Muliaman Terpilih Jadi Bos OJK

NERACA

Jakarta – Pemilihan anggota Dewan Komsioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dilakukan Komisi XI DPR berlangsung tertutup. Namun sejumlah bocoran yang diterima wartawan dari sejumlah anggota DPR mengerucut pada Muliaman Hadad. DPR agaknya sepakat memilih Muliaman sebagai Ketua OJK secara aklamasi.

Rapat yang berlangsung dimulai pukul 19.48 berlangsung alot. Data menyebutkan anggota komisi XI yang hadir mencapai 52 orang. Komisi XI telah sepakat memilih Muliaman D Hadad sebagai Ketua OJK. "Untuk ketua telah dilakukan secara aklamasi, Bapak Muliaman D. Hadad,” kata Ketua Komisi XI DPR, Emir Moeis, di DPR, Jakarta, Selasa (19/6).

Muliaman mengalahkan mantan seniornya di Bank Indonesia yakni Achjar Iljas yang merupakan mantan Deputi Gubernur BI. Muliaman Darmansyah Hadad lahir di Bekasi pada 1960. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar PhD dalam bidang business and economic dari Monash University Melbourne Australia. Muliaman mengawali karirnya sebagai staf umum di Kantor BI Mataram pada 1986.

Pada tahun 2003 diangkat sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan dan sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan sejak tahun 2005. Saat ini ia juga aktif dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai Sekjen, dan dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.

Muliaman juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan, Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan juga Financial Stability Board (FSB). Diluar kedinasannya, Muliaman juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Diakui anggota Komisi XI DPR dari Fraski PDIP, Maruarar Sirait mengatakan pemilihan pimpinan OJK akan digelar nanti malam. Bahkan Maruarar merilis tiga nama calon pimpinan OJK yang berpeluang besar lolos menduduki posisi ketua dan anggota OJK.

Menurut Ara-panggilan akrabnya, Muliaman D Hadad berpeluang besar lolos menduduki posisi pimpinan OJK karena komitmen yang tinggi terhadap penerapan asas resiprokal atau pengaturan batas kepemilikan asing yang mencapai 40% pada sebuah bank serta perhatiannya terhadap Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2020. "Muliaman bisa berkomitmen 40% resiprokal, itu bagus," ungkapnya

Selain itu, Ara menilai Nurhaida yang saat ini menduduki posisi Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam LK) kemungkinan besar akan lolos menduduki posisi anggota komioner OJK. "Nurhaida dia punya pengalaman dan punya ilmu yang cukup serta berkarir cukup panjang di Kementerian Keuangan serta komunikasi yang bagus dan independensinya jelas," imbuhnya.

Terakhir, Maruarar yang juga sebagai pemrakarsa hak angket kasus bank Century memunculkan nama Yunus Husein yang juga Mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Yunus Husein punya pemahamanan yang baik dan sikapnya soal respirokal sangat tegas," tambahnya.

BERITA TERKAIT

OJK Cabut Izin BPR Sambas Arta

    NERACA  Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Sambas Arta, yang beralamat…

OJK Larang MTN Jadi Uderlying Asset Reksadana - Waspadai Potensi Gagal Bayar

NERACA Jakarta – Menjaga kehati-hatian dalam industri keuangan atau potensi terjadinya gagal bayar, khususnya dalam pengelolaan dana masyarakat di produk…

OJK Dorong Pelajar Manfaatkan Tabungan Simpel - Ambon

  NERACA   Ambon - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Maluku mendorong produk tabungan Simpanan Pelajar (SiMPel) semakin dikenal dan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

Serikat Pekerja Dukung Pemberantasan Korupsi Di PLN

      NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Dirut PLN Syofyan Basir terkait dengan OTT…

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…