Selesai Bangun Pabrik, Kaltim Nitrat Siap Pasok Kebutuhan Konsumen

NERACA

Jakarta - PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) siap memasok kebutuhan konsumen di pasar lokal setelah menyelesaikan pembangunan pabrik dengan kapasitas produksi 300.000 metric ton (MT)/tahun. Dengan hasil produksi ini, KNI akan menjadi produsen Amonium Nitrat terbesar di Indonesia bahkan mungkin di Asia Tenggara.

Direktur Utama PT Kaltim Nitrat Indonesia, Antung Pandoyo, menyatakan amonium nitrate sangat dibutuhkan di sektor pertambangan dan pertahanan. Kebutuhan bahan peledak dalam negeri pada tahun 2012 diprediksi mencapai 600.000 MT/tahun.

“Berdirinya pabrik KNI merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan nasional akan amonium nitrat yang selama ini bergantung pada produk import, dan saat ini kesiapan operasional KNI telah mencapai 100%," kata Antung dalam siaran pers yang diterima Neraca, Sabtu (16/6).

Antung mengungkap, pabrik KNI mulai berproduksi pada April 2012. Hasil produksinya, amonium nitrat prilled, merupakan bahan baku peledak yang sangat dibutuhkan oleh industri pertambangan. Apalagi saat ini industri pertambangan tengah mengalami pertumbuhannya yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Walaupun bersaing dengan beberapa perusahaan lain di industri bahan baku peledak pertambangan, kehadiran KNI di Indonesia tentunya menjadi kebanggaan kita semua karena merupakan bukti nyata dari kemampuan industri Indonesia untuk bersaing di pasar global,” jelasnya.

Sementara itu, saat meresmikan pabrik KNI, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan industri bahan baku bahan peledak merupakan industri yang strategis dan perlu didukung oleh berbagai pihak, terutama pemerintah pusat dan lokal karena akan memberikan manfaat besar bagi kepentingan bangsa.

"Pabrik yang dirancang dengan sangat baik dan dioperasikan oleh putra terbaik bangsa ini dapat menjadi contoh bagi industri-industri lain yang perlu dikembangkan dalam Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) di masa depan. Saya optimis, kita akan mampu memenuhi kebutuhan Amonium Nitrate nasional dengan kemampuan kita sendiri," ujar Purnomo.

Pengoperasian pabrik KNI membuat Indonesia telah memiliki pabrik AN berkelas internasional yang berlokasi di Bontang di atas tanah seluas 10 hektar, dengan total investasi sekitar Rp 4 triliun.

Pabrik KNI yang merupakan salah satu industri strategis dibawah pengawasan Kementerian Pertahanan ini juga akan mengurangi ketergantungan akan impor Amonium Nitrat (AN) dan akan menghemat devisa negara.

PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) didirikan pada tahun 2001 sebagai perusahaan PMA. Sejak awal berdirinya, KNI bertujuan melakukan investasi melalui pendirian pabrik Amonium Nitrat (AN). Armindo Group (Armindo) yang menguasai saham mayoritas KNI sebesar 51% bermitra dengan perusahaan kelas dunia, Orica Investment (Indonesia) Pty Ltd yang memiliki 49% saham.

BERITA TERKAIT

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading NERACA Jakarta - Permata Graha Land (PGL) membangun hunian di Kelapa Gading dengan harga…

YLKI: Penyederhanaan Listrik Bebani Konsumen

NERACA Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana kebijakan Kementerian ESDM yang akan menyederhanakan sistem tarif listrik dengan…

Rebranding, Bank Kaltim Ubah Nama jadi Bankaltimtara

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur atau Bank Kaltim, Rabu, resmi berganti nama menjadi…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

RI-Norwegia Perkuat Komitmen Kerjasama Akuakultur

NERACA Jakarta - Indonesia dan Norwegia kembali menguatkan komitmen kerjasama di bidang Perikanan Budidaya khususnya pengembangan budidaya laut. Komitmen tersebut…

Tekan Pengangguran - Ponpes Dipacu Ciptakan Pelaku Industri Kecil Menengah

NERACA Jakarta – Pondok pesantren berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Untuk itu,…

Pemerintah Dorong SCG Berinvestasi US$600 Juta

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong realisasi investasi dari manufaktur besar Thailand, Siam Cement Group (SCG), yang berencana…