Banyak Tekanan, Indeks Akhir Pekan Makin Lesu

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup anjlok 42,109 poin (1,07%) ke level 3.901,799. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 7,766 poin (1,14%) ke level 667,526.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, terkoreksinya indeks BEI didorong sentimen negatif terkait pernyataan The Fed yang menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi ditengah menurunnya permintaan tenaga kerja AS, “The Fed menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2012 dari 2,4-2,9% menjadi 1,9-2,4%. Penurunan itu karena kecilnya perbaikan pengangguran hingga akhir tahun,”katanya di Jakarta, Kemarin.

Dia menambahkan, The Fed akan memperpanjang 'operation twist' hingga akhir tahun, dengan menjual US$ 267 miliar surat utang jangka pendek dan membeli surat utang jangka panjang dengan nilai yang sama. Alhasil, investor kecewa merespon stimulus yang diberikan melalui 'operation twist' tidak seagresif yang diharapkan pasar.

Berikutnya, IHSG BEI Jum’at akhir pekan di proyeksikan masih akan dibayangi oleh sentimen negatif dari data manufaktur China yang melemah. “Indeks BEI akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.840-3.915 poin,”ungkapnya.

Sentimen negatif lain dari terkoreksinya indeks BEI juga disebabkan data manufaktur China menyentuh level terendahnya dalam tujuh bulan terakhir di bulan Juni. Hal ini memberi tekanan kepada pemerintah setempat untuk mulai bergerak untuk meningkatkan aktifitas ekonominya.

Selain itu, pertumbuhan sektor swasta di Eropa juga ambles ke posisi terbawahnya sejak tiga tahun terakhir menjelang triwulan II tahun ini. Sentimen-sentimen negatif ini membuat aksi jual makin marak di lantai bursa.

Investor asing justru menempatkan dananya di lantai bursa di tengah aksi jual investor lokal. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 23,901 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.408 kali pada volume 9,37 juta lot saham senilai Rp 4,065 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 178 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 190.000, Fast Food (FAST) naik Rp 400 ke Rp 13.900, Lion Metal (LION) naik Rp 400 ke Rp 9.600, dan Surya Citra (SCMA) naik Rp 350 ke Rp 9.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 58.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 22.100, Bayan (BYAN) turun Rp 600 ke Rp 11.700, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 550 ke Rp 6.600.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 37,750 poin (0,96%) ke level 3.906,147. Sementara Indeks LQ45 melemah 7,331 poin (1,09%) ke level 667,961. Saham-saham unggulan dan lapis dua yang kemarin naik tinggi kini mulai dilepas demi ambil untung. Aksi jual dilakukan oleh investor lokal dan asing.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 72.820 kali pada volume 5,251 juta lot saham senilai Rp 1,93 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 165 saham turun, dan 66 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 190.000, Surya Citra (SCMA) naik Rp 400 ke Rp 9.050, Lion Metal (LION) naik Rp 400 ke Rp 9.600, dan Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 5.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 25.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 36.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 59.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 23.550.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 0,34 poin atau 0,01% ke posisi 3.943,55, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,08 poin (0,01%) ke level 675,20,”Bursa Asia termasuk IHSG BEI dibuka dengan melemah seiring dengan tekanan di bursa AS tadi malam," ujar analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 67,59 poin (0,35%) ke level 19.451,26, indeks Nikkei-225 naik sebesar 75,70 poin (0,86%) ke level 8.828,01 dan Straits Times melemah 15,96 poin atau 0,56% ke level 2.839,72. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Bakal Luncurkan Indeks Baru di Pasar - Gandeng Perusahaan Indeks Global

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Indonesia Masih Membutuhkan Banyak Kapal - Taiwan International Boat Show 2018

    NERACA   Jakarta – Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim, nyatanya masih membutuhkan banyak kapal dalam rangka aksesibilitas…

Pemerintah Fokus Perbaiki Indikator yang Masih Jelek - Indeks Kemudahan Berusaha

      NERACA   Jakarta - Pemerintah terus bertekad untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB) Indonesia,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…