Bidik Investor Baru, BEI Edukasi Pasar Modal di Palangka Raya

PT Bursa Efek Indonesia menilai, Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi menjanjikan dilihat dari pertumbuhan bidang pertambangan, perkebunan, dan pertanian.

Kata Kepala Unit Edukasi Divisi Pemasaran BEI Dedy Priadi, Palangka Raya secara umum memiliki daerah yang cukup produktif dengan hasil pertambangan batu bara, zircon dan lainnya, “Karena potensi itulah, BEI berupa memperkenalkan investasi pasar modal kepada investor lokal dengan potensialnya di bidang perkebunan kepala sawir dan pertambangan,”katanya di Palangka Raya, Kamis (14/6).

Tidak hanya investor lokal yang dibekali BEI soal investasi di pasar modal, tetapi juga kalangan jurnalis di Palanka Raya, “Kegiatan ini untuk memperkenalkan prinsip-prinsip dasar dan seluk beluk investasi pasar modal di Indonesia," ungkapnya.

Dia menjelaskan, edukasi investasi pasar modal di Palangka Raya merupakan kelanjutan sukses kegiatan yang sama di Samarinda, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Diungkapkannya, dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa dan produk pertumbuhan domestik yang meningkat sebesar 33,3% selama lima tahun terakhir, tidak diragukan lagi Indonesia memiliki potensi investor lokal yang cukup menjanjikan. "Sayangnya investor lokal di Indonesia masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya," ucapnya.

Maka untuk membidik para investor lokal, BEI memperkenalkan investasi pasar modal kepada investor lokal melalui wartawan daerah dan bekerja sama dengan institusi media daerah, dengan harapan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai hal terkait investasi di pasar modal dan mulai melihat pasar modal sebagai salah satu alternatif investasi.

Asal tahu saja, berdasarkan kajian ekonomi regional di Kalimantan Tengah yang dipublikasikan Bank Indonesia, perekonomian Kalteng pada triwulan I 2012 tumbuh sebesar 6,26%, sedangkan inflasi di Palangka Raya tercatat sebesar 7,59%.

Pada triwulan mendatang, laju pertumbuhan ekonomi Kalteng diperkirakan tumbuh sebesar 6,5% hingga 7% dan masih didukung oleh kegiatan konsumsi serta ekspor. Keunggulan-keunggulan ini tidak diragukan lagi menjadikan Kalteng terutama Palangka Raya sebagai kawasan dengan potensi calon investor yang cukup menjanjikan.

Guna memastikan dampak yang berkelanjutan, BEI secara konsisten berkomitmen terus menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di berbagai kota di Indonesia. Dia berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan di berbagai daerah, jumlah investor pasar modal di tanah air dapat bertambah sehingga memperkuat basis investor lokal dan semakin memajukan pasar modal Indonesia. (bani)

BERITA TERKAIT

Gunung Raja Paksi Bidik IPO Rp 1 Triliun - Danai Modernisasi Pabrik

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Gunung Raja Paksi bakal mencari pendaan di pasar modal lewat penawaran umum saham…

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

Investor Meninggalkan Saham Lippo Grup - Kasus Suap Izin Meikarta

NERACA Jakarta – Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…