Indonesia Akan Usung “Ekonomi Biru” - JADI TUAN RUMAH PERTEMUAN APEC 2013

NERACA

Jakarta - Tahun depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation/APEC), bahkan salah satu anggota APEC mengharapkan Sumatra Utara menjadi tempat bertemunya para pemimpin negara yang bergabung dalam APEC.

Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan, bahwa persiapan penyelenggaraan APEC berjalan sesuai dengan yang direncanakan. "Kami rapat terakhir dengan berbagai pihak terkait di Kantor Kementerian Perekonomian pada 5 Juni yang lalu dan persiapannya on track," kata Direktur Jenderal Kerja sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Kamis (14/6).

Dia mengungkapkan, Indonesia akan mengedepankan bagaimana agar kepentingan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik sesuai dengan kondisi perekonomian dunia saat ini yang masih tidak stabil dalam APEC 2013. Untuk itu, Indonesia juga akan mendorong berbagai hal seperti peningkatan standar atau mutu produk, adanya penguatan kelembagaan finansial, dan akses pembiayaan yang lebih mudah dan lebih besar kepada pihak-pihak UKM (Usaha Kecil dan Menengah) di kawasan tersebut.

“Selain itu, dalam pertemuan APEC 2013 juga akan ditingkatkan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan seperti menggalakkan potensi beragam produk di sektor tersebut dengan menerapkan konsep blue economy (ekonomi biru) sebagaimana sering didengungkan,” terang Iman.

Meski hanya bersifat sukarela, tetapi APEC masih bersifat relevan dan penting. Antara lain karena forum itu dinilai juga merupakan bentuk miniatur dunia dari dialog Utara-Selatan yang berperan penting dalam perekonomian global ini.

Bersifat Sukarela

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan sukses APEC selama ini terutama adalah dalam hal fasilitasi perdagangan dan investasi, sementara program liberalisasi lebih bersifat sukarela dan tidak mengikat secara hukum sesuai dengan prinsip dasar APEC.

Bayu mengemukakan, bahwa Indonesia harus dapat memetik manfaat dari kerja sama APEC, terutama dari aspek fasilitasi dan proses pembelajaran untuk melakukan praktik-praktik terbaik internasional (international best practices).

"Di tengah situasi perekonomian dunia yang kurang menggembirakan ini, APEC akan menghadapi ujian apakah kerjasama di antara 21 ekonomi Asia-Pasifik ini kredibel di mata para pemangku kepentingannya dan dapat mengambil peran kunci untuk mempertahankan tingkat perdagangan regional pada saat pasar dunia terus mengalami kontraksi," jelasnya.

Topik penting lainnya, lanjut Bayu, yang disepakati para anggota APEC adalah mengenai kerja sama untuk mendorong pertumbuhan inovatif. Dimana, arti penting kerjasama APEC di bidang pengembangan teknologi, inovasi, dan Hak Kekayaan Intelektual, serta menekankan pentingnya investasi di bidang sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama di bidang pendidikan.

“Agar ekonomi berkembang dapat merambah naik dalam mata rantai nilai dan terhindar dari middle-income trap yang mengejar pendapatan tinggi hanya dari produktivitas yang tinggi dan bukan dari nilai tambah,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Aspek Fundamental dan Perilaku Jadi Penting - BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Jakarta-Reposisi sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian suatu negara, sudah seharusnya memperhatikan aspek fundamental maupun perilaku. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi memiliki…

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan tahun 2018 adalah periode momentum…

Wapres Lantik Pengurus Dewan Masjid Indonesia

Wapres Lantik Pengurus Dewan Masjid Indonesia NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Jumat (12/1) mengukuhkan Pengurus Pimpinan Pusat…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Ekspansi Bisnis - Setelah ASEAN dan Asia Selatan, INKA Mulai Rambah Pasar Afrika

NERACA Jakarta – PT Industri Kereta Api (Persero) mulai merambah pasar di Benua Afrika sebagai ekspansi bisnis setelah memasarkan produk…

Berdasarkan Data KKP - Hingga Oktober 2017, Ekspor Produk Perikanan US$ 3,62 miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar US$ 3,62…

Indonesia-Tanzania Tingkatkan Relasi Perdagangan

NERACA Jakarta – Dubes RI untuk Tanzania Ratlan Pardede melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar Ali Mohamed Shein pada Jumat (24/11)…