Pemerintah Mulai Garap Pasar Amerika Latin dan Karibia - DIVERSIFIKASI PASAR EKSPOR

NERACA

Jakarta - Kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian diperkirakan masih terus berlanjut hingga tahun depan. Berbagai upaya pemerintah untuk menggali potensi perdagangan dan investasi pun terus bergulir, salah satunya diversifikasi pasar dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

Diretur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Iman Pambagyo mengatakan, di tengah ketidakpastian perekonomian Eropa dan Amerika Serikat, maka digagas pertemuan ASEAN-Latin Business Forum 2012. Kerjasama kedua kawasan ini cukup strategis karena menawarkan potensi ekonomi yang cukup besar untuk digali lebih jauh. Jumlah populasi kedua kawasan ini juga sangat besar, mencapai 580 juta jiwa. Kedua kawasan ini juga tergolong sebagai kawasan emerging economics.

"Kedua kawasan tersebut menawarkan potensi ekonomi yang cukup besar untuk digali lebih jauh. Jadi tidak ada alasan untuk berpikir bahwa kita tidak bisa bekerja sama mengembangkan perdagangan dan investasi ke depan," ujarnya di Kementerian Perdagangan, Kamis (14/6).

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi regional sekitar 4% hingga 5% pada tahun 2012 ini, para wakil pemerintahan dan bisnis ASEAN dan Amerika Latin serta Karibia akan memaksimalkan sinergi antar kedua kawasan. Fokusnya pada isu-isu keamanan pangan, kemananan energi, infrastruktur dan teknologi serta keamanan lingkungan.

Sementara, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Makarim Wibisono menjelaskan, kerjasama ini dimaksudkan untuk mempromosikan transfer pengetahuan antara negara-negara Asia Tenggara dengan negara-negara Amerika Latin di bidang perdagangan dan investasi, serta meningkatkan kerjasama antara kedua daerah melalui hubungan kemitraan antar daerah.

“Secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang potensi perdagangan dan investasi melalui pertukaran pengetahuan dan untuk mendorong mobilisasi sumber daya untuk mendukung inisiatif baru menangani kebutuhan penting dalam meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara,” terangnya.

Pada 2011 nilai ekspor Indonesia ke kawasan Amerika Latin dan Karibia mencapai US$3,92 miliar dan impornya senilai US$4,63 miliar yang didominasi oleh produk pakan ternak dan sisa industri makanan, gula dan produknya, sereal, serta besi dan baja. Sedangkan, negara-negara ASEAN mengekspor berbagai produk ke Amerika Latin dan Karibia senilai US$27,5 miliar dan mengimpor beragam produk dari kedua kawasan tersebut senilai US$21,04 miliar.

BERITA TERKAIT

Konsumen FMCG Mulai Perhatikan Media Digital

      NERACA   Jakarta – Perusahan riset Kantar Worldpanel menyatakan bahwa lanskap media di Indonesia telah mengalami perubahan.…

Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria - Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

ICW Minta Pemerintah Hindari Politisasi Dana Desa

ICW Minta Pemerintah Hindari Politisasi Dana Desa NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta pemerintah melalui kementerian terkait berkoordinasi…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspansi Bisnis - Setelah ASEAN dan Asia Selatan, INKA Mulai Rambah Pasar Afrika

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) mulai merambah pasar di Benua Afrika sebagai ekspansi bisnis setelah memasarkan produk…

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…