Renovasi Pabrik, Mustika Ratu Targetkan Produksi Tumbuh 30%

Neraca

Jakarta – Emiten alat kencatikan PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menargetkan pertumbuhan produksi hingga 30% seiring dengan rencana renovasi pabrik yang mengacu pada Good Manufacturing Practice (GMP).

Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kuwisnu Wardani mengatakan, dengan renovasi pabrik akan mampu meningkatkan produksi penjualan, “Adapun investasi untuk renovasi pabrik akan menelan biaya sekitar Rp 15 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (20/6).

Dia menjelaskan, sumber pendanaan tersebut dari kas internal dan belum mengandalkan dana dari pinjaman bank atau di luar perusahaa dan terlebih bunga pinjaman saat ini cukup tinggi. Nantinya, program renovasi pabrik ini lanjut Putri termasuk dengan penambahan mesin-mesin baru.

Maka untuk strategi efisiensi mesin industri ini juga dengan menerapkan sistim makloon, yaitu proses produksi suatu produk yang diserahkan kepada pihak ketiga (pemilik mesin produksi), sementara penyediaan bahan baku, bahan pelengkap dan proses finishing dikerjakan sendiri.

Dia juga menambahkan, perseroan belum berencana menambah pabrik karena masih fokus pada peningkatan kapasitas produksi melalui mesin-mesin pabrik yang sudah ada. Kendatipun demikian, perseroan tetap memfokuskan ekspor penjualan produk ke Malaysia, “Mustika Ratu fokus kenaikan 30% ekspor khusus ke Malaysia di tahun 2012,"ujarnya

Namun dampak yang dikhawatirkan dari keterbukaan tersebut adalah negara-negara ASEAN melindungi secara protektif perdagangan lokal di negaranya masing-masing. Sebut saja, pasar Malaysia dinilai cukup ketat dalam mendistribusikan barang. Oleh karenannya Mustika Ratu menunjuk distrubutor baru di Malaysia seperti Sunjang Sendirian Berhad, Kara Sendirian Berhad, dan Banie Sendirian Berhad.

Selain itu, perseroan juga menargetkan ekspor ke Timur Tengah seperti Arab Saudi. Asal tahu saja, saat ini target penjualan baru 20% dan diharapkan bisa mencapai lebih 15% jika kondisi Malasysia bagus.

Bagikan Dividen

Perseroan akan membagikan dividen tahun buku 2011 senilai Rp 16,3 per saham atau senilai Rp

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Mustika Ratu Rp 6,96 miliar. Rencana pembagian dividen ini sudah mendapatkan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham tahunan.

Kata Presiden Komisaris Mustika Ratu, Haryo Tedjo Baskoro, pembagian dividen ini merupakan 25% dari laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang tahun ini senilai Rp27,9 miliar. "Pembayaran dividen ini akan dilakukan pada Juli 2012 mendatang,”jelasnya

Dia menambahkan untuk sisa dana setelah pembagian dividen sebesar 75% ditetapkan sebagai laba ditahan sebesar Rp20,9 miliar dan dana cadangan senilai Rp2,7 miliar.

Tercatat sepanjang 2011 lalu perseroan membukukan laba bersih senilai Rp27,9 miliar atau tumbuh 14% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp24,4 miliar. Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, penjualan bersih emiten kosmetik ini juga meningkat 10% menjadi Rp406,3 miliar, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3693, miliar.

Sementara itu, hingga 2011 jumlah aset perseroan tercatat sebesar Rp422,49 miliar, tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp386,35 miliar. Untuk komposisi kepemilikian saham hingga 31 Desember 2011 tercatat dimiliki PT Mustika Ratu Investama sebesar 71,26%, Mellon S/A Investor PAC International sebesar 8,98% dan masyarakat sebesar 19,76%. (bani)

BERITA TERKAIT

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Kopi Arabika

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi kopi jenis arabika di sejumlah kawasan karena merupakan komoditas ekspor yang sangat…

Pemerintah Targetkan Koneksi Internet Cepat Sebelum 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa seluruh Indonesia akan terjangkau dan terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi sebelum tahun…

HOME Siapkan Rp 28 Miliar Untuk Renovasi - Genjot Okupansi

NERACA Jakarta – Guna memuluskan ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) menganggarkan belanja modal sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…