LEWAT DJAM MALAM

NERACA

Mengisahkan seorang bekas pejuang, Iskandar (AN Alcaff) yang kembali ke masyarakat, dan coba menyesuaikan diri dengan keadaan yang sudah asing baginya. Pembunuhan terhadap seorang perempuan dan keluarganya atas perintah komandannya di masa perang terus menghantuinya.

Tepat pada jam malam yang sedang diberlakukan, dia masuk ke rumah pacarnya, Norma (Netty Herawati). Itu awal film yang masa kejadiannya hanya dua hari.

Keesokannya dia dimasukkan kerja ke kantor gubernuran. Tidak betah dan malah cekcok. Dengan kawan lamanya, Gafar (Awaludin), yang sudah jadi pemborong, dia juga tak merasa cocok.

Dia masih mencari kerja yang sesuai dengan dirinya. Bertemu dengan Gunawan (Rd. Ismail), ia semakin muak, melihat kekayaan dan cara-cara bisnisnya. Apalagi setelah tahu, bahwa Gunawan merampas harta perempuan yang ditembak Iskandar itu lalu dijadikan modal usahanya sekarang.

Kemarahannya memuncak. Dia lari dari pesta yang diadakan pacarnya untuk dirinya dan pergi mencari Gunawan ditemani bekas anak buahnya (Bambang Hermanto), yang jadi centeng sebuah rumah bordil.

Penghuni rumah itu adalah Laila, pelacur yang mengimpikan kedamaian sebuah rumah tangga yang tak kunjung datang. Lalu dia pulang dari pesta, tapi ia melihat polisi datang. Ia curiga dirinya dicari-cari. Maka lari lagilah dia sampai kena tembak oleh polisi militer, karena melanggar peraturan (lewat) jam malam, justru di saat dia menghampiri kembali kekasihnya (Netty Herawati), satu-satunya orang yang mau mengerti dirinya. Mungkin bisa disebut karya terbaik Usmar Ismail.

Sebuah kritik sosial cukup tajam mengenai para bekas pejuang kemerdekaan pascaperang. Maka pada akhir film dibubuhkan kalimat: "Kepada mereka yang telah memberikan sebesar-besar pengorbanan nyawa mereka, supaya kita yang hidup pada saat ini dapat menikmati segala kelezatan buah kemerdekaan. Kepada mereka yang tidak menuntut apapun buat diri mereka sendiri."

Kelemahan film ini mungkin terletak pada akhiran film yang berpanjang-panjang, dan pengungkapan kegelisahan tokoh utamanya yang kurang subtil dan terlampau fisik. (bias)

BERITA TERKAIT

Pengembangan Ekonomi Syariah Bisa Lewat Koperasi

      NERACA   Jakarta - Pakar ekonomi syariah, Muhammad Syafii Antonio menyatakan bahwa pengembangan ekonomi syariah di suatu…

Tokopedia Bantu Renovasi Sekolah di Cilincing - Lewat Fitur Top Donas 100

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, Perusahaan e-commerce Tokopedia melakukan peresmian sekolah yang berhasil direnovasi berkat donasi Rp 100 yang…

Bekraf Dorong Pembiayaan Lewat Berbasis IT

      NERACA   Makassar - Badan Usaha Kreatif (Bekraf) mendorong pembiayaan berbasis IT sebagai upaya untuk membantu para…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…