Persoalan Saham Tidur Tuntutan Pelaku Pasar - Direksi Baru BEI

Neraca

Jakarta – Terpilih kembalinya Ito Warsito menjadi direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk kedua kalinya menuai penilaian skeptis bila industri pasar modal kedepannya akan jauh lebih baik. Pasalnya, selama ini banyak prestasi yang belum banyak dilakukan Ito Warsito, sebut saja soal saham tidur.

Menurut pengamat pasar modal Budi Frensidy, terpilihnya Ito menjadi dirut BEI banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan seperti saham tidur. Karena selama ini, persoalan saham tidur belum banyak dilakukan perubahan lebih baik, “Saham tidur menjadi pekerjaan rumah bagi Ito Warsito,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Minggu (17/6).

Selain itu, dia juga dia memita direksi terpilih BEI untuk memberikan perhatian khusus kepada emiten yang sahamnya hanya dimiliki oleh puluhan orang saja. “Karena percuma saja kalu sudah listing tapi sahamnya tidak likuid. Pemegang sahamnya harus ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Terkait target jumlah emiten yang tidak tercapai ditahun lalu, Budi menjelaskan, tidak semua emiten memiliki kualitas untuk listing di bursa. “Kan harus dilihat juga kualitasnya, tidak bisa langsung masuk bursa begitu saja,” ungkapnya.

Sementara analis Managing Research Indo Surya Aset Management Reza Priyambada menilai, terpilihnya Ito dituntut harus bekerja lebih ekstra lagi karena kepercayaan diberikan untuk kedua kalinya, “Harapan BEI menjadi lebih baik oleh investor pasar modal, itu yang harus dia wujudkan,”tegasnya.

Selain itu, iklim investasi & kemudahan listing perusahaan juga harus menjadi perhatian dan tidak hanya itu, dia jg harus bisa merangkul semua perusahaan efek, tanpa terkecuali karena ramainya perdagangan di BEI merupakan kerja keras para perusahaan efek.

Bahkan bila perlu dia bisa mengajak perusahaan efek non Anggota Bursa (AB) agar berminat menjadi AB. Sama halnya, dengan mengajak perusahaan swasta & BUMN untuk mau mencatatkan sahamnya di BEI. Segala administrasi, kemudahan, & layanan hrs bisa diberikan oleh BEI kepada calon emiten sehingga mereka mau mencatatkan sahamnya di BEI.

Pemahaman Pasar Modal

Sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengemukakan, terpilihnya kembali Ito Warsito menjadi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dikarenakan memikiki pemahaman kuat di industri pasar modal. "Ito Warsito dinilai mempunyai pemahan kuat tentang pasar modal," kata Ketua Bapepam-LK, Nurhaida.

Menurutnya, pelaksanaan pemilihan Direksi BEI telah sesuai dengan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) dan juga telah sesuai dengan peraturan Bapepam-LK mengenai bursa efek. "Secara kompetensi, yang lain juga bagus, secara kriteria kandidat direksi terpenuhi, namun kita harus memilih diantara yang terbaik," paparnya.

Asal tahu saja, Ketua Bapepam-LK minta kepada AB untuk tidak menolak direksi BEI terpilih periode 2012-2015, yang akan ditetapkan dan diangkat dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 27 Juni 2012.

Nurhaida menegaskan sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1993 Tentang Pasar Modal mengatur pemilihan direksi dan Bursa Efek Indonesia dilakukan dan disetujui Bapepam dan selanjutnya ditetapkan dalam RUPS.

Nurhaida mengungkapkan, AB yang mengajukan paket Ito Warsito sebagai dirut BEI sebanyak 32. Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan paket Harry Supoyo, yang memperoleh dukungan dari 59 AB. "Kriteria untuk direksi sama dan sudah ditetapkan kriterianya. Intinya, mereka tidak ada catatan kriminal atau kejahatan di pasar modal," ungkapnya. (didi)

BERITA TERKAIT

Bank Commonwealth Dukung Desainer Lokal Perluas Pasar - Membangun Kemandirian Ekonomi Wanita

Sebagai bentuk kepedulian dalam pemberdayaan ekonomi wanita, PT Bank Commonwealth (Bank Commonwealth) mendukung brand lokal Purana, fashion house yang fokus…

BEI Bakal Luncurkan Indeks Baru di Pasar - Gandeng Perusahaan Indeks Global

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Kapitalisasi Pasar - BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Gandeng Perusahaan Cina - ELTY Garap Proyek di Jakarta dan Surabaya

NERACA Jakarta - Memanfaatkan geliat pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut ambil bagian…

Ramaikan Pasar Reksadana di 2018 - Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…