KUR BRI Naik Signifikan Rp8,2 T - Dalam 3 Tahun

NERACA

Jakarta-- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengklaim terjadi kenaikan penyaluran kredit usaha mikro (KUR) yang cukup signifikan. Selama tiga tahun penyaluran KUR BRI naik mencapai Rp8,2 triliun. “Selain itu, pertama, kami menambah jumlah nasabah baru melalui KUR. Tahun 2009, nasabah KUR mikro kami hanya 1.344 juta nasabah. Sekarang menjadi 1.968 juta nasabah,” kata Direktur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Bank BRI Djarot Kusumayakti di Jakarta,21/6

Menurut Jarot, kunci kesuksesan penyaluran KUR BRI adalah adanya fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan bisnis mikro yang berkualitas. Hal ini terlihat dari rasio kredit macet (NPL) yang rendah sebesar 2,51%.

Lebih jauh kata Djarot, sebagian nasabah KUR Mikro ini sudah bermigrasi ke kredit mikro Komersil karena usahanya bagus dan bankable. ”Di tahun 2009 hanya terdapat 301 ribu nasabah KUR yang bermigrasi, per Maret 2012 sudah ada 563 ribu nasabah KUR mikro yang bisnisnya sudah jauh berkembang dan makin menguntungkan sehingga migrasi dari kredit mikro ke komersil," tambahnya

Kunci sukses kedua, dijelaskan Djarot adalah meningkatnya akses ke nasabah dengan ekspansi outlet untuk memperluas penetrasi pasar. ”Pada 2009, kantor unit BRI sebanyak 4.538 buah dan Maret 2012 sebanyak 4.849 buah atau hampir 5.000 unit. Begitu juga dengan Teras BRI yang di 2009 hanya 217 teras dalam 2,5 tahun menjadi 1.348 Teras," paparnya

BRI, selain itu, demi menggenjot KUR juga memperbanyak sumber daya manusia dengan merekrut mantri (Account Officer kredit mikro) baru dan juga meningkatkan kapasitas outlet. "Selain ektensifikasi melalui ekspansi langkah revitalisasi juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas penyaluran kredit per outlet," pungkasnya. **rin

BERITA TERKAIT

Astra Persembahkan Inspirasi Sehat di Makassar - Dalam Rangka HUT ke-60

Setelah hampir satu tahun penuh mengadakan kegiatan Inspirasi 60 Tahun Astra di berbagai kota di Indonesia, PT Astra International Tbk…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Saham CMPP Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta –Lantaran mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Rimau Multi Putra Pratama…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Tak Efisien Dalam Mengejar Laba

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengkritisi perbankan, terutama bank-bank besar, yang belum efisien dalam mengejar…

Pemerintah 'Pede' Tingkatkan Inklusi Keuangan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah optimistis dapat meningkatkan indeks inklusi keuangan masyarakat mencapai 75 persen pada tahun…

Neraca Pembayaran Diprediksi Surplus US$10 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2017 akan surplus sebesar 10…