Eterindo Wahanatama Cari Pinjaman US$ 16,1 Juta - Targetkan Produksi 140 Ribu Mertik Ton

Neraca

Jakarta – Emiten sektor industri dasar dan kimia, PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) pada 2012 akan menaikkan kapasitas produksi biodiesel sebesar 140 ribu metrik ton per tahun dari produksi 2011 sebesar 70 ribu metrik ton. Maka untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut, perseroan memerlukan dana sekitar US$ 16,1 juta.

Direktur Utama Eterindo Wahanatama, Immanuel Sutarto mengatakan, sumber pendanaan sekitar 70% berasal dari pinjaman dan sisanya sekitar 30% dari kas internal, “Kita berhadap sudah mendapatkan pinjaman dari perbankan, sekalipun proses penambahan kapasitas ini sudah mulai jalan,”katanya di Jakarta, Rabu (20/6).

Dia menuturkan, proses penambahan kapasitas tersebut sudah mulai dilakukan dan diharapkan sudah bisa selesai sebelum akhir tahun 2012 mendatang. Penambahan kapasitas produksi tersebut, kata Immanuel, penting untuk segera dilakukan seiring rencana perusahaan yang akan memperluas pasar biodieselnya dari semula hanya untuk sektor transportasi ke PT Pertamina menjadi juga ke sektor non-transportasi ke berbagai sektor industri.

Selain penambahan produksi di sektor biodiesel, Immanuel menjelaskan, pihaknya juga berharap dapat memperluas lahan tanam kelapa sawit miliknya di daerah Pontianak dari semula 4.823 hektar per akhir tahun 2011 menjadi lebih dari 10.000 hektar pada tahun ini.

Bangun Pabrik Sawit

Untuk upaya perluasan tersebut, total kebutuhan investasi yang diperlukan diperkirakan mencapai Rp223 miliar. “Ada penambahan lahan tanam sekitar 5.665 hektar menjadi lebih dari 10.000-an hektar di akhir tahun ini. Selain itu kami juga mau membangun pabrik pengolahan kelapa sawit senilai Rp110 miliar di akhir tahun. Jadi total kebutuhan dananya sekitar Rp333 miliar untuk pengembangan kelapa sawit. Targetnya 35% dari kas internal dan 65% dari pinjaman perbankan,” tutur Immanuel.

Pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut, lanjut Immanuel, akan dibangun dengan kapasitas sebesar 45 ton per jam. Dengan segala penambahan tersebut, pihak perusahaan berharap bisa merealiasikan nilai penjualan sebesar Rp1,1 triliun pada akhir tahun nanti.

Jika target tersebut dapat terealisasi, diharapkan dapat menghasilkan nilai laba bersih sebesar Rp43 miliar. “Tahun ini kami membidik target penjualan sebesar Rp1,1 triliun, atau tumbuh dibanding penjualan tahun lalu yang sebesar Rp900,04 miliar. Dari nilai penjualan situ, nilai laba bersih kami harapkan juga meningkat dari Rp32-an miliar di tahun lalu menjadi Rp43 miliar di tahun ini,” jelasnya.

Tidak Bagikan Dividen

Hasil rapat umum pemegang saham juga menyutujui untuk tidak melakukan pembagian dividen tahun buku 2011. Alasannya, perseroan masih memiliki defisit konsolidasi senilai Rp317 miliar per akhir 2011 lalu.

Kata Immanuel Sutarto, pemegang saham telah menyetujui tidak dibagikan pembagian dividen tahun buku 2011, di mana laba bersih disepakati untuk ditahan lantaran kas masih memiliki saldo defisit.

Tercatat sepanjang 2011 lalu, laba bersih perseroan mengalami kenaikan 91,2% menjadi Rp72,96 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp38,16 miliar. Seiring kenaikan laba bersih, penjualan bersih juga meningkat mencapai Rp904,23 miliar, dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp810,85 miliar.

Sementara hingga 31 Desember 2011 lalu, perseroan berhasil membukukan total aset senilai Rp620,70 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp533,38 miliar.

Terkait kinerja pada2012 ini emiten sektor industri dasar dan kimia pada tahun ini akan menaikkan kapasitas produksi biodiesel sebesar 140 ribu metrik ton per tahun dari produksi tahun sebelumnya sebesar 70 metrik ton. Dalam pelaksaan peningkatan produksi biodiesel ini pihaknya membutuhkan dana investasi sekitar US$ 16,1 juta. "Penambahan kapasitas ini diharapkan tuntas sebelum akhir 2012 mendatang," paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis - Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok makin intensif…

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan

Berhasil Tingkatkan Produksi Lapangan Tua, Pertamina Layak Kelola Blok Rokan NERACA Jakarta - Pertamina telah membuktikan kemampuan meningkatkan produksi lapangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…