Awal Pekan ini, IHSG Mencoba Mengawali Hari Baik

Neraca

Jakarta – Maraknya aksi beli pelaku pasar memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup menguat 26,491 poin (0,69%) ke level 3.818,109. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 5,231 poin (0,81%) ke level 650,249.

Kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, teknikal 'rebound' memicu penguatan indeks BEI, “Penguatan IHSG searah dengan bursa kawasan Asia,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, mayoritas saham-saham juga telah mengalami jenuh jual (over sold) sehingga pelaku pasar mengambil posisi beli pada saham-saham yang sebelumnya tertekan. Oleh karena itum berikutnya, pergerakkan pasar saham pada pekan depan akan tergantung dari hasil pemilu Yunani yang akan dilaksanakan pada akhir pekan kemarin.

Kendatipun demikian, indeks diproyeksikan akan bergerak menguat dan pergerakan akan berada di level 3.818-3.920. Asal tahu saja, menjelang penutupan perdagangan aksi beli mulai marak. Saham-saham yang sudah terkena tekanan jual mulai kembali dikoleksi investor.

Sambil lalukan aksi tunggu, secara perlahan investor asing mencairkan dananya di pasar modal. Hingga sore hari ini transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 43,255 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 110.954 kali pada volume 10,176 juta lot saham senilai Rp 4,993 triliun. Sebanyak 149 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.300 ke Rp 36.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.250 ke Rp 24.400, Multibreeder (MBAI) naik Rp 950 ke Rp 13.000, dan Japfa (JPFA) naik Rp 625 ke Rp 4.825.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 21.800, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 22.450, J Resources (PSAB) turun Rp 200 ke Rp 2.675, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 200 ke Rp 2.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup terkoreksi tipis 11,939 poin (0,32%) ke level 3.779,679. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,877 poin (0,14%) ke level 644,141. Aksi ambil untung langsung terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik cukup tinggi. Saham-saham tersebut berada di sektor komoditas, infrastruktur, dan perdagangan.

Saham-saham lapis dua masih berusaha menahan pelemahan dengan penguatan yang tipis. Aksi jual dilakukan investor asing juga lokal. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 46.354 kali pada volume 4,293 juta lot saham senilai Rp 1,722 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.250 ke Rp 24.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 35.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 57.450, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 ke Rp 48.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 21.600, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 7.150, Surya Citra (SCMA) turun Rp 200 ke Rp 8.500, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 200 ke Rp 6.850.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 19,48 poin atau 0,51% ke posisi 3.811,09. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,97 poin (0,77%) ke level 649,99, “IHSG mengalami teknikal 'rebound' seiring koreksi signifikan yang terjadi kemarin. Namun demikian, minimnya sentimen positif membuat IHSG bergerak relatif mendatar," ujar analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, menguatnya ekspektasi stimulus dari The Fed setelah rilis data pengangguran diluar ekspektasi naik dan inflasi AS di bulan Mei hanya sekitar 1,7% dibanding tahun lalu, dibawah target The Fed. Kondisi itu, salah satu faktor pendorong bursa regional terangkat.

Meski demikian, dia menambahkan, investor masih cenderung mengambil posisi "wait and see" mengantisipasi pemilu Yunani. "Hal itu mengkompensasi sentimen positif dari penguatan bursa AS kemarin, “ujarnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 201,14 poin (1,07%) ke level 19.009,54, indeks Nikkei-225 turun 26,99 poin (0,31%) ke level 8.595,88 dan Straits Times melemah 10,31 poin (0,36%) ke level 2.783,81. (bani)

BERITA TERKAIT

Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017…

Tren Penguatan, Laju IHSG Ditutup 6.382

NERACA Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (15/1) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

Transaksi Saham Sepekan Rp 7,60 Triliun - IHSG Bergerak Positif 0,25%

NERACA Jakarta – Perdagangan pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,25% ke level 6,370.65 poin dari 6,353.73…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PP Presisisi Serap Dana IPO Rp 201,3 Miliar

Sejak debut perdananya di pasar modal, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengklaim sudah menghabiskan dana initial public offering (IPO) sebesar…

Investor Saham di Sulawesi Utara Tidak Panik

Investor di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak terpengaruh dengan runtuhnya selasar gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin…

MNC Sekuritas Agen Penjual Sukri SR-010

Sebagai perusahaan sekuritas yang memberikan jasa keuangan yang menyeluruh, PT MNC Sekuritas membuktikan komitmen dalam menyediakan beragam produk investasi yang…