memungkinkan pengurusan administrasi online terintegrasi untuk surat izin kelaikan berlayar, surat izin kesehatan kapal, surat bebas karantina, entry atau exit permit bagi pekerja kapal, serta izin lain yang diperlukan sebuah kapal untuk bersandar atau berlayar. Pelaksanaan Inaportnet akan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Ini akan mempercepat waktu yang dibutuhkan suatu kapal untuk mendapatkan izin merapat atau pergi dari dermaga, sehingga berthing window yang disepakati Pelindo II dengan pemilik kapal dapat dicapai tepat waktu,” terang Dana.

Terintegrasi Logistik

Ke depan, lanjut dia, Inaportnet direncanakan dapat berintegrasi dengan Indonesia Logistic Community System (ILCS) yang saat ini, sistemnya sedang dikembangkan bersama PT Telkom. “Tren sekarang ini semua sudah bisa dilakukan secara online, mulai dari membeli barang, transfer dana, atau pembayaran online. Maka sistem logistik sedang kita bangun untuk bisa mengikuti tren tersebut, dengan tetap berlaku universal bagi semua pengguna jasa atau semua cara pembayaran, agar tetap bisa dipakai siapa saja,” terang Dana.

ILCS dirancang sebagai layanan business-to-business (B2B) antar pelaku usaha logistik dan menyediakan switching untuk one gate payment system bagi seluruh kegiatan logistik di Indonesia yang menyediakan layanan port community system, domestic manifest, dan tracking and tracing system. Layanan ini, dalam jangka pendek akan memudahkan kegiatan para pelaku logistik di pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan lainnya yang dikelola Pelindo II.

“Penggunaan teknologi informasi yang didukung dengan integrasi sistem antar instansi pemerintah, kami yakini akan meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan termasuh di dalam kinerja pelayanan kapal. Mengingat kapal merupakan sarana pengangkut yang tidak terpisahkan dari percepatan arus barang,” ujar Direktur Utama Pelindo II RJ Lino.

BERITA TERKAIT

Menteri Dalam Negeri - Verifikasi Faktual Parpol Bisa Gunakan Sipol

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Verifikasi Faktual Parpol Bisa Gunakan Sipol Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan verifikasi…

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

Banten Ekspor Alas Kaki 256,39 Juta Dolar

Banten Ekspor Alas Kaki 256,39 Juta Dolar NERACA Serang - Provinsi Banten selama November 2017 mengekspor alas kaki dengan nilai…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspansi Bisnis - Setelah ASEAN dan Asia Selatan, INKA Mulai Rambah Pasar Afrika

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) mulai merambah pasar di Benua Afrika sebagai ekspansi bisnis setelah memasarkan produk…

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…