Lelang TDV Capai USS1,150 Juta - Target Hanya US$400 Juta

NERACA

Jakarta—Perbankan nasional mulai merespon lelang term deposit valas (TDV). Bahkan TDV ini mengalami kelebihan yang mencapai US$1,150. Padahal targetnya hari ini sebesar US$400 juta. "Target indikatif lelang term deposit valas hari ini sebesar US$400 juta untuk tenor tujuh hari dan 15 hari. Bank yang masuk melakukan biding total sebesar USD1,150 juta (oversubscribed)," kata Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo di Jakarta,18/6

Adapun dari permintaan yang masuk, yang dimenangkan sebesar US$500 juta. Rinciannya, untuk term deposit valas bertenor tujuh hari sebesar US$100 juta, dengan bunga 0,135%. Serta yang bertenor USD14 juta volumenya US$400 juta dengan bunga 0,15%. "Adapun RRT (rata-rata tertimbang) suku bunga yang dimenangkan ini mengalami penurunan sekira 3 bps untuk masing-masing tenor," ujarnya

Total outstanding term deposit valas saat ini adalah sebesar USD1,2 miliar. Rabu, 20 Juni 2012, jumlah term deposit valas yang jatuh tempo sekira USD500 juta, dan direncanakan untuk dibuka kembali lelang TDV untuk tenor yang lebih panjang, yakni sampai satu bulan.

Sebelumnya, Bank Indonesia akan meningkatkan pasokan valas di pasar uang untuk mengantisipasi potensi memburuknya krisis Eropa, khususnya terkait pelaksanaan Pemilu di Yunani 17 Juni mendatang.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di Jakarta, Jumat, mengatakan Bank Indonesia terus memantau dan telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan. "Kita akan meningkatkan pasokan valas di pasar sesuai dengan kebutuhan sebagai bagian untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah," ujarnya

Disamping intervensi di pasar valas, BI juga terus melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah yang selama ini telah dilakukan, termasuk pembelian SBN di pasar sekunder, penerbitan Term Deposit valas, dan pengembangan instrumen-instrumen transaksi valas di dalam negeri lainnya. "Bank Indonesia menilai dampak langsung dari krisis Eropa terhadap korporasi maupun perbankan Indonesia sejauh ini relatif terbatas," jelasnya

Data BI menyebutkan, posisi utang luar negeri swasta Indonesia dari Eropa per April 2012 tercatat 21,6 miliar dolar AS dimana sebagian besar berasal dari Belanda (57,3%), Inggris (10,7%), Jerman (6,4%), dan Prancis (2,5%).

Sementara eksposur utang ke negara-negara PIIGS (Portugal, Irlandia, Italia, Yunani dan Spanyol) sangat kecil, demikian pula eksposur perbankan Indonesia terhadap Eropa juga relatif kecil.

Darmin menjelaskan dampak memburuknya krisis Eropa terutama dirasakan pada tekanan di pasar valas dan pasar keuangan dan telah terjadi selama ini, dengan intensitas yang meningkat khususnya sejak awal Mei, sebagaimana tercermin pada tekanan pelemahan nilai tukar dan penurunan indeks harga saham di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, Bank Indonesia selama ini telah meningkatkan pasokan likuiditas valas untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan juga melakukan pembelian SBN di pasar sekunder.

Cadangan devisa per 31 Mei 2012 mencapai 111,5 miliar dolar AS, atau cukup untuk memenuhi 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. "Sejauh ini kondisi kecukupan likuiditas baik valas maupun Rupiah tetap terjaga," paparnya

Disamping intervensi di pasar valas, untuk meningkatkan pasokan valas di dalam negeri, Bank Indonesia juga telah memulai lelang Term Deposit valas yang berjalan dengan sukses.

Saat ini sejumlah instrumen untuk menambah pasokan valas dan instrumen lindung nilai juga disiapkan. "Bank Indonesia terus melanjutkan langkah-langkah pendalaman pasar valas dalam negeri untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah," ucapnya

Bank Indonesia juga memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dalam rangka menjaga dan memelihara stabilitas sistem keuangan yang telah ditandatangani tanggal 7 Juni 2012.

Dengan Nota Kesepahaman tersebut, telah terdapat kejelasan mekanisme dan rencana tindak di masing-masing institusi maupun koordinasi langkah-langkah yang diperlukan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Campina Bidik Dana Segar IPO Rp 354 Miliar - Harga Rp 310-Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Campina Ice Cream Industry Tbk telah menetapkan rentang harga penawaran umum saham perdana alias initial public…

KPK Akan Lelang 54 Barang Rampasan

KPK Akan Lelang 54 Barang Rampasan NERACA Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang 54 barang rampasan yang terdiri…

OJK Yakin Inklusif Keuangan 75% Tercapai - Pasang Target Ambisius di 2019

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan literasi keuangan yang masih tertinggal dari negara tetangga, masih menjadi pekerjaan rumah Otoritas Jasa Keuangan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Motif MUFG Akuisisi Saham Danamon Dinilai Belum Jelas

      NERACA   Jakarta - Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dikabarkan berniat mengakuisisi 40% saham PT Bank Danamon…

Ada Kemungkinan The Fed Naikkan Bunga di Desember

    NERACA   Jakarta - Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga acuannya pada Desember, meskipun…

BPJS dan BJB Kerjasama Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerja sama dengan Bank BJB dalam hal…