Jelang Puasa dan Lebaran, Pasokan Daging Sapi Dijamin Aman

NERACA

Jakarta - Pada bulan Ramadhan dan Lebaran sering terjadi lonjakan harga daging sapi akibat dari minimnya pasokan. Tetapi, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena pihak Kementerian Pertanian sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah kelangkaan daging yang bisa melambungkan harga. Kebutuhan daging sapi pada tiga bulan ke depan masih dapat dipenuhi dari ketersediaan sapi lokal dan tempat penggemukan sapi (feedloter), sehingga tidak ada tambahan kuota daging sapi impor.

Direktur Budidaya Ternak Kementerian Pertanian Fauzi Luthan mengatakan, stok sapi di feedloter, di empat provinsi membuat pemerintah optimistis kebutuhan daging selama puasa dan lebaran aman. "Kami juga selalu meng-update data ketersediaan sapi di feedloter maupun peternak. Saat ini, kami yakin kebutuhan daging masih aman," ujarnya di Jakarta, Senin (18/6).

Selain pasokan sapi dari feedloter, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan sapi-sapi lokal di delapan provinsi yang merupakan sentra peternakan sapi dan kerbau. Pemerintah mengklaim, seluruh provinsi penghasil sapi tersebut telah berhasil melakukan swasembada daging sapi.

Data pemerintah menunjukkan, Nusa Tenggara Barat masih surplus sapi siap potong cukup untuk tiga bulan ke depan, yakni sebanyak 86.106 ekor atau setara 17.996 ton daging. Populasi sapi di Nusa Tenggara Timur juga surplus sebanyak 13.454 ekor sapi atau setara 2.193 ton.

Relatif Seimbang

Sementara, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertaninan Syukur Iswantoro mengatakan, pemerintah telah mendata jumlah kebutuhan dan persedian daging sapi di seluruh daerah di Tanah Air. Hitungan pemerintah, ada tiga provinsi yang defisit daging sapi dalam tiga bulan ke depan. "Di daerah lainnya antara pasokan dan kebutuhan relatif seimbang," jelasnya.

Di Provinsi DKI Jakarta, selama satu kuartal mendatang butuh sapi 15.960 ton, namun ketersediaan pasokan daging hanya 5.000 ton sehingga defisit daging sebanyak 10.960 ton. Dua provinsi lain yang juga defisit daging adalah Banten sebanyak 2.577 ton dan Jawa Barat, 3.562 ton.

Pemerintah pun meyakinkan, kekurangan daging sapi di tiga provinsi tersebut masih bisa dipenuhi dengan surplus populasi sapi dari daerah lain. Jumlah ketersediaan daging sapi bisa ditambah sebanyak 7.369 ton atau dari Bali sebanyak 7.317 ton. Alhasil, daging sapi di Indonesia selama tiga bulan ke depan masih akan surplus 41.128 ton. "Dari Jawa Timur yang surplus 17.996 ton dan Jawa Tengah yang surplus daging sebesar 7.436 ton," terang Syukur.

Menurut dia, pasokan yang cukup akan membuat harga daging sapi masih stabil, yakni di kisaran Rp 24.000 hingga Rp 27.000 per kg. Sementara, untuk daging sapi jenis premium mencapai Rp 70.000 per kg dan daging sapi kualitas di bawahnya antara Rp 60.000 hingga Rp 65.000 per kg.

Secara terpisah, diakui oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bahwa untuk mencukupi kebutuhan daging sapi dalam negeri harus dipasok dari ketersediaan sapi lokal, sehingga tidak perlu melakukan impor. “Ya pastinya kita akan komunikasikan dengan Kementerian Pertanian. Kalau cukup dari dalam negeri ya kita gak perlu impor,” ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti juga menjelaskan bahwa Pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyikapi kelangkaan daging sapi terjadi. Menurut dia, harus dicarikan solusi agar tidak menyebabkan harga membumbung tinggi. “Kalau memang dirasakan mendesak maka kami akan mengambil sikap untuk mengupayakannya, entah bagaimana caranya atau apabila diperlukan importasi dari luar, tentunya perlu kami kaji lebih mendalam,” jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan pangan hingga akhir periode tahun…

Globalisasi, Demokratisasi, Liberalisasi, dan Digitalisasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Empat kata yang menjadi judul tulisan ini telah menjadi realitas yang…

Pajak e-Commerce, Asas Equity, dan Kisah Graham Bell

Oleh: Andi Zulfikar, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak *) Siapa yang tidak mengenal Alexander Graham Bell? Lelaki yang lahir di Edinburgh, Skotlandia,…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Dunia Usaha - Iperindo Sesalkan BUMN Pelayaran Masih Impor Kapal Bekas

NERACA Jakarta - Belum lama ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni membeli enam kapal bekas dari luar negeri,…

Penilaian Kadin - TEI 2017 Buka Akses Pasar Ekspor Nontradisional

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa penyelenggaraan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 mampu…

Pameran Terpadu - Indofair 2017 Dorong Kerja Sama IKM RI-Suriname

NERACA Jakarta – Indonesia dan Suriname bersinergi dalam pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) melalui penyelenggaraan pameran terpadu Indofair 2017…