Risiko Kredit Konstruksi Relatif Tinggi

NERACA

Kredit kepada sektor konstruksi umumnya ditujukan untuk pengembangan infrastruktur yang membutuhkan sumber dana berjangka panjang, sementara struktur dana pihak ketiga (DPK) bank cenderung berjangka pendek dan terkonsentrasi pada deposito berjangka satu bulan.

“Sehingga kredit konstruksi cenderung berisiko relatif tinggi bagi perbankan,” kata Deputi Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Linda Hakim dalam lokakarya nasional jasa konstruksi.

Perbankan, kata Linda, memiliki keterbatasan dalam melakukan analisis kredit kepada sektor konstruksi terutama dikarenakan tingginya ketidakpastian.

”Terbatasnya skim penjaminan yang sesuai dan memadai menyebabkan tetap tingginya risiko,” katanya.

Hal lain adalah keterbatasan agunan yang memadai untuk mengcover risiko.

Sektor konstruksi tidak lepas dari dukungan pembiayaan perbankan. Di mana berdasarkan jenisnya, pemberian kredit kepada sektor konstruksi terutama masih dalam bentuk kredit modal kerja yang per Maret 2012 kredit yang dikucurkan oleh perbankan berdasarkan catatan Bank Indonesia mencapai Rp 56,4 triliun. Sedangkan pemberian kredit kepada sektor konstruksi dalam rangka investasi masih relatif terbatas, yang pada Maret 2012 dituangkan kredit sebesar Rp 17,7 triliun.

Menurut Linda, sejak 2002 pangsa pemberian kredit kepada sektor konstruksi meningkat cukup pesat, namun pangsanya tetap rendah yaitu dari 2,5% (2002) menjadi 3,5% (Maret 2012).

Linda mengatakan pangsa KMK dan KI yang ditujukan kepada sektor konstruksi masih relatif rendah per Maret 2012 masing-masing sekitar 6,5% dan 5%.

Menurut dia, gambaran risiko kredit konstruksi berdasarkan jenis dengan menggunakan data April 2012 secara year-on-year (yoy) nominal non performing loan (NPL) dari kredit modal kerja mengalami kenaikan terbesar yaitu Rp 0,9 triliun. Sejak April 2011, rasio gross NPL dari kredit modal kerja juga yang tertinggi.

Dia mengatakan rasio gross NPL tertinggi terdapat pada sektor konstruksi yaitu per april 2012 sekitar 4,7%. Pada 2012 rasio gross NPL sektor konstruksi meningkat sekitar 1%.

Linda mengatakan rata-rata persentase pencairan fasilitas kredit terhadap keseluruhan PK infrastruktur paling tinggi adalah untuk keperluan migas. Persentase pencairan fasilitas kredit terhadap keseluruhan PK infrastruktur untuk keperluan jalan tol, arteri dan konstruksi menunjukkan tren meningkat. Pada 2012 (April) pencairan fasilitas kredit telah mencapai 100%.

Sedangkan persentase pencairan fasilitas kredit untuk transportasi menunjukkan tren yang terus menurun.

”Hal ini tidak sejalan dengan peningkatan pembangunan prasarana jalan,” katanya.

Linda mengatakan insentif yang diberikan Bank Indonesia melalui pelonggaran pengaturan perbankan dalam rangka mendorong pengembangan pembiayaan infrastruktur a.l. melalui pengenaan bobot risiko yang rendah dalam perhitungan ATMR bank terhadap pemberian kredit/fasilitas penyediaan dana kepada pemerintah pusat, daerahdan BUMN.

Lembaga Pembiayaan

Linda mengatakan berbagai negara mempunyai sumber pembiayaan infrastruktur yang berbeda-beda. Di Amerika Serikat, misalnya, ada Municipal Bond atau obligasi pemerintah daerah. Pasar kredit municipal bond ini cukup aktif. Pembeli utama adalah investor individual dan reksadana (mutual fund).

Di Jerman kredit infrastruktur diperoleh dari Development Banks (KfW). KfW merupakan salah satu bank terbesar di Jerman. Mayoritas pendanaan KfW bersumber dari obligasi yang dijamin oleh pemerintah Jerman.

Di China, pembiayaan infrastruktur mayoritas berasal dari pembiayaan perbankan, baik dari Development Banks (CDB) maupun bank-bank komersial. Sedangkan di Brazil dari Development Banks (BNDES). Pembiayaan dari BNDES merupakan sumber pendanaan infrastruktur yang paling utama di Brazil. Pembiayaan Bndes ditopang oleh adanya subsidi bunga pemerintah.

Sementara itu, di Chile pembiayaan infrastruktur berasal dari Infrastructure Bonds yang banyak diserap oleh Dana Pensiun di negeri itu.

(agus)

BERITA TERKAIT

Pertumbuhan Kredit Tahun Depan akan Melambat

      NERACA   Jakarta – Kalangan industri perbankan memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2019 akan melambat dari 13…

Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik…

Peneliti: Kemarau Panjang Penyebab Risiko Gagal Panen

NERACA Jakarta - Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus mengingatkan musim kemarau panjang yang tengah melanda Indonesia pada tahun ini berpotensi…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Jack Ma: “Manusia Rp594 Triliun”

Dengan kepemilikan harta yang mencapai 270 miliar RMB (Rp594 triliun) menjadikan CEO Alibaba Group Jack Ma dan keluarganya sebagai orang…

Menanti Realisasi Janji Jack Ma

Pendiri perusahaan perdagangan daring raksasa, Alibaba, Jack Ma berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk membantu pengembangan sumber daya manusia di sektor…

Berharap Indonesia Belajar Dari "Eleven-Eleven"

Pendiri dan pemimpin Alibaba, pasar daring terbesar di China, Jack Ma berharap agar Indonesia dapat belajar dari keikutsertaan dalam pesta…