Bank Jatim Incar Pertumbuhan CAR 21% Lewat IPO

Neraca

Jakarta – Keseriusan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur menjadi BPD Regional Champion akan dibuktikan dengan menargetkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 21% setelah mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto memaparkan, pasca penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ditargetkan pertumbuhan CAR sebesar 21% dan pertumbuhan kredit 23% pertahunnnya, “Dengan ekspansi ini CAR kita diperkirakan berada dikisaran 20-21%, sampai 2016 kita mendekati 16-17% dengan asumsi pertumbuhan 23% per tahun,”katanya di Jakarta, Selasa (19/6).

Asal tahu saja, saat ini total aset Bank Jatim hingga akhir 2011 sebesar Rp24,8 Triliun, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp19,9 Triliun, loan-to-deposit ratio (LDR) 80,11%, Return of Asset (ROA) 4,97%, {non-performing loan} (NPL) Gross 0,97%, Net Interest Margin (NIM) 7,95%, CAR 16%, dan BOPO 60,02%.

Dia juga menuturkan, portofolio utang perseroan beresiko rendah, dengan nilai NPL di bawah satu persen untuk delapan tahun terakhir, pendapatan bunga 2011 tercatat sebesar Rp2,8 triliun dengan laba bersih sebesar Rp900 miliar.

Sementara, penyisihan piutang tak tertagih mengalami penurunan dari 2010 sebesar Rp182,12 Miliar menjadi Rp101,43 Miliar di akhir 2011. "Ini menunjukan kinerja keuangan yang baik dari Bank Jatim terutama dalam bidang profitabilitas dan efisiensi," tandasnya.

Harga Saham Perdana

Dalam pelaksanaan IPO, perseroan menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp430-Rp670 per saham. Kata Hadi Sukrianto, pelaksaan IPO ini diyakini akan terserap dengan baik, kendati kondisi pasar global belum menentu. "Dari proses premarketing yang kita adakan beberapa waktu lalu, kita melihat ada minat yang tinggi dari investor, sehingga kita optimistis demand-nya akan bagus. Apalagi kita juga menawakan di harga yang bagus pula. Jadi kita harapkan akan mendapat dana segar sebanyak-banyaknya," tegasnya.

Nantinya, pengunaan dana hasil IPO sekitar 80% akan digunakan untuk membiayai ekspansi kredit perseroan yang tahun ini ditargetkan tumbuh 23%. Sementara sisa dana IPO masing-masing 10% untuk pengembangan jaringan dan peningkatan IT Perseroan.

Dia juga menambahkan, pihaknya akan fokus pada kredit UMKM hingga 80%, sisanya akan disalurkan ke korporasi. "Sementara ini, core bisnis kami masih cunsumer loan, tetapi perlahan-lahan secara selektif kami akan ke UMKM, dan memang potensinya sangat besar. Untuk KUR saja bank kami nomor empat dengan penyaluran sebesar Rp1,7 triliun kepada 25 ribu nasabah," tuturnya.

Hadi juga mengatakan, hingga akhir tahun pihaknya akan menambah 25 cabang dan 120 ATM. Investasi untuk cabang sekitar Rp20 miliar, dengan indikasi per cabang sekitar Rp1 miliar. Perseroan juga menyampaikan, tidak akan membuka cabang di luar Jawa Timur selain di Jakarta yang sudah ada tiga cabang baru.

Selain itu, Direktur Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi Iman Rachman menambahkan, dengan waktu bookbulding yang sangat singkat, pihaknya akan mengoptimalkan penawaran ke investor lokal. "Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk roadshow ke investor asing. Sementara ini kita fokus dengan investor domestik," terang Iman.

Iman juga mengaku optimistis jika ratio antara harga pasar saham per lembar dibagi dengan net income bersih per lembar saham (price to earning/PE ratio) saham perseroan akan optimal. Alasannya, kondisi ini berkaca pada PE saham bank yang dipasarkan di bursa saat ini sangat baik. (bani)

BERITA TERKAIT

Rebranding, Bank Kaltim Ubah Nama jadi Bankaltimtara

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur atau Bank Kaltim, Rabu, resmi berganti nama menjadi…

BSM Raih Penghargaan Bank Syariah Ritel Terkuat di Asia Pasifik

    NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (BSM) meraih penghargaan di segmen perbankan ritel dari Cambridge Analytica…

Genjot KPR, Bank MNC Gandeng Property Group Imperium

    NERAC   Medan - PT Bank MNC Internasional Tbk atau MNC Bank kerja sama dengan PT Property Group…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…