Pemerintah Integrasikan Proyek MP3EI-MP3KI - Dalam RKP 2013

NERACA

Jakarta---Pemerintah mengintegrasikan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dalam keterangan tertulisanya menyebutkan, MP3EI dan MP3KI sesuai dengan tema pembangunan nasional 2013 yaitu memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat.

Tema pembangunan nasional 2013 memuat empat isu strategis yaitu peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat, serta pemantapan stabilitas politik. "Isu-isu strategis tersebut akan dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pada prioritas nasional terkait," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana dalma keterangan tertulis itu.

MP3EI berupaya menjaga stabilitas makro ekonomi, mendorong percepatan pertumbuhan sektor riil, memperbaiki iklim investasi baik di sektor keuangan maupun sektor riil (Prioritas 7), mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur (Prioritas 6), menguatkan skema kerjasama pembiayaan investasi dengan swasta (Prioritas 6), ketahanan energi (Prioritas 8), ketahanan pangan (Prioritas 5), reformasi birokrasi dan tata kelola (Prioritas 1), meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi teknologi (Prioritas 2 dan 11), serta prioritas lainnya seperti bidang perekonomian, dan bidang politik, hukum dan keamanan.

Sementara itu, MP3KI meliputi pertama, program penanggulangan kemiskinan eksisting yang pada Klaster I berupa bantuan dan jaminan sosial, Klaster II adalah pemberdayaan masyarakat, Klaster III tentang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM), dan Klaster IV adalah program prorakyat.

Program kedua adalah transformasi perlindungan sosial dan bantuan sosial. Ketiga, pengembangan lapangan kerja, pemberdayaan, akses berusaha dan kredit, dan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal.

Sementara itu dalam pencapaiannya, saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diperkirakan turun dari 6,32% pada Februari 2012, menjadi 5,8%-6,1% tahun 2013.

Penurunan ini dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi 6,8% - 7,2%, akan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 2,5 juta - 2,7 juta. Angkatan kerja diperkirakan bertambah 2,2 - 2,5 juta, sehingga jumlah pengangguran menurun menjadi 7,2 - 7,4 juta. **cahyo

BERITA TERKAIT

Penyakit Kesehatan Jiwa dalam Perlindungan BPJS

Kesehatan jiwa masih dipandang sebelah mata. Masyarakat masih menganggap remeh dan mengabaikan penyakit ini. Akibatnya, mereka enggan memeriksakannya secara medis.…

Pemerintah Bakal 'Paksa' Pengembang Bangun Fasilitas Difabel

Kementerian Sosial akan menyiapkan panduan penyediaan fasilitas umum ramah difabel dengan mengadopsi model terbaik di dunia dengan tetap memperhatikan kearifan…

Pemerintah Siapkan Regulasi Cegah Anak Kecanduan Gadget

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, membenarkan kabar bahwa pemerintah tengah menggodok sebuah aturan untuk membatasi penggunaan gawai seperti smartphone atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Komoditas Pangan Berkualitas Perlu Perhatian Capres

  NERACA   Jakarta - Banyak kajian yang menunjukkan bahwa dengan semakin berlipatnya jumlah populasi di dunia, maka persaingan antarnegara…

Pemerintah Keluarkan Moratorium Izin Lahan Sawit

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan moratorium izin pelepasan kawasan hutan untuk…

Pemerintah Alokasikan Dana Khusus untuk Museum

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi sejumlah museum milik pemerintah…