Asirindo Beri Lisensi Lagu Pada Pengelola Karaoke

NERACA

Jakarta – Menyiasati ambruknya bisnis ring back tone (RBT), Asirindo, lembaga manajemen kolektif bagi produser dan perusahaan rekaman di Indonesia, menggandeng dua perusahaan pemilik karoke, yakni PT Adab Alam Electronic dan PT Antelindo Utama. Kerja sama ini berbentuk pemberian lisensi yang dikeluarkan oleh pihak Asirindo.

Direktur PT Asirindo Jusak Irwan Sutiono berharap adanya kerja sama ini bisa menyelamatkan potensi pemasukan atas hak mekanikal sebuah karya lagu.

“'Selama ini ada puluhan miliar rupiah dana yang hilang dalam setahun akibat pemakaian lagu asli tanpa izin di mesin-mesin karoke. Kami berharap kerjasama ini bisa menjawab masalah yang kita hadapi sekarang,'' kata Jusak di Jakarta, kemarin.

Jusak yang juga menjadi bos dari perusahaan rekaman Warner Music Indonesia mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberian lisensi semacam ini. ''Apalagi di saat keuangan perusahaan rekaman yang sedang terseok karena berhentinya layanan RBT,'' ujarnya.

Lewat kerjasama ini, kata Jusak, mesin-mesin karoke dari dua perusahaan ini akan mendapatkan lisensi dari Asirindo. Mesin-mesin karoke tersebut kemudian akan menggunakan karya rekaman suara atau musik asli.

Jusak juga menjelaskan, di luar dua perusahaan yang bekerja sama dengan Asirindo tersebut, jika ada yang menggunakan rekaman suara asli dari beberapa musisi bisa dinyatakan ilegal. Karya-karya lagu itu, imbuh Jusak, diantaranya berasal dari Geisha, Kotak, Syahrini, Judika, Samsons, Agnes Monica, Ungu, Armada, Lyla, hingga Slank. ''Jika ada menggunakan tanpa izin, ini menjadi tindakan melawan hukum,'' ancam Jusak.

Sementara itu Rocky Darmawan, perwakilan dari PT Adab Alam Elektronic, sangat gembira dengan adanya kerjasama ini. “'Kami sangat mendukung upaya dari Asirindo dalam memberikan kemudahan dalam mengelola lisensi karya rekaman suara atau musik asli yang dimiliki oleh produser dan perusahaan rekaman,'' ujarnya.

Sedangkan pihak Antelindo Utama yang diwakili oleh Ramlan Rusdijanto menilai adanya sistem lisensi ini sangat membantu. Ia mengatakan sistem ini bisa membuat bisnis menjadi lebih aman dari potensi pelanggaran hukum yang terkait dengan masalah hak cipta. ''Harapannya kerjasama ini bisa memberikan keuntungan yang lebih optimal bagi para pemilik karya,'' katanya.

BERITA TERKAIT

Pertamina EP : Lapangan Sukowati Beri Kontribusi Terbesar

  NERACA Jakarta - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) dan merupakan kontraktor kontrak kerja sama di bawah…

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

DKUM Depok Beri Pelatihan Pangan UMKM Kuliner

DKUM Depok Beri Pelatihan Pangan UMKM Kuliner NERACA Depok - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok memberikan Pelatihan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Sawit RI-India Jalin Kerjasama Produksi

NERACA Jakarta – Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), The Solvent Extractors' Association (SEA) India, dan Solidaridad Network Asia Limited (SNAL) menandatangani…

Strategi Niaga - Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

BPPSDMP Kementan Terus Ikhtiar Cetak Wirausaha Pertanian

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengambil langkah strategis dengan penyediaan sumber daya…