Pencapaian Sasaran MDGs Pertaruhan Bangsa

NERACA

Jakarta—Pemerintah minta pencapaian sasaran Tujuan Pembangunan Milenium atau MDGs adalah pertaruhan martabat bangsa. Alasanya mengingat Indonesia bersama 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan 23 organisasi internasional telah menandatangani kesepakatan untuk dicapai pada 2015. "MDGs adalah komitmen seluruh dunia dan Indonesia ikut menandatangani dan kita sebagai bangsa komitmen untuk melaksanakan target itu," kata Wapres Boediono di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Wapres saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Silaturahim Nasional Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan yang antara lain dihadiri Ibu Herawati Boediono dan Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar.

Karena itu, Wapres komitmen pencapaian MDGs tersebut sesungguhnya untuk kepentingan Indonesia sendiri dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara keseluruhan agar dapat hidup layak dan sehat. "Sasaran MDGs menyangkut pada kesejahteraan manusia di masing-masing negara dan sasaran harus tercapai dari tahun ke tahun," tambahnya

Namun demikian, kata Wapres, dari target delapan sasaran tujuan MDGs masih ada tiga tujuan yang sampai saat ini masih belum bisa tercapai, yaitu masih tingginya kematian anak dan ibu saat melahirkan, pemberantasan penyakit HIV/AIDs serta ketersediaan air bersih dan sanitasi.

Lebih jauh Wapres Boediono mengaku optimis dengan adanya keterlibatan ibu-ibu PKK di masing-masing daerah maka tiga tujuan yang masih belum tercapai itu bisa terselesaikan. "Memang ada sasaran MDGs yang memerlukan kerja ekstra keras karena belum tercapai," jelasnya

Dikatakan Boediono, pencapaian target MDGs tersebut di sejumlah daerah ada yang sudah bisa tercapai tapi ada pula daerah yang belum bisa tercapai.

Untuk itu Wapres mengajak ibu-ibu PKK untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang saat ini masih dihadapi terkait kesejahteraan masyarakat.

Wapres menegaskan pula keberadaan ibu memiliki peran penting dalam menentukan kesejahteraan dan menciptakan keluarga berkualitas. Karena itu sebuah bangsa yang maju juga ikut ditentukan lewat peran para ibu. "Saya ikut mendukung teori yang menyatakan suatu bangsa akan kuat atau tidak ditentukan oleh suatu keluarga dan di situ peran penting seorang ibu. Tidak bisa dipungkiri bangsa kuat bertumpu pada ibu-ibu," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Menyeimbangkan Sasaran Ekspor-Kebutuhan Beras Domestik

Oleh: Muhammad Razi Rahman Aktivitas ekspor telah lama menjadi salah satu indikator yang menunjukkan kondisi kekuatan perekonomian suatu bangsa, karena…

Ketua MPR RI - Cegah Upaya Memecah Elemen Bangsa

Zulkifli Hasan  Ketua MPR RI Cegah Upaya Memecah Elemen Bangsa Banjarmasin - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan meminta semua elemen…

Dirut Askrindo : Kampus, Tempat Lahirnya Pemimpin Bangsa

Dirut Askrindo : Kampus, Tempat Lahirnya Pemimpin Bangsa NERACA Surabaya - Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Badan Usaha Milik Negara…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Shinta Bubu : 6 Juta UMKM akan Go Digital di 2020

NERACA Jakarta - Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun bahkan berpotensi menjadi ekonomi digital…

Menhub Sangkal Jual Aset Infrastruktur Negara

    NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyangkal bahwa kerja sama infrastruktur transportasi dengan pihak swasta…

Kemenkeu Dapat Pinjaman Rp15,2 triliun - Kerjasama dengan JICA

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menandatangani dua naskah perjanjiian pinjaman…