GT Menggebrak dengan Produk Baru Zeneos

NERACA

PT Gajah Tunggal Tbk sebagai produsen ban nasional terbesar dan terintegrasi se-Asia Tenggara akhirnya membuat gebrakan baru dengan secara resmi memperkenalkan produk ban sepeda motornya yang terbaru, Zeneos.

Zeneos diklaim dapat menghadirkan deretan pola yang trendy dan stylish. Zeneos mencoba untuk ‘mencuri perhatian’ para pengguna sepeda motor yang ingin tampil gaya dan memfokuskan keselamatan.

Menurut Senior Brand Manager Roda Dua PT Gajah Tunggal Tbk Baharijanto, Zeneos merupakan jawaban untuk para bikers yang suka memodifikasi motornya. PT Gajah Tunggal Tbk juga memproduksi ban roda dua dengan merek IRC yang merupakan ban terbaik dan menjadi pilihan mayoritas pabrikan sepeda motor di Indonesia.

Sementara Zeneos tampil untuk penggemar modifikasi, oleh karena itu ban Zeneos dibuat dalam berbagai ukuran dan pola yang keren. Soal kualitas, Baharijanto menekankan bahwa Zeneos memiliki kualitas yang terbaik karena PT Gajah Tunggal Tbk telah memiliki 40 tahun pengalaman memproduksi ban sepeda motor. “IRC memiliki kualitas yang sudah terbukti di masyarakat, dan Zeneos juga menerapkan teknologi yang sama dengan IRC dalam produksinya.”

Memang sebelum resmi di-launching di PRJ 2012, Zeneos telah dijual dipasaran dan pernah diujicobakan kepada wartawan otomotif, bikers community serta para pembalap motor nasional. Respon positif diberikan untuk Zeneos.

“Mereka yang sudah mencoba berkendara dengan ban Zeneos dengan menempuh jarak jauh dan melintasi jalan yang basah maupun kering, menyukai performa ban ini,” jelas Baharijanto

“Ukuran-ukuran ban yang tersedia pun bervariasi, jadi bikers lebih leluasa memilih yang sesuai untuk motor mereka,” tambahnya.

PRJ juga dimanfaatkan oleh Zeneos dengan menggandeng jawara stuntrider Indonesia, Harley Evans, dengan unjuk kebolehan melakukan freestyle di arena PRJ 2012. Dengan melakukan manuver-manuver yang ekstrem, akan terlihat bagaimana ban Zeneos mampu mengimbangi motor dan tetap memberikan keamanan bagi sang pengendara.

“Harapannya, pengunjung bisa melihat dengan jelas bagaimana kualitas ban Zeneos yang digunakan secara ekstrem masih mampu memberikan performa terbaiknya, apalagi jika digunakan sehari-hari,” tutur Baharijanto.

Selain itu dia optimistis Zeneos akan diterima pasar karena kualitas ban produksi GT sudah terbukti kualitasnya dengan harga yang terjangkau. Ban Zeneos menyasar anak muda yang mengedepankan gaya hidup. “Kami menargetkan penjualan 1.500 unit ban Zeneos setiap bulannya,” katanya.

“Zeneos asli buatan Indonesia dengan sebagian besar bahan material dari Indonesia. Ban IRC lebih menyasar pengemudi dewasa dan Zeneos lebih ke anak muda, anak yang berusia 18-29 tahun,” papar Baharijanto.

Nama Zeneos diambil dari kata “jenius” yang menggambarkan masyarakat semakin pandai dan modern untuk mencari ban yang terbaik untuknya. Saat ini PT. Gajah Tunggal memiliki jaringan di Sumatera, Jawa dan Bali. Tahun ini, PT. Gajah Tunggal baru akan menyasar Kalimantan dan Sulawesi.

“Daya tahan Zeneos sekitar 12.000- 15.000 km bergantung pada daerahnya, kalau Jakarta dan sekitarnya bisa dipakai selama setahun,” katanya.

Sedangkan menurut General Marketing PT Gajah Tunggal Tbk Arijanto Notorahardjo pihaknya merasa bangga dengan GT Radial yang merupakan produk asli Indonesia. “Kami ingin menunjukkan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayai dan menggunakan ban GT Radial pada kendaraan roda empatnya,” paparnya.

Selain itu juga, GT Radial merupakan ban yang diproduksi 100% oleh anak bangsa Indonesia dan telah sudah digunakan lebih dari 90 negara di enam benua yang ada di muka bumi. “Ini merupakan bukti nyata dari kualitas, ketangguhan dan performa ban GT Radial yang telah diakui oleh masyarakat International.” tutur Arijanto.

GT Radial sendiri telah meramaikan pesta rakyat ini sejak tahun 2007. Di PRJ 2012 kali ini GT Radial menampilkan ban ultra high performance dan ban untuk kendaraan 4X4. GT Radial Champiro HPY, GT Radial Champiro SX2 dan GT Radial Savero Komodo. Ban GT Radial SX2 adalah ban yang diproduksi untuk kompetisi slalom dan drifting. Ban ini baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu dan mendapat respon positif dari para penggunanya. “Karena tipenya street legal, selain untuk kompetisi ban ini juga dapat digunakan untuk pemakaian sehari-sehari.” tutur Arijanto.

Sementara GT Radial Savero Komodo merupakan ban untuk kendaraan 4X4 yang penggunaannya lebih banyak di medan off road. Keandalan dan ketangguhan ban ini telah terbukti di berbagai kejuaraan off road nasional.

BERITA TERKAIT

Lemhannas Perlu Bersinergi dengan Media Tangkal Hoaks

Lemhannas Perlu Bersinergi dengan Media Tangkal Hoaks NERACA Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI perlu bersinergi dengan media untuk…

OJK Pantau Kesepakatan Jiwasraya dengan Pemegang Polis

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memantau kesepakatan yang telah dicapai antara PT. Jiwasraya…

Japnas: Produk Lokal Perlu Dukungan Pemkot Bandung

Japnas: Produk Lokal Perlu Dukungan Pemkot Bandung NERACA Bandung - Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) menyatakan para pengusaha di level mikro…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

CR-V Hybrid Debut Eropa di Paris Motor Show 2018

Honda mengumumkan jajaran mobil yang akan ditampilkan pada ajang pameran otomotif Mondial Paris Motor Show 2018. Display utama Honda di…

Xpander Raih Penghargaan

Mitsubishi Xpander berhasil meraih penghargaan Forwot (Forum Wartawan Otomotif) Car of the Year 2018, dengan meraih nilai tertinggi sebesar 216…

Mercedes-Benz V-Class Tersedia Dengan Lift Kursi roda

Mercedes-Benz menawarkan kemudahan kepada orang-orang yang memiliki kendala fisik, lewat mobil Mercedes-Benz V-Class dengan lift kursi roda dan juga kursi…