Pembatasan Kartu Kredit Bikin Nasabah Bingung

NERACA

Jakarta—Langkah Bank Indonesia (BI) yang membatasi nasabah kartu kredit hanya memiliki dua penerbit saja sangat sulit diwujudkan. Alasanya tentu nasabah yang memiliki lebih dari 2 dipaksa menutup salah satu kartu kreditnya. “Nanti kita lakukan identifikasi siapa saja nasabah yang memiliki kartu kredit lebih dari 2 penerbit. Nah itu membingungkan, siapa yang harus menutup apakah nasabah yang memilih atau bank yang memaksa menutup,” kata General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta di Jakarta.

Masalahnya, kata Steve, bank penerbit kartu kredit ini tentu akan mencari alasanya penutupan kartu kredit dan nasabah perlu melunasi semua tagihannya. “Lalu apakah penerbit tersebut mau untuk menutupnya, dan bagaimana pembayarannya jika masih ada cicilan," ungkapnya

Lebih jauh Steve mengatakan jika melihat negara lain seperti Singapura dan Malaysia rata-rata pemegang kartu memang melebihi di Indonesia. Bahkan di Korea Selatan itu bisa mencapai 5 sampai 6 kartu setiap orangnya. "Jadi ini baru pertama kali di RI dibatasi," terangnya

Menurut Steve, hanya di Indonesia yang membatasi jumlah kepemilikan kartu kredit seseorang. "Cuma di Indonesia yang dibatasi ini. Kartu kredit hanya boleh dari dua penerbit. Ini susah penerapannya," cetusnya

Dikatakan Steve, saat ini pemegang kartu kredit tercatat sebanyak 14,8 juta. Dengan rata-rata seseorang memegang 2 sampai 3 kartu kredit. "Nah itu bisa saja 2 penerbit bahkan lebih maka hal ini perlu dilakukan indentifikasi," kata Steve.

Melalui Surat Edaran Bank Indonesia No. 14/17/DASP yang baru, bank sentral membatasi jumlah kartu kredit setiap orang. Jumlah penerbit kartu kredit yang dapat memberikan fasilitas kartu kredit kepada seorang pemegang Kartu adalah maksimum hanya 2 (dua) penerbit kartu kredit.

Ketentuan pembatasan tersebut hanya berlaku untuk calon pemegang dan pemegang Kartu Kredit yang memiliki minimum pendapatan tiap bulan sebesar Rp 3 juta sampai Rp 10 juta. Misalnya saja seseorang memiliki 3 kartu kredit yakni dari BCA, BNI, dan Bank Mandiri dengan pendapatan Rp 5 juta per bulan. Maka nasabah ini terkena aturan pembatasan tersebut dimana harus mengembalikan satu kartu kreditnya kepada bank.

Sementara itu aturan Bank Indonesia tersebut, mulai berlaku sejak 7 Juni 2012 ini mematok besaran denda tagihan kartu kredit.

Menurut Juru Bicara BI, Difi Johansyah mengungkapkan denda keterlambatan pembayaran yang dikenakan oleh penerbit kartu kredit apabila nasabah tidak melakukan pembayaran itu paling maksimal hanya Rp 150.000. Dengan kata lain tak akan ada bunga majemuk alias bunga berbunga dari keterlambatan pembayaran oleh nasabah. "Denda keterlambatan itu kan paling banyak 3% dari total tagihan. Nah denda ini tidak bisa melebihi Rp 150.000 jadi paling besar ya Rp 150.000 walaupun nilai 3% tadi melebihi Rp 150.000," terangnya

Lebih jauh Difi menjelaskan, untuk kartu kredit tambahan denda keterlambatan hanya dibebankan kepada kartu kredit utamanya. Selain itu, keterlambatan pembayaran wajib dihentikan pada saat kartu kredit digolongkan macet sesuai ketentuan BI atau diblokir permanen oleh penerbit kartu kredit. "Kalau sudah dinyatakan macet denda tidak boleh dihitung lagi jadi tutup disitu," tegasnya

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan surat edaran mengenai alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). Surat edaran ini merupakan peraturan pelaksana dari PBI No. 14/2/PBI/2012 tanggal 6 Januari 2012 tentang Perubahan Atas PBI No. 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan APMK. Surat edaran BI ini diperlukan untuk meningkatkan penerapan aspek kehati-hatian, aspek perlindungan konsumen, dan aspek peningkatan standar keamanan teknologi APMK. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kembangkan Asuransi Kredit Perdagangan - Asuransi Simas Gandeng Atradius

NERACA Jakarta - Perluas layanan produk asuransi, PT Asuransi Sinar Mas (Simas) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Atradius Crédito y Caución…

Bank Mandiri Tawarkan Bunga Kredit Rendah - Festival Properti Indonesia

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri bersama situs properti 123.com menghadirkan Festival Properti Indonesia sebagai ajang yang…

BCA Beri Kredit Usaha Kecil Rp 1,4 Miliar - Berdayakan Petani Apel

NERACA Malang - PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) mengucurkan kredit usaha kecil sekitar Rp1,4 miliar kepada kelompok usaha agrobisnis…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Tak Efisien Dalam Mengejar Laba

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengkritisi perbankan, terutama bank-bank besar, yang belum efisien dalam mengejar…

Pemerintah 'Pede' Tingkatkan Inklusi Keuangan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah optimistis dapat meningkatkan indeks inklusi keuangan masyarakat mencapai 75 persen pada tahun…

Neraca Pembayaran Diprediksi Surplus US$10 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2017 akan surplus sebesar 10…